Pelaksanaan Panen dan Pasca-Panen Tanaman Lada Putih

Cara pemanenan lada putih sangat mempengaruhi kualitasnya. Teknik pemanenan yang benar sanggup meningkatkan kualitas, nilai tambah, dan daya saing lada putih tersebut di pasaran. Masalah utama yang sering dikeluhkan oleh petani adalah tingginya kadar kotoran dan kontaminasi mikroorganisme yang ada pada lada putih yang dipanennya. Kasus ini biasanya terjadi manakala penanganan dan pengolahan lada putih, baik ketika panen maupun pasca-panen, belum memenuhi standar yang sudah ditentukan. Itulah sebabnya, kali ini kami akan berbagi tentang pokok pembahasan ini.

Lada dikenal pula dengan sebutan merica. Ini merupakan salah satu bumbu dasar dalam masakan. Tidak hanya untuk membuat kuliner khas Nusantara saja, tetapi ada banyak sekali masakan-masakan dari luar negeri yang juga menggunakan lada/merica sebagai bumbu dasarnya. Terdapat dua jenis lada menurut warna buahnya yaitu lada putih dan lada hitam. Di Indonesia sendiri, masyarakat lebih banyak memakai lada lada putih karena memiliki rasa yang lebih kuat tanpa mengubah warna  kuah pada masakan. Maka tak heran kalau permintaan lada putih ini lebih tinggi daripada lada hitam.

Bagi Anda yang membudidayakan tanaman lada, Anda perlu melakukan pemanenan buah lada dengan tepat agar memberikan hasil yang optimal. Berikut ini merupakan pekerjaan-pekerjaan yang harus Anda lakukan dalam memanen tanaman lada ini!

PEMETIKAN

Bagian tanaman yang dipanen dari tanaman lada putih yaitu buahnya. Proses pemanenan buah lada ini dilakukan saat kondisinya telah matang. Ciri-ciri lada yang layak panen ialah beberapa lapisan kulit buah sudah berubah warna menjadi kemerah-merahan. Pemetikan buah ini harus dilaksanakan secara selektif dengan mengambil buah yang telah matang dan membiarkan buah yang masih mentah. Oleh karena itu, frekuensi pemanenan dilakukan sesering mungkin selama masa panen agar kualitas buahnya seragam. Hanya buah lada yang sudah matang saja yang boleh dipetik.

Proses pemetikan lada putih harus dikerjakan secara bersih dan higienis. Setelah dipetik dari pohonnya, buah lada putih tersebut lalu dikumpulkan dan diangkut menggunakan kantung/keranjang yang bersih. Selanjutnya buah-buah merica ini dibawa ke tempat pengolahan lanjutan untuk diproses. Jangan pernah memakai kantung/keranjang bekas wadah bahan-bahan kimia ataupun bahan-bahan yang berbau tajam untuk menampung buah lada putih tersebut sebab bisa mencemarinya. Setiap wadah yang dipakai harus dibersihkan terlebih dahulu untuk menghindari buah lada putih terkontaminasi.

Buah lada putih yang sudah terlalu matang sehingga jatuh sendiri dari tangkainya memiliki kualitas yang sangat rendah. Bahkan beberapa perusahaan tidak menghendaki buah tersebut. Sehingga buah lada ini harus ditempatkan di dalam wadah yang terpisah dan tidak boleh dicampur dengan buah yang bermutu baik sebab nantinya harus diproses sendiri. Buah lada yang sudah terlanjur jatuh di tanah ini mesti Anda tempatkan secara terpisah karena dapat merusak mutu buah lada yang dipetik dari pohon. Selanjutnya buah ini bisa diproses lebih lanjut untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan.

PERONTOKAN

Sebaiknya buah lada putih dirontokkan terlebih dahulu untuk memisahkan antara buah lada tadi dengan tangkainya. Anda dapat merontokkan buah tersebut secara manual atau menggunakan mesin perontok khusus apabila jumlahnya cukup banyak. Mesin semacam ini bisa Anda beli di www.alatperabotan.com. Kerjakan proses perontokan ini secara hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan pada buah lada putih yang sedang diolah. Direkomendasikan untuk segera merendam buah lada yang sudah dirontokkan tadi di dalam air untuk mencegah perubahan pada warnanya.

Buah lada putih yang sudah dirontokkan selanjutnya akan melalui proses penyortiran. Di sini Anda perlu memisahkan antara buah lada putih yang kualitasnya bagus dengan buah lada putih yang mutunya lebih rendah. Ciri-ciri buah lada putih yang berkualitas rendah antara lain berukuran kecil, tidak matang, atau lada menir. Tujuannya dilakukannya proses ini adalah menjaga mutu lada putih yang dihasilkan sehingga hasil panen ini memiliki nilai yang baik di pasaran. Proses pemisahan buah lada putih ini dapat dilakukan memakai tenaga manual atau menggunakan mesin pengayak khusus.

PERENDAMAN

Perendaman buah lada putih dapat dikerjakan menggunakan media karung/keranjang yang dimasukkan ke dalam kolam perendaman khusus. Usahakan air di kolam tersebut tetap bisa mengalir dengan lancar untuk mencegah timbulnya aroma busuk. Pastikan bagian karung/keranjang yang berisi buah lada putih ini terendam seluruhnya. Sedangkan bila terpaksa perendaman dilakukan di kolam yang tidak mengalir, maka air di kolam tersebut harus diganti setidaknya 2 kali setiap hari. Karena bagaimanapun juga aroma lada ini turut berpengaruh terhadap kualitasnya.

Sementara itu, pada perendaman di dalam air yang mengalir, buah lada putih yang direndam tadi harus dipastikan bebas dari kotoran dan tidak ada aktivitas apapun yang bisa mencemari air di bagian hulunya. Karung perendaman pun wajib dibolak-balik beberapa kali untuk menjamin proses perendaman dapat berjalan secara merata ke seluruh bagiannya. Proses ini dikerjakan sampai kulit lada menjadi lebih lunak agar mudah dikupas saat pemisahan kulit dari biji. Waktu yang dibutuhkan sekitar 10-14 hari. Sedangkan jika pengupasan memakai mesin, perendaman cukup dilakukan selama 5-7 hari.

PENGUPASAN DAN PENCUCIAN

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengupas kulit buah lada agar terpisah dari bijinya. Yang paling gampang tentu menggunakan mesin pengupas khusus untuk lada. Selama proses ini berlangsung harus diperhatikan dengan baik supaya biji lada ini tidak rusak, baik bentuk maupun kualitasnya. Proses pengupasan sebaiknya dilakukan memakai bantuan air yang mengalir sehingga warnanya tidak berubah menjadi kecokelat-cokelatan. Setelah proses pengupasan selesai, kemudian biji lada harus dicuci bersih menggunakan air untuk menghilangkan sisa-sisa kulit yang mungkin masih menempel di permukaannya.