Mempelajari Hama dan Penyakit Pada Tanaman Buah Semangka

Hama tanaman semangka dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar yaitu hama yang tahan terhadap pestisida serta hama yang tidak tahan terhadap pestisida. Adapun hama yang tidak tahan terhadap pestisida antara lain kutu daun. Sedangkan hama yang tahan terhadap pestisida di antaranya tikus dan binatang piaraan.

Thrips

Thrips mempunyai ukuran yang kecil dan ramping, warnanya kuning pucat dan kehitaman, memiliki sungut badan yang beruas-ruas. Cara penularan serangga thrips ini yaitu dengan mengembara di malam hari, menetap, dan berkembang biak. Hama thrips bisa dikendalikan dengan menyemprotkan larutan insektisida secara merata sampai tanaman menjadi basah.

Ulat Perusak Daun

Ulat ini berwarna hijau dengan garis hitam atau berwarna hijau dan bergaris kuning. Tanda serangan hama ini yaitu daun dimakan hingga cuma tersisa lapisan lilinnya. Jika dilihat dari jauh, daun tersebut tampak seperti berlubang.

Tungau

Tungau memiliki wujud berupa binatang kecil berwarna merah agak kekuningan atau kehijauan dan ukurannya kecil. Hama ini melakukan serangan dengan mengisap cairan tanaman. Sedangkan cara hama ini membela diri adalah dengan menggigit dan menyengat. Adapun tanda serangan hama ini adalah terdapat jaring-jaring yang merupakan sarang binatang ini di bawah permukaan daun, serta warna daun tanaman menjadi pucat.

Ulat Tanah

Ulta tanah ini berwarna hitam serta berbintik-bintik atau bergaris-garis, panjang tubuh sekitar 2-5 cm, dan aktif merusak pada malam hari. Biasanya ulat tanah menyerang daun, terutama tunas-tunas muda. Sedangkan ulat tanah dewasa memangsa bagian pangkal tanaman. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan melakukan penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat di sekitarnya. Sedangkan metode pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan memakai obat-obatan yang sesuai dengan aturan penanaman buah semangka.

Kutu Putih dan Lalat Buah

Ciri-ciri dari serangga ini yaitu mempunyai sayap yang transparan, berwarna kuning dengan bercak-bercak, dan memiliki belalai. Tanda-tanda serangannya antara lain adanya bekas luka pada kulit buah seperti tusukan belalai, daging buah beraroma sedikit masam, dan terlihat memar. Metode pengendaliannya dapat dilakukan secara non-kimiawi seperti membersihkan lingkungan terutama pada kulit buah, tanah bekas hama dibalikkan dengan dibajak atau dicangkul. Anda juga bisa memanfaatkan obat-obatan yang tepat.

PENYAKIT

Adapun penyakit-penyakit yang menyerang tanaman semangka di antaranya layu fusarium, bercak daun, antraknosa, busuk semai, busuk buah, dan karat daun.

Layu Fusarium

Penyebab dari serangan penyakit layu fusarium pada tanaman semangka adalah kondisi lingkungan atau situasi yang memungkinkan tumbuhnya jamur, seperti hawa yang terlalu lembap. Gejala awal yang terlihat yaitu timbulnya kebusukan pada tanaman yang sebelumnya lebat dan subur menjadi layu dan busuk. Metode pengendalian yang bisa diambil yaitu melakukan pergiliran masa tanam, menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru, atau menanam benih yang sudah direndam dalam obat. Sedangkan pengendalian secara kimiawi dapat dilaksanakan dengan menyemprotkan fungisida secara periodik.

Bercak Daun

Penyebab penyakit bercak daun adalah spora bibit penyakit yang terbawa angin dari tumbuhan lain yang sudah terserang. Gejala awal serangannya yaitu terdapat bercak-bercak kuning di permukaan daun yang kemudian berubah menjadi cokelat, lalu akhirnya mengering dan mati. Atau terdapat pula rumbai-rumbai halus yang berwarna abu-abu atau ungu. Metode pengendalian yang tepat antara lain menyemprotkan fungisida secara periodik.

Antraknosa

Penyebab penyakit antraknosa sama halnya seperti penyakit layu fusarium. Gejalanya yaitu muncul bercak-bercak berwarna cokelat pada daun yang kemudian berubah menjadi warna kemerahan. Lalu daun pun akhirnya mati. Sedangkan jika penyakit ini menyerang buah, maka tampak bulatan-bulatan berwarna merah jambu yang semakin lama makin meluas. Pengendalian penyakit ini bisa dilakukan layaknya pengendalian non-kimia pada penyakit layu fusarium atau memanfaatkan fungisida yang tepat.

Busuk Semai

Penyakit busuk semai umumnya menyerang tanaman semangka yang sedang disemaikan. Gejalanya yaitu batang bibit berwarna cokelat, menjalar ke bagian lain, tanaman rebah, lalu mati. Metode pengendalian yang tepat adalah merendam benih semangka di dalam fungisida.

Busuk Buah

Penyebab penyakit busuk buah pada tanaman semangka yaitu infeksi jamur atau bakteri patogen terhadap buah semangka menjelang waktu masak dan aktif setelah buah mulai dipetik. Anda dapat mengendalikan penyakit ini dengan menghindari dan mencegah terjadinya kerusakan pada kulit buah, baik selama pemetikan maupun pengangkutan. Sebaiknya pemetikan buah dilaksanakan pada waktu siang hari dan kondisi cuaca cerah, tidak berawan, dan tidak hujan.

Karat Daun

Tanaman semangka bisa terserang penyakit karat daun yang disebabkan oleh virus yang terbawa hama dan berkembang pada daun tanaman. Gejala serangan dari penyakit ini antara lain daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil, dan timbul rekahan membujur pada batang tanaman. Pengendalian awal yang bisa dilakukan sama seperti pada penyakit layu fusarium. Tetapi sayangnya hingga kini belum ditemukan obat yang tepat untuk mengatasinya. Jadi tanaman yang terlanjur terkena harus segera dimusnahkan.