Panduan Budidaya Pohon Porang untuk Pemula agar Hasil Melimpah

Tanaman porang (Amorphophallus muelleri BI.) adalah tumbuhan penghasil umbi yang dapat dimakan. Tanaman ini termasuk dalam famili Araceae di genus Amorphophallus. Tanaman porang dikenal pula dengan sebutan iles-iles. Namun suweg/walur (Amorphophallus titanum) merupakan tanaman yang berbeda dari porang. Perbedaan yang mencolok antara porang dengan suweg yaitu porang mempunyai umbi yang berwarna kuning cerah. Sedangkan umbi suweg memiliki warna putih. Selain itu, porang juga mempuyai bintil berwarna cokelat kehitaman di setiap pertemuan batangnya.

Tanaman porang merupakan terna tahunan yang mempunyai penampilan tahap vegetatif dan generatif yang bergantian dan berbeda. Pada tahap vegetatif, tanaman porang nampak memiliki daun bercabang-cabang dengan batang yang lunak. Sebenarnya ini bukan batang sejati, melainkan tangkai daun tunggal. Tangkai daun ini tumbuh tegak, lunak, permukaannya halus, dan berwarna hijau/hitam belang-belang putih. Pada ketinggian tertentu, tangkai daun tunggal ini akan menjadi tiga cabang sekunder dan akan mencabang lagi sekaligus menjadi tangkai helai daun.

Umbi porang selalu berada di bawah permukaan tanah. Umbi ini tunggal, tidak membentuk anakan, dan mengandung sari pati yang komposisinya didominasi oleh mannan. Umbi porang biasa dimanfaatkan untuk membuat tepung konjac. Tepung ini sangat berguna untuk beberapa industri di antaranya bahan baku pembuatan jelly, bahan pembuat kulit kapsul, bahan perekat dalam proses pembuatan kertas, dan lain-lain. Maka tak heran, umbi porang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Pengolahan Lahan

cara-budidaya-porang.jpeg

Tanaman porang paling baik dibudidayakan di dataran rendah yang terletak pada ketinggian 100-600 m dpl. Tanaman ini lebih suka tumbuh di tempat teduh yang menerima cahaya matahari hanya 50-70%. Biasanya digunakan jati, mahoni, dan sono sebagai peneduh dari tanaman ini. Untuk