Macam-macam Hama dan Penyakit yang Penting Pada Pohon Durian

Hama yang penting pada tanaman durian adalah penggerek buah, lebah mini, ulat penggerek bunga, dan kutu loncat. Kenali gejala awal dari serangan hama tersebut dan metode yang tepat untuk dapat mengendalikannya dengan baik.

Penggerek Buah

Hama penggerek buah ini kalau di Jawa dikenal dengan sebutan gala-gala. Ciri-ciri dari hama ini yaitu biasanya menaruh telurnya di kulit buah, serta diselubungi jaring-jaring mirip rumah laba-laba. Larva yang menetas dari telur ini kemudian akan langsung menggerek dan melubangi dinding buah hingga masuk ke bagian dalamnya. Lantas larva ini bakal terus tinggal di dalam buah durian sampai menjadi dewasa. Kadang-kadang hal ini menyebabkan buah durian jatuh terlalu dini.

Proses penyebaran penggerek buah durian biasanya terjadi karena hama ini sendiri terbang dari satu pohon ke pohon lainnya. Awal mulanya serangga ini bakal bertelur di pohon durian yang dihinggapi. Umumnya kegiatan bertelur ini dilaksanakan secara periodik oleh hama ini setiap menjelang musim kemarau. Adapun metode yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama penggerek buah yaitu memakai insektisida seperti Basudin, Sumithion 50 AC, dan Thiodan 35 EC dengan dosis 2-3 cc/L air.

Lebah Mini

Dinamakan lebah mini karena memang hama ini mempunyai tubuh yang berukuran kecil, warnanya cokelat kehitaman, dan memiliki sayap yang bergaris putih lebar. Setelah panjangnya mencapai 3,5 cm, lebah ini menjadi berwarna merah violet. Pada fase larva, ulat lebah ini menyerang daun-daun tanaman durian yang masih muda dengan menggerogotinya. Kemudian ulat akan mengalami masa istirahat saat berada di fase kepompong dengan menempelkan dirinya pada kulit buah.

Kemudian setelah mencapai fase lebah dewasa, serangga ini kembali merusak pohon durian dengan menggerek ranting-ranting muda dan memakan daun-daun yang masih muda. Upaya pengendalian wajib dilaksanakan dengan cepat dan tepat. Silakan Anda bisa menggunakan bahan parvasida seperti Hostathion 40 EC (Triazofos 420 gram/liter) atau bahan insektisida seperti Supracide 40 EC dengan dosis 420 gram/liter dan Temik 106 (Aldikarl 10%).

Ulat Penggerek Bunga

Ulat penggerek bunga (Prays citry) biasanya menyerang pohon durian yang baru berbunga, terutama pada bagian kuncup bunga dan bakal buah. Ciri-ciri ulat ini yaitu memiliki tubuh yang berwarna hijau dengan bagian kepala yang warnanya merah kecokelatan atau abu-abu. Bentuk tubuhnya cenderung langsing. Adapun gejala serangannya ialah kuncup bunga yang terserang akan rusak dan bagian putik pun banyak yang berguguran.

Begitu pula dengan benang sari dan tajuk bunga tanaman durian yang terserat ulat penggerek bunga ini pun akan rusak semuanya. Sementara untuk bagian kuncup dan putik juga bisa patah akibat telah dirusak oleh luka bekas gerekan si ulat. Proses penularan ke tanaman durian lain biasanya dilakukan oleh wujud kupu-kupu dari hama tersebut. Adapun hama ulat penggerek bunga ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40 EC, Nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).

Kutu Loncat Durian

Serangga kutu loncat durian mempunyai warna kecokelatan dan diselimuti oleh benang-benang lilin putih hasil dari sekresi tubuhnya. Sedangkan bentuk tubuh, sayap, dan tungkai serangga ini tampak mirip seperti kutu loncat yang biasa menyerang tanaman lamtoro. Adapun gejala serangan dari kutu loncat durian ini ditandai dengan terdapatnya gerombolan kutu loncat yang menyerang pucuk daun yang masih muda. Kutu ini akan mengisap cairan pada daun tersebut.

Kutu loncat menyerang dengan mengisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun ini menjadi kerdil karena pertumbuhannya terhambat. Serangan ini akan semakin bertambah karena kutu yang telah mengisap cairan kemudian akan mengeluarkan cairan getah bening yang pekat serta rasanya manis sehingga bakal mengundang kedatangan semut. Hama ini bisa ditangani secara kimia dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dengan dosis 100-150 gram/5 liter air.

