7 Langkah : Panduan Dasar Budidaya Jagung Manis untuk Pemula

Jagung manis merupakan salah satu kultivar tanaman jagung yang penting selain jagung ladang. Jagung ini mempunyai kekhasan pada kandungan gulanya yang tinggi, terutama sukrosa. Oleh sebab itu, jagung ini memiliki rasa yang manis sekali. Tingginya kandungan sukrosa pada jagung manis ini disebabkan oleh adanya mutasi gen yang menyebabkan bulir-bulir jagung gagal membentuk pati waktu panen dilakukan. Hal ini pula yang menyebabkan tekstur jagung manis pun menjadi lebih lunak daripada jenis jagung yang lainnya. Anda bisa mencoba membudidayakan jagung manis karena nilai ekonomisnya cukup tinggi.

Jagung manis sebenarnya termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan. Dibandingkan dengan jagung biasa ataupun jagung ladang, prospek budidaya jagung manis ini jauh lebih besar. Hal ini dikarenakan harga jagung manis di pasaran cukup tinggi dengan tingkat permintaan pasar yang stabil cenderung naik.  Masa panen tumbuhan jagung jenis ini juga lebih cepat. Terlebih apabila tanaman ini dibudidayakan di daerah yang mengandung banyak air, maka perawatannya pun akan semakin mudah. Silakan Anda bisa mencoba membudidayakan sendiri jagung manis ini di ladang pertanian yang Anda miliki.

Khusus bagi Anda yang masih pemula dalam menanam jagung manis, kami sudah menyediakan panduan khusus dan lengkap untuk membudidayakan jagung manis ini. Silakan Anda dapat mengikutinya dengan baik.

Tahap I : Pengolahan Tanah

Langkah awal yang harus dilakukan untuk membudidayakan jagung manis yaitu mengolah tanah. Proses ini bisa disesuaikan menurut kondisi tanah di ladang Anda. Pengolahan tanah dengan karakteristik yang berat dengan struktur yang mampat harus dikerjakan sebanyak dua kali. Sedangkan untuk tanah yang ringan dan bersifat porous seperti alfisol, regosol, etisol, dan oxixol, pengolahannya dapat dilaksanakan secara minimum. Caranya yaitu tanah tersebut cukup diolah di sepanjang baris tanaman serta dilakukan pendangiran ketika tanaman jagung manis berusia 25 hari nanti.

Tahap II : Pengadaan Benih

Jagung manis kini menjadi salah satu tanaman palawija yang banyak ditanam oleh petani Indonesia. Hal ini disebabkan membudidayakan tanaman jagung manis memang lebih menguntungkan daripada jagung ladang biasa. Oleh sebab itu, Anda bisa mendapatkan bibitnya dengan mudah sekali. Jika di sekitar Anda tidak ada toko pertanian yang menjual benih jagung manis ini, Anda dapat membelinya secara online di www.tokotanaman.com saja. Kami menjual benih jagung manis berupa biji yang siap tanam. Benih yang kami jual merupakan benih berkualitas unggul dan mampu memberikan hasil maksimal.

Tahap III : Teknik Penanaman

Biji jagung manis tidak perlu disemai terlebih dahulu di lahan khusus. Anda bisa langsung menanamnya di ladang. Benih jagung manis sebaiknya ditanam dengan pola yang teratur sehingga kapasitas lahan bisa terpakai sepenuhnya. Daripada menanamnya dengan pola segi empat, lebih baik Anda menanam jagung manis ini dengan pola segi tiga sehingga kapasitasnya semakin banyak. Metode yang dipakai bisa berupa ditugal atau dibajak. Bibit jagung manis tersebut dapat ditanam dengan jarak 75 x 40 cm untuk kapasitas 2 bibit/lubang, atau jarak tanam 75 x 20 cm untuk kapasitas 1 bibit/lubang.

Khusus untuk jagung manis hibrida ada baiknya ditanam menggunakan jarak 75 x 20 cm dengan masing-masing 1 bibit/lubang supaya dapat menghasilkan produksi yang bagus. Opsi lainnya adalah menanam dengan sistem dua baris yakni jarak tanam (90 x 50 cm) x 20 cm dengan 1 bibit/lubang. Sedangkan untuk sistem demplot atau jajar legowo yaitu jarak tanam (90 x 50 cm) x 20 cm dengan 1 bibit/lubang. Silakan Anda dapat mencoba setiap saran kami di atas secara bergantian untuk mengetahui jarak tanam mana yang paling cocok diaplikasikan pada ladang jagung yang Anda miliki.

Tahap IV : Pemberian Pupuk

Tanaman jagung manis mutlak diberikan pupuk secara berkala agar dapat tumbuh dengan baik, cepat besar, dan mampu menghasilkan buah yang banyak. Agar hasilnya optimal, pupuk diberikan dengan cara ditugal kurang lebih 7 cm di sekitar tanaman jagung manis. Atau bisa juga pupuk tersebut ditaburkan ke dalam goretan/parit yang ada di samping tanaman sepanjang barisan. Pupuk yang sudah ditaburkan ini lantas ditutup menggunakan tanah di sekitarnya supaya cepat terserap ke dalam tanah. Pemupukan ini sebaiknya dilaksanakan pada saat kondisi cuaca sedang cerah.

Pupuk yang harus Anda berikan ke jagung manis akan kami jelaskan sebagai berikut. Pupuk phonska dan 1/3 urea diberikan kepada tanaman jagung manis yang telah berumur sekitar 7-10 hari. Kemudian pada hari ke-21 sampai 25, tanaman diberikan pupuk urea dengan dosis sebanyak 1/3 bagian. Terakhir yaitu 1/3 pupuk urea ditaburkan sekali lagi pada tanaman yang telah berbunga dan berusia antara 35-42 hari. Adapun dosis pupuk yang dianjurkan antara lain urea 350 kg/ha, pupuk kandang 5 ton/ha, dan dolomit 400 kg/ha. Lakukan proses pemupukan ini secara tepat agar hasilnya pun bagus.

Tahap V : Penyiangan dan Pembumbunan

Proses penyiangan tanaman jagung manis dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu ketika tanaman berumur 10-15 hari dan juga 25-28 hari. Sedangkan pembumbunan cukup dikerjakan sekali saja yakni bersamaan dengan proses penyiangan kedua dan pemupukan kedua. Pekerjaan ini harus dilaksanakan secara efektif dan efisien supaya tenaga Anda terpakai secara maksimal dan tidak cuma memboroskan tenaga secara percuma. Demi mencapai efisiensi kerja, proses pemberantasan gulma ini bisa memanfaatkan herbisida pra-tumbuh dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.

Tahap VI : Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit yang merusak tanaman jagung manis bisa dilakukan dengan memakai metode teknis, mekanis, biologis, maupun kimiawi. Pemberantasan hama dan penyakit menggunakan pestisida merupakan alternatif terakhir kalau metode lain tidak berhasil mengatasi serangan hama atau penyakit tersebut. Beberapa hama yang kerap kali menyerang jagung manis di antaranya lalat bibit, ulat penggerek bibit, ulat penggerek buah, tikus ladang, dan lain-lain. Sedangkan untuk jenis penyakit yang paling banyak menyerang yaitu penyakit bulai.

Kami akan membahas teknik pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung manis ini di artikel yang akan datang.

Tahap VII : Pemanenan Jagung Manis

Tanaman jagung manis akan menghasilkan buah yang layak panen setelah usianya berkisar antara 70-75 hari. Proses pemanenan ini dapat dilakukan terhadap buah jagung manis yang telah memasuki tahap masak susu, atau dapat juga disesuaikan dengan permintaan pasar. Prosesnya cukup dikerjakan dengan memetik buah jagung manis, lantas mengumpulkannya di keranjang khusus. Sedangkan tanaman jagung manis yang telah diambil buahnya mesti dicabut dari tanah serta dikumpulkan di suatu tempat khusus agar lebih mudah dalam membersihkannya. Rata-rata dalam setiap hektar lahan budidaya jagung manis dapat menghasilkan buah sebanyak kurang lebih 6-7 ton.