Panduan Lengkap Membudidayakan Tanaman Kedelai di Perkebunan

Tanaman kedelai tergolong dalam tumbuhan polong-polongan. Kedelai merupakan bahan makanan yang penting di Benua Asia, termasuk Indonesia. Kedelai menyediakan protein nabati yang penting untuk mendukung pertumbuhan tubuh kita. Selain dikonsumsi langsung, kedelai ini juga biasa diolah dahulu menjadi tempe, tahu, kecap, kembang tahu, susu, keju, dan tauco. Dengan pemanfaatannya yang begitu banyak, maka wajar sekali jika tingkat kebutuhan kedelai di pasaran juga tinggi.

Proses budidaya tanaman kedelai sendiri dapat dilaksanakan dengan cukup mudah. Kunci utamanya terletak pada pengolahan lahan tanam supaya siap ditanami kedelai. Silakan Anda dapat mengikuti panduan di bawah ini!

Pengolahan Tanah

Lahan yang akan digunakan bercocok tanam kedelai hendaknya dibersihkan dulu dari sisa tanaman, rumput, semak-semak, dan tanaman gulma lainnya. Setelah itu dilakukan upaya pencangkulan paling tidak sebanyak 2 kali hingga kedalaman 20-30 cm. Setelah pencangkulan pertama selesai, lahan bisa dibiarkan selama 5-7 hari. Kemudian dilakukan pencangkulan kedua sembari meratakan permukaan tanah, memberikan pupuk, serta menggemburkan struktur tanah.

Langkah berikutnya adalah pembuatan bedengan yang berukuran panjang 5 m, lebar 1 m, dan tinggi 30 cm. Buatlah beberapa bedengan di seluruh area lahan tanam dengan jarak antar-bedengan yaitu sekitar 30-50 cm. Jangan lupa juga untuk membuat saluran drainase air, untuk mencegah timbulnya genangan air di lahan yang dapat membahayakan tanaman kedelai nantinya. Pastikanlah saluran air ini mampu mengalirkan air hujan dengan lancar dan tidak tersendat-sendat.

Penanaman Benih

Anda bisa mendapatkan benih kedelai yang berkualitas unggul di www.tokotanaman.com ya. Benih ini tidak perlu disemai dahulu, melainkan bisa langsung ditanam di lahan budidaya. Tanamlah benih kedelai ini pada lubang tanam yang dibuat dengan cara ditugal dan jarak tanamnya 20 x 30 cm. Isilah setiap lubang tanam tadi memakai 2-3 biji kedelai sekaligus. Kemudian lubang tanam ini bisa ditutup kembali menggunakan lapisan tanah halus di sekitarnya dan tanpa terlalu dipadatkan.

Beberapa petani kerap membudidayakan kedelai dengan jagung untuk memperoleh hasil maksimal dari lahan pertaniannya. Pada metode tumpang sari ini, kedelai bisa ditanam pada jarak 30 x 30 cm dan jagung dapat ditanam di dalam jarak 90 x 90 cm. Anda bisa menanam jagung dahulu. Kemudian setelah tanaman jagung ini tumbuh dan berusia sekitar 2-3 minggu, barulah Anda dapat menanam kedelai. Dengan trik ini, maka pemanenan kedua tumbuhan ini bisa dilakukan serempak.

Penyulaman & Penyiangan

Seharusnya benih kedelai akan tumbuh pada 5-6 hari setelah tanam. Namun apabila ada benih yang tidak tumbuh, mati, atau kurang sehat, maka sebaiknya segera dilakukan upaya penyulaman dengan menggantinya memakai benih kedelai yang baru. Tanamlah biji kedelai sulaman ini pada waktu sore hari untuk menghindari terik panas matahari. Kerjakanlah proses penyulaman ini hingga tanaman kedelai berusia 7-10 hari agar nantinya pertumbuhan semua tanaman bisa seragam.

Proses penyiangan juga sangat penting untuk dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Mengapa? Hal ini dikarenakan tanaman gulma yang tumbuh di lahan tanam bakalan menjadi pesaing bagi tanaman kedelai dalam memperoleh zat hara, air, dan sinar matahari. Akibatnya adalah tanaman pun tak bisa tumbuh dengan normal karena pertumbuhannya terganggu. Selain itu, keberadaan tanaman gulma juga dapat meningkatkan kelembapan udara yang akan memicu datangnya hama dan penyakit.

Adapun jadwal untuk menyiangi tanaman gulma di lahan tanam kedelai adalah sebagai berikut :

  • Penyiangan pertama dilaksanakan setelah tanaman kedelai berusia 2-3 minggu
  • Penyiangan kedua bisa dilakukan saat tanaman kedelai mulai menghasilkan bunga
  • Penyiangan ketiga yaitu setelah Anda memberikan pemupukan tahap kedua

Pemupukan Tanaman

Budidaya tanaman kedelai biasanya dilakukan pada awal musim penghujan. Pemupukan tahap awal dilakukan saat pengolahan tanah, yakni memberikan pupuk kandang pada 1 minggu sebelum proses penanaman benih. Pupuk ini diberikan di barisan area yang hendak ditanami kedelai secara larikan. Lalu pemupukan tahap kedua diberikan saat tanaman berumur 30-35 hari memakai pupuk urea 50 kg dan KCl 50 kg masing-masing per hektar. Sedangkan untuk cara tumpang sari, pemupukan kedua  dilakukan ketika usia jagung sekitar 40-45 hari memakai urea 350 kg/ha dan KCl 100 kg/ha.

Panen Polong Kedelai

Tahap yang tidak kalah pentingnya dalam membudidayakan kedelai yaitu melaksanakan pemanenan dengan baik agar kualitas dan kuantitas hasil panen menjadi maksimal. Pemanenan harus dilakukan di waktu yang tepat. Ciri-cirinya antara lain tanaman kedelai sudah berwarna kuning sampai cokelat serta ada banyak daunnya yang menguning dan berguguran. Biasanya tanaman kedelai bisa dipanen ketika umurnya sudah mencapai 72-90 hari tergantung varietas tanaman yang dipilih.

Proses pemanenan biji polong kedelai ini bisa dilaksanakan dengan memotong batangnya memakai sabit yang bergerigi. Hindari mencabuti tanaman kedelai tersebut supaya bintil akar rhizobium-nya tetap tertanam di dalam tanah, di mana akar ini bermanfaat untuk menyuburkan tanah. Kemudian dilanjutkan dengan pemetikan biji polong dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan. Lalu biji kedelai ini bisa dijemur sampai kering. Lanjutkan dengan proses sortirasi untuk mengelompokkan biji kedelai tersebut menurut kelasnya.