PENYAKIT

Kanker Bercak

Penyakit kanker bercak pada pohon durian disebabkan oleh Pythium palvimora. Cendawan ini biasa menyerang bagian kulit batang dan kayu. Penyebarannya terjadi melalui spora sembara bersamaan dengan butiran tanah atau bahan organik yang menyangkut di air. Curah hujan tinggi di dalam cuaca yang kering akan turut memacu penyebaran penyakit ini. Cendawan kemudian bakal tumbuh subur di rentang suhu antara 12-35 oC.

Adapun gejala awal timbulnya penyakit bercak daun di tanaman durian antara lain :

  1. Kulit batang yang terserang mengeluarkan gum/blendok yang gelap.
  2. Warna jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, cokelat tua, atau hitam.
  3. Banyak daun-daun yang rontok atau berguguran sendiri.
  4. Ranting-ranting muda pun mulai mati dari bagian ujungnya.
  5. Bagian yang sakit ini dapat semakin meluas ke dalam sampai lapisan kayu.

Metode pengendalian penyakit kanker bercak dapat dilakukan dengan solusi berikut :

  • Memperbaiki drainase supaya air hujan tidak sampai mengalir di permukaan tanah pada batang pohon yang sedang sakit.
  • Memotong kulit yang sakit sampai lapisan kayu yang sehat. Kemudian potongan kayu yang sakit wajib dibakar.
  • Mengoleskan fungisida yang sesuai. Misalnya seperti Difolatan 4F 3%.

Jamur Upas

Jenis penyakit lainnya yang harus diwaspadai oleh para pembudidaya pohon durian adalah penyakit jamur upas. Gejala awal penyakit ini yaitu terdapatnya benang-benang jamur yang mengkilap seperti sarang laba-laba pada bagian cabang dan kulit kayu. Jamur ini kemudian bakal berkembang menjadi kerak yang berwarna merah jambu, lalu masuk ke bagian dalam kulit dan kayu. Sehingga di akhirnya, cabang tersebut pun bakalan mati.

Penyakit jamur upas dapat dikendalikan dengan metode-metode di bawah ini :

  • Pada tingkat serangan jamur berupa sarang laba-laba dapat dikendalikan dengan melumasi cabang yang terserang memakai fungisida seperti Calizin RM.
  • Jikalau jamur sudah membentuk kerak berwarna merah jambu, segera lakukan pemotongan bagian cabang sekitar 30 cm ke bawah bagian yang berjamur.
  • Lakukan penyemprotan menggunakan Antrocol 70 WP (propineb 70,5%) dengan dosis 100-200 gram/liter air atau 1-1,5 kg/ha.

Phytopthora parasitica dan Pythium complectens

Penyakit ini menyerang bagian tanaman mulai dari daun, akar, dan percabangannya. Penularannya terjadi dengan cepat, terutama bila ada akar yang terluka. Umumnya penularan ini terjadi bersama-sama dengan larutnya tanah atau bahan organik yang terangkut air. Penyakit ini sanggup menular dengan cepat ke pohon-pohon lainnya yang terletak berdekatan. Anda harus mewaspadainya sebab penyakit ini bisa menjadi wabah yang cukup serius.

Berikut merupakan gejala-gejala awal dari serangan penyakit ini, meliputi :

  1. Daun durian yang terserang akan menguning dan berguguran mulai dari daun tua.
  2. Cabang pohon tampak sakit dan bagian ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas dari cabang di bawahnya.
  3. Lapisan kulit di atas permukaan tanah menjadi cokelat dan kondisinya membusuk.
  4. Pembusukan akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tapi bisa meluas dari ujung akar lateral hingga akar tunggang.
  5. Kalau dilihat dari luar, akar yang sakit seolah-olah tampak normal. Namun jaringan kulitnya menjadi berwarna cokelat tua dan jaringan pembuluhnya menjadi merah jambu.

Anda bisa mengendalikan penyakit ini dengan metode-metode sebagai berikut :

  • Mengupayakan drainase dapat berjalan dengan baik supaya kondisi tanah tak terlalu basah dan air pun tidak ikut mengalir ke permukaan tanah ketika hujan turun.
  • Membongkar pohon durian yang telah terjangkit oleh penyakit ini, kemudian membakarnya sampai habis tak tersisa lagi.
  • Menggunakan bibit durian jenis kerikil sebagai batang bawah sebab jenis ini sudah terbukti lebih tahan terhadap serangan jamur penyebab penyakit busuk.