Proses Persiapan Lahan untuk Budidaya Kopi, Ini yang Harus Anda Kerjakan!

Salah satu komoditas unggulan bagi Bangsa Indonesia adalah tanaman kopi (Coffea sp.). Ini merupakan tanaman penghasil biji kopi yang dapat diolah menjadi minuman. Di dalam upaya pengembangan tanaman kopi, Anda perlu memperhatikan pemilihan lahan, kesesuaiannya untuk ditanami kopi, pembuatan lubang dengan ukuran dan jarak yang tepat, pengendalian erosi, pembuatan teras bangku dan teras individu, pembuatan rorak, serta penanaman pohon naungan.

Tidak semua lahan cocok ditanami tumbuhan kopi. Anda harus memperhatikan syarat hidup tanaman kopi apakah bisa atau tidak tumbuh di lahan tersebut. Lahan yang sudah dinilai cocok juga tidak bisa langsung ditanami kopi. Anda perlu menyiapkannya terlebih dahulu sehingga kondisi lahan tersebut menjadi sesuai. Inilah topik utama yang akan kita bahas kali ini. Anda harus bisa menyiapkan lahan untuk ditanami tanaman kopi dengan baik dan benar.

Pemilihan Lahan

Lahan untuk tanaman kopi arabika dan robusta pada dasarnya memiliki karakteristik yang sama. Syarat-syaratnya antara lain kemiringan tanah kurang dari 30 persen, kedalaman tanah efektif lebih dari 100 cm, tanah bertekstur lempung dengan struktur lapisan atas yang remah, tanah mengandung bahan organik di atas 3,5 persen, tanah mengandung karbon di atas 2 persen, nisbah karbon dan nitrogen sekitar 10-12, kapasitas tukar kaiton (KTK) di atas 15me/100 g, kejenuhan basa (KB) di atas 35 persen, pH tanah sekitar 5,5-6,5, serta tanah mengandung nitrogen, posfor, kalium, kalsium, dan magnesium yang cukup sampai tinggi.

Kesesuaian Lahan

Penilaian terhadap kelas kesesuaian lahan di suatu wilayah dapat ditentukan menurut tipe penggunaan lahan tersebut. Di antaranya meliputi kelas S1 yaitu sangat sesuai, kelas S2 yaitu sesuai, kelas S3 yaitu sesuai marginal, dan kelas N yaitu tidak sesuai. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai kesesuaian lahan apakah cocok ditanami tumbuhan kopi atau tidak. Kami akan membahasnya di artikel yang terpisah.

Pembukaan Lahan

Anda perlu melakukan pembukaan lahan jika penanaman kopi di lahan tersebut baru pertama kali dilaksanakan. Proses pembukaan lahan dilakukan dengan menebang serta membongkar pohon, perdu, dan tunggul beserta akarnya yang ada di lahan tersebut. Kayu dan serasah lalu ditumpuk di suatu tempat di pinggir kebun sehingga lahan menjadi bersih dan terbuka. Proses ini wajib dikerjakan dengan prinsip zero burning yaitu tidak melakukan pembakaran lahan. Pemakaian herbisida pun harus bijaksana.

Pengajiran

Tujuan pengajiran adalah mengatur jarak tanam di lahan, mempermudah pembuatan lubang tanam, dan membantu pertumbuhan kopi agar membentuk garis lurus sehingga memudahkan kita nanti dalam memeliharanya. Pengajiran pada lahan datar dilakukan secara larikan dengan arah barisan yang mengikuti arah mata angin. Ajir induk diletakkan di arah utara-selatan serta ajir anakan/pengisi ditempatkan di arah timur-barat. Jika ukuran lahannya cukup luas, ajir induk bisa diletakkan di posisi tengah. Namun bila luas lahan kurang dari 1 hektar, pasanglah ajir induk ini di pinggir.

Jarak Tanam

Jarak tanam untuk menanam bibit kopi bervariasi tergantung jenis kopi yang ditanam dan kondisi lahannya. Jarak tanam kopi arabika untuk tipe katai 2,9 x 1,5 m, agak katai 2,5 x 2 m, dan jangkung 2,5 x 2,5 m atau 3 x 2 m. Sedangkan jarak tanam di dalam teras untuk kopi arabika yang ditanam di lahan miring adalah tipe katai 2-2,25 m dan jangkung 2,5-2,75 m. Hal ini berbeda dengan jarak tanam untuk kopi robusta di lahan datar yaitu 2,5 x 2,5 m atau 3 x 2 m serta lahan miring 2 x 2,5 m. Sementara itu, jarak tanam kopi liberika yang ideal adalah 3 x 3 m atau 4 x 2,5 m.

Lubang Tanam

Waktu yang paling ideal untuk membuat lubang tanam ialah 6 bulan sebelum penanaman bibit kopi dilaksanakan. Lubang tanam dibuat dengan ukuran yang sesuai kondisi tanah, tekstur, dan struktur tanah. Semakin berat kondisi tanahnya, maka semakin besar pula ukuran lubang yang dibutuhkan. Biasanya lubang tanam untuk tanaman kopi dibuat dengan ukuran 60 x 60 cm di bagian permukaan, 40 x 40 cm di bagian dasar, dan kedalaman 60 cm. Lubang tanam di lahan miring yang memiliki teras kontur dibuat di dekat sisi miring sebelah atas.

Tanah yang berasal dari pembuatan lubang tanam tidak boleh dibuang. Tanah tersebut harus dipisahkan menjadi dua bagian. Bagian top soil terletak di atas kedalaman 20 cm dan memiliki kesuburan yang tinggi. Sedangkan sub soil adalah lapisan tanah di bawah kedalaman 20 cm sampai ke dasar lubang. Letakkan top soil di sebelah barat dan sub soil di sebelah timur untuk mematikan mikroorganisme dengan bantuan matahari. Tanah bekas galian ini dibiarkan paling tidak selama sebulan. Selanjutnya tanah top soil bisa dicampur dengan pupuk organik.