Perbanyakan Tanaman Sagu Secara Generatif dengan Menanam Bijinya

Tanaman sagu dapat diperbanyak dengan metode vegetatif dan generatif. Proses perbanyakan sagu secara generatif bisa dilaksanakan dengan menanam bijinya. Di sini kita wajib menggunakan biji yang berasal dari buah yang sudah tua atau buah yang telah rontok sendiri dari pohonnya. Sementara itu, metode perbanyakan tanaman sagu secara vegetatif bisa dilakukan dengan menggunakan bibit yang berupa anakan tanaman (dangkel/abut) yang menempel pada batang induknya.

Pembibitan tanaman merupakan langkah awal dalam membudidayakan pohon sagu. Bibit ini berupa tanaman kecil yang memiliki kualitas unggul sehingga layak untuk dibudidayakan secara massal. Jadi setelah memenuhi syarat tertentu, bibit sagu ini pun bisa ditanam di wilayah perkebunan yang telah disiapkan sebelumnya. Selain dengan membeli di www.tokotanaman.com tentunya, Anda juga dapat membuat bibit tanaman sagu sendiri, baik dengan metode generatif maupun vegetatif.

Namun pada kesempatan kali ini, kita hanya akan melakukan perbanyakan tanaman sagu secara generatif saja. Caranya adalah menyemai biji sagu tersebut kemudian merawatnya dengan benar sampai tumbuh menjadi bibit sagu yang siap untuk ditanam di area perkebunan.

Metode perbanyakan tanaman sagu secara generatif dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan biji. Sebisa mungkin pilihlah biji sagu yang sudah tua, tidak cacat fisik, ukurannya ideal, serta mempunyai tunas. Sebaiknya gunakan biji yang berasal dari pohon induk yang baik, kondisinya subur, dan punya tingkat produktivitas yang tinggi. Lebih bagus lagi apabila Anda menggunakan biji yang telah terjatuh atau rontok sendiri dari pohon induknya yang tumbuh pada lahan yang wajar.

Penyemaian Biji

Proses penyemaian biji sagu dilakukan dengan teknik perkecambahan tak langsung. Anda bisa mulai dengan menyiapkan media berupa wadah/bak yang terbuat dari bata atau bambu yang mempunyai tinggi 30-40 cm, lebar 1,2-1,5 m, dan panjang maksimal 2 m. Kemudian isi wadah ini memakai pasir hingga memenuhi sepertiga dari volumenya. Lalu masukkan serbuk gergaji yang sudah dibersihkan ke dalam wadah ini sampai isinya penuh. Biarkanlah media semai ini selama 3-5 hari.

Setelah itu, biji sagu dapat ditanam di media semai dengan jarak tanam 10 x 10 cm, 10 x 15 cm, atau 15 x 15 cm. Tidak ada aturan mengenai posisi biji yang tepat bagaimana. Jadi Anda boleh meletakkan biji ini secara miring maupun tegak, namun pastikan bagian lembaganya berada di bawah. Sebaiknya cukup 3/4 bagian biji sagu saja yang terbenam di media semai. Sedangkan 1/4 bagian biji sagu tetap dibiarkan berada di atas permukaan tanah. Jagalah kelembapan media sekitar 80-90%. Dalam kurun waktu 1-2 bulan, tumbuh bibit sagu dengan 2-3 lembar daun dan siap dipindahkan ke pembibitan.

Pembibitan Tanaman

Sebelumnya dilakukan upaya penyiapan media pembibit dulu sejak jauh-jauh hari. Caranya dengan mengolah tanah sampai kedalaman 45-60 cm dengan memberikan pupuk kadang serta mencangkul supaya gembur. Lalu buatlah bedengan yang berukuran tinggi 30 cm, lebar 1,25 m, panjang 8-10 m, dan jarak antar-bedengan 30-50 cm. Proses pembibitan tanaman sagu ini dapat dilakukan dengan penjarangan ataupun tanpa penjarangan. Jarak tanamnya harus disesuaikan nantinya.

Pada pembibitan tanpa penjarangan, bibit sagu ditanam pada jarak 25 x 25 cm sampai 40 x 40 cm. Sedangkan pada pembibitan dengan penjarangan, mulanya bibit ditanam dengan jarak cukup rapat yaitu 12,5 x 12,5 cm, 15 x 15 cm, atau 20 x 20 cm. Kemudian setelah 1 bulan, bibit yang mati, rusak, atau cacat bisa disingkirkan, serta dilakukan penjarangan menjadi jarak 25 x 25 cm sampai 40 x 40 cm. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan bibit tanaman sagu.

Pemeliharaan Bibit

Selama dalam masa pembibitan, Anda harus melakukan perawatan bibit-bibit tanaman sagu dengan baik. Faktor yang paling utama untuk diperhatikan yaitu kondisi tingkat kelembapan lingkungan dari tempat pembibitan. Anda harus mempertahankan kelembapan udara berada di kisaran 80-90%. Lalu Anda dapat memasang naungan untuk melindungi bibit tanaman sagu yang masih muda dari cahaya matahari langsung. Kerjakanlah penyiraman secara bijaksana dan sesuai kondisi lingkungan.

Proses pembibitan tanaman sagu ini berlangsung selama kurun waktu 6-12 bulan. Setelah melewati masa pembibitan ini, bibit sagu pun sudah dapat ditanam di area lahan perkebunan. Tapi sebaiknya dilakukan proses pemilihan bibit terlebih dahulu untuk menentukan mutu kualitasnya. Pilihlah hanya bibit sagu yang kondisinya normal, benar-benar sehat, dan pertumbuhannya subur. Biasanya bibit ini diangkut melalui transportasi air supaya lebih efisien dan memakan biaya yang murah.