Tips agar Buah Belimbing Besar dan Manis, Ikutin Yuk!

Belimbing adalah tanaman buah yang termasuk dalam famili Oxalidaceae di genus Averrhoa. Tumbuhan ini ternyata berasal dari Indonesia lho, serta menjadi ikon khas Kota Depok. Buah belimbing mempunyai rasa yang manis dan berair dengan aroma yang menyegarkan. Perlu Anda ketahui, buah belimbing yang berkualitas tinggi memiliki ukuran yang besar dengan rasa manis yang menonjol. Buah ini juga tak terasa sepat walaupun kandungan air di dalamnya cukup banyak. Untuk mendapatkan buah belimbing dengan kualitas yang maksimal, para petani belimbing harus melakukan berbagai upaya yang tepat.

Berhubung belimbing merupakan tanaman asli Indonesia, maka menanam tumbuhan ini tak terlalu sulit. Begitu pula dengan perawatannya pun terbilang cukup mudah kok. Namun Anda membutuhkan trik-trik tersendiri untuk membut pohon belimbing tersebut sanggup menghasilkan buah yang berukuran besar dan rasanya pun manis.

Gunakan Tanah yang Tepat

Pohon belimbing ini memang bisa ditanam di berbagai jenis tanah. Di antara jenis tanah tersebut, tanah lempung adalah yang paling bagus digunakan sebagai media tanamnya. Tanah lempung yang dipakai ini sebaiknya mempunyai pH sekitar 5,5-6 serta terletak di daerah yang memiliki curah hujan yang berkisar antara 1500-2500 mm/tahun. Belimbing yang dipelihara di tanah dengan karakteristik seperti ini mampu menghasilkan buah yang lebat serta terasa lebih manis. Untuk mencapai kondisi tanah yang ideal, Anda bisa melakukan pengolahan lahan sesuai dengan kondisi media tanam.

Penyinaran Matahari yang Cukup

Belimbing akan menghasilkan buah yang manis dan berukuran lebih besar saat dibudidayakan di daerah yang beriklim kering dengan penyinaran maksimal serta curah hujan rendah. Kondisi yang demikian akan memicu proses fotosintesis secara maksimal asalkan kebutuhan air pada tanaman juga tetap terpenuhi dengan baik. Tapi di sisi lain, kondisi iklim yang terlalu basah akan menyebabkan buah belimbing terlalu banyak mengandung air sehingga rasa manisnya pun berkurang dan rentan membusuk. Jadi tugas Anda yang utama yaitu memastikan pohon belimbing bisa mendapatkan sinar matahari secara maksimal.

Pemupukan Secara Berkala

Unsur kalium yang terkandung di dalam tanah berperan penting dalam memicu pembentukan zat gula di dalam buah belimbing. Guna mencukupi kebutuhan kalium pada tanaman belimbing ini, maka Anda bisa melakukan pemupukan susulan secara berkala menggunakan pupuk KCL atau KNO3 dengan dosis 500-1000 gram/tahun. Jangan lupa untuk segera menyiram tanaman ini setelah melakukan pemupukan agar penyerapan nutrisinya bisa berjalan lebih optimal. Anda harus memberikan pupuk ini secara berkala ke tanaman supaya tumbuh subur dan mampu cepat menghasilkan buah yang berkualitas tinggi.

Penyiraman yang Efektif

Terdapat 3 metode yang bisa digunakan untuk menyirami tanaman belimbing yaitu sistem tetes, sistem kabut, dan sistem tetes sederhana. Pelaksanaan metode penyiraman dengan sistem tetes bisa dilakukan dengan memakai selang air yang telah disambungkan ke menara air sehingga air tadi akan bergerak dari tower ke lahan akibat gaya gravitasi. Hal ini berbeda dengan sistem kabut yang harus menggunakan alat bantu yang disebut sprinkler. Sedangkan penyiraman memakai sistem tetes sederhana memanfaatkan botol bekas yang diberi lubang jarum di bagian bawahnya sebagai wadah air sehingga air akan menetes secara perlahan menyirami tanaman.

Pembungkusan Buah Kecil

Hama yang paling berbahaya bagi pohon belimbing ialah lalat buah. Lalat ini akan menanamkan telurnya di dalam buah sehingga memperlambat pertumbuhan buah tersebut dan menyebabkannya busuk. Agar buah belimbing bisa terhindar dari serangan hama ini, cara yang paling praktis adalah membungkusnya memakai plastik. Tapi sebelumnya, tutupi buah belimbing dengan koran terlebih dulu untuk mencegah permukaannya terluka ataupun lembab. Barulah kemudian Anda bisa membungkus buah-buah tadi menggunakan plastik yang bening. Jangan lupa berikan beberapa lubang jarum di bagian bawah plastik untuk mengeluarkan embun yang terjebak di dalamnya.