Penanaman Kangkung Darat Semi Organik, Rasa Sayurnya Lebih Enak!

Tanaman kangkung (Ipomoea sp.) merupakan tanaman sayuran daun yang begitu terkenal, terutama di Indonesia. Bahkan sekarang kangkung banyak diekspor ke luar negeri seperti China, Jepang, serta Korea Selatan. Hal ini tidak terlepas dari cita rasa kangkung yang memang sungguh lezat dan sumber pro vitamin A. Meningkatnya permintaan pasar terhadap sayuran kangkung tentunya menjadi kabar yang menggembirakan bagi para petani lokal.

Perlu diketahui, tanaman kangkung tergolong dalam famili Convolvulaceae. Tanaman ini mempunyai daun yang berukuran panjang dan berwarna hijau keputih-putihan. Berdasarkan habitat tumbuhnya, tanaman kangkung dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu kangkung darat dan kangkung air. Jenis kangkung darat umumnya tumbuh di lahan yang kering atau tegalan. Sedangkan untuk kangkung air biasanya tumbuh di lahan yang tergenang air ataupun lahan basah.

Tahukah Anda, sistem pertanian organik bisa menjadi solusi baru untuk menghadapi masalah petani yang notabene harus dihadapkan pada kenyataan berupa intervensi barang-barang sintetis yang ada di dunia pertanian. Mulai dari pupuk, perangsang tumbuh, sampai pestisida semuanya terbuat dari bahan-bahan yang disintetis dari senyawa murni. Nah, pertanian organik memberikan perlindungan terhadap konservasi daya alam dan lingkungan untuk menjaga pasokan hasil produk pertanian.

Pembenihan

Proses perbanyakan tanaman kangkung darat umumnya dilakukan menggunakan bijinya. Anda bisa memperoleh benih kangkung darat ini di www.tokotanaman.com ya. Kami menjualnya biji kangkung yang berkualitas unggul serta memiliki daya kecambah yang tinggi. Adapun tingkat kebutuhan benih ini mencapai 8-10 kg/ha. Ada banyak sekali jenis kangkung darat yang bisa Anda tanam. Namun kami merekomendasikan varietas sutra atau varietas lokal yang telah beradaptasi.

Persiapan Lahan

Sebelum ditanami benih kangkung, lahan wajib diolah terlebih dahulu. Anda bisa mencangkul tanah sedalam 20-30 cm supaya gembur. Kemudian buatlah bedengan yang membujur dari barat ke timur agar mampu mendapatkan cahaya matahari secara penuh. Bedengan ini dibuat dengan ukuran lebar 100 cm, tinggi 30 cm, serta panjang sesuai keadaan lahan. Jarak antar-bedengan yang dianjurkan 30 cm. Apabila pH tanah rendah, Anda bisa memberikan kapur kalsit/dolomit untuk menormalkannya.

Pemupukan

Bedengan dapat diratakan dahulu. Kemudian 3 hari sebelum penanaman biji, Anda bisa memberikan pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 20 ton/ha. Anda pun bisa menggunakan pupuk kompos organik yang telah difermentasi sebanyak 4 kg/m2. Nantinya perlu diberikan Urea 150 kg/ha pada 10 hari setelah tanam sebagai starter. Agar pemberiannya lebih merata, Urea ini bisa dicampur dengan pupuk organik dahulu. Kemudian berikan secara larikan di samping barisan tanaman. Anda juga bisa menambahkan pupuk cair 3 liter/ha pada umur 1 minggu dan 2 minggu setelah tanam.

Penanaman

Setelah semua persiapan awal sudah selesai dikerjakan dengan baik, sekarang waktunya Anda untuk menanam benih kangkung. Anda dapat menanamkan biji kangkung darat pada bedengan yang telah disiapkan sebelumnya. Tanamkan benih tersebut pada jarak tanam sejauh 20 x 20 cm. Setiap lubang tanam bisa diisi dengan 2-5 biji kangkung sekaligus untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Anda dapat menggunakan pola penanaman secara zig-zag atau garitan (baris).

Pemeliharaan

Bentuk pemeliharaan yang paling penting saat merawat tanaman kangkung darat ialah memastikan ketersediaan air di lahan. Jadi kalau tidak turun hujan, Anda wajib menyirami tanaman tersebut. Hal ini penting sekali mengingat tanaman kangkung memang memerlukan air dalam jumlah yang cukup banyak. Kemudian Anda juga perlu memberantas gulma yang tumbuh di lahan, terutama saat umur tanaman masih cukup muda. Anda harus melakukan penyiangan gulma secara rutin.

Pengendalian OPT

Waspada terhadap OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) yang sanggup menimbulkan kerusakan serius terhadap tanaman kangkung darat. Adapun hama yang biasa menyerang kangkung antara lain ulat grayak (Spodoptera litura F.), kutu daun (Myzus persicae Sulz), dan Aphis gossypii. Sementara itu penyakit penting bagi kangkung yaitu penyakit karat putih yang dipicu oleh Albugo ipomoea reptans. Penggunaan pestisida bisa dipilih apabila serangan hama/penyakit tersebut sudah cukup parah guna mencegah kerusakan yang lebih serius.

Panen & Pasca Panen

Pemanenan kangkung darat dapat dilakukan setelah tanaman berumur 30 hari setelah tanam. Anda bisa mencabut tanaman tersebut sampai ke akarnya atau memotong pada bagian pangkal tanaman, sekitar 2 cm di atas permukaan tanah. Kerjakan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan pada hasil panen. Setelah itu, kangkung yang sudah dipetik harus diletakkan di tempat yang teduh untuk mencegah supaya tidak layu. Anda juga bisa merendam akarnya di air untuk mempertahankan kesegaran kangkung tersebut.