Panduan Pembibitan Tanaman Anggrek dengan Baik supaya Berhasil

Pembibitan merupakan langkah awal dari proses budidaya tanaman anggrek. Bibit tanaman anggrek yang baik dan unggul mempunyai ciri-ciri di antaranya bentuk batangnya kuat, tingkat pertumbuhan pesat, kondisi daun yang subur, dan bunganya begitu indah. Bibit anggrek ini sendiri berasal dari biji yang disemaikan dengan baik. Bagaimana caranya? Hal inilah yang akan kita bahas sekarang tentang pembibitan tanaman anggrek dari biji secara tepat.

Kegiatan Persiapan Awal

Sebelum pekerjaan pembibitan tanaman anggrek dilakukan, ada baiknya Anda melakukan pekerjaan persiap awal terlebih dahulu yang meliputi :

  1. Lakukan pemeriksaan kondisi biji anggrek terlebih dahulu memakai mikroskop. Biji anggrek yang bernas berwarna kuning, cokelat, atau kehijauan. Sedangkan biji anggrek yang kopong memiliki warna yang putih. Silakan Anda bisa mendapatkan benih anggrek yang unggul di www.tokotanaman.com dengan harga terjangkau.
  2. Siapkan botol yang mempunyai mulut cukup lebar sebagai wadah pembibitan. Anda harus menggunakan botol yang bersih dan tidak berwarna (bening) agar dapat meneruskan sinar matahari secara maksimal serta mempermudah kita dalam memantau perkembangan biji anggrek di dalamnya.
  3. Anda dapat menutup botol tadi menggunakan gulungan kapas yang keras. Kemudian bagian ujungnya diikat memakai tali atau kain agar mudah dicopot lagi. Pastikan bahwa tutup botol ini sudah terpasang dengan rapat karena bagaimanapun kerapatan tutup ini bakal menjaga kondisi di dalamnya agar tidak terinfeksi bakteri atau jamur.
  4. Siapkan jua lemari kaca (ent-kas) yang bersih dari jamur/kuman dan steril. Silakan Anda bisa membersihkan lemari ini dahulu sampai benar-benar bersih, lalu mengeringkannya. Barulah kemudian Anda dapat mensterilkan dengan menaruh piring berisi kapas yang telah dibasahi formalin. Biarkan sampai kandungan formalin di kapas ini menguap.
  5. Pada tahap ini Anda akan melakukan sterilisasi alas makanan, serta membuat alas makanan bagi tanaman anggrek. Para petani biasanya menggunakan resep Khudson C (NORTHEN) 12 yang terdiri atas Ca(NO 3)2H2O : 1,00 gram, KH2PO 4 : 0,25 gram, MgSO 47H2O : 0,ege25 gram, (NH4)2SO 4 : 0,25 gram, Saccharose : 20 gram, FeSO 4 4H2O : 0,25 gram, MnSO 4 : 0,0075 gram, agar-agar : 15–17,5 gram, dan aquadest : 1000 cc

Pada proses pembuatan alas makanan untuk tanaman anggrek dibutuhkan pH 5,2 yang dapat dicek memakai pH meter. Sedangkan proses sterilisasi dilakukan dengan memanaskannya dalam Autoclaf atau dandang sampai suhu 110 oC selama 30 menit. Kemudian letakkan pada tempat bersih dengan posisi yang miring hingga mencapai 1/2-2/3 dari tinggi botol (diukur dari alas sampai ke leher botol). Akhirnya Anda perlu mendiamkannya selama 5-7 jam untuk mengetahui sterilisasi yang sempurna.

Pembibitan Tanaman Anggrek

Proses pembibitan tanaman anggrek sendiri dimulai dari penyebaran biji. Anda dapat melaksanakan pekerjaan ini dengan mengikuti panduan sebagai berikut :

  • Mensterilkan Alat-alat

Pastikan peralatan yang Anda gunakan untuk keperluan menyebarkan biji anggrek ini sudah dalam keadaan yang bersih dan steril. Jadi sebelumnya Anda perlu membersihkannya dahulu menggunakan kapas dan cairan alkohol. Jangan lupa juga untuk mengenakan sarung tangan dan masker yang bersih selama melakukan pekerjaan ini.

  • Mensterilkan Biji Anggrek

Biji anggrek mesti disterilkan terlebih dahulu sebelum disebar. Anda dapat mensterilkannya memakai kaporit 10 gram yang dilarutkan dalam air 10 cc, lalu disaring dengan kertas filter. Kemudian Anda dapat memasukkan biji anggrek ini ke dalam botol berisi air. Kocoklah botol tadi selama 5-10 menit sampai warna biji yang semula kuning kecokelatan menjadi kehijau-hijauan. Setelah itu, air di botol dibuang dan diganti dengan aquades. Kocoklah lagi selama 5-10 menit. Lakukan hal ini hingga 2-3 kali. Botol-botol yang telah dibersihkan ini selanjutnya bisa dipakai untuk menyebarkan biji anggrek.

  • Menyebarkan Biji Anggrek

Siapkan botol yang sudah Anda bersihkan. Sebelum membukanya, Anda perlu memanaskan dahulu bagian leher botol tersebut di atas lampu spiritus guna menghilangkan kuman. Begitu pula dengan pipet yang akan dipakai untuk mengambil biji anggrek mesti dipanaskan di atas lampu spiritus ini sampai merah, lalu dicelup ke dalam spiritus. Botol kemudian dapat dibuka dan diisi dengan biji anggrek. Ratakan biji-biji anggrek ini ke seluruh permukaan alas media secara merata. Sebelum botol ditutup, Anda perlu memanaskan lagi di atas lampu spiritus.

Pemindahan Bibit dari Botol

Rawatlah biji anggrek yang sedang disemai di dalam botol dengan baik. Kemudian setelah tanaman di dalam botol tersebut berusia 9-12 bulan, sudah terlihat cukup besar, dan mempunyai akar yang memadai, Anda bisa memindahkannya ke pot penyemaian. Anda bisa memakai pot berukuran 7 cm, 12 cm, atau 16 cm yang memiliki lubang di bawahnya. Masukkan pecahan genteng dahulu sebagai alas media, serta akar pakis berwarna cokelat yang dipotong sepanjang 5-30 cm hingga serabutnya terlepas satu sama lain.

Sebelum digunakan, kami sarankan mencuci akar pakis dahulu sampai bersih dan ditiriskan hingga airnya hilang. Setelah itu, akar pakis ini direndam dalam alas makanan selama 24 jam yang berupa campuran Urea atau ZA : 0,50 mg, DS, TS atau ES : 0,25 mg, Kalium sulfat atau K 2SO 4 : 0,25 mg, dan Air : 1000 cc. Sebagai alternatif dari alas makanan ini, Anda juga bisa menggunakan kombinasi pupuk buatan N, P, K dengan perbandingan 60:30:10. Anda juga dapat memakai campuran pupuk kandang dan pakis dengan perbandingan 1:4.

Sedangkan untuk jenis media tanam alternatif antara lain kulit pinus yang dicacah sebesar biji kacang tanah, lalu direndam dalam alas makanan seperti halnya pada akar pakis selama 24 jam. Pilihan lain adalah arang kayu bakar atau sabut kelapa yang dipotong-potong sebesar ibu jari. Barulah kemudian Anda bisa mengisi pot dengan pecahan genteng hingga mencapai 1/3 volume pot dan di atasnya bisa diisi dengan cacahan akar pakis setinggi 1 cm tanpa perlu dipadatkan.

Langkah selanjutnya yaitu proses pemindahan bibit anggrek ke dalam pot yang dilaksanakan dengan mengeluarkan bibit dari botol. Caranya ialah Anda dapat air bersih ke dalam botol sehingga bibit pun secara otomatis akan naik. Lalu tanaman bisa dikeluarkan satu per satu memakai kawat bersih yang ujungnya seperti huruf U. Keluarkan tanaman ini dari bagian akarnya dahulu. Lakukan pekerjaan ini dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan pada bibit tanaman.

Setelah berhasil dikeluarkan dari dalam botol, tanaman tersebut dapat dicuci menggunakan kaporit 1% dan dicuci lagi menggunakan air bersih. Bibit tanaman semaian (seedling) ini kemudian ditanam dalam pot dengan baik. Usahakan posisinya tegak dan rapat ya. Namun bila telah terjadi kontaminasi jamur di dalam pot persemaian, maka sebaiknya bibit tanaman direndam dahulu di antibiotik seperti Penicillin atau Streptomycin yang sudah lewat masa kedaluwarsanya selama sekira 10 menit, barulah kemudian bibit tersebut bisa ditanam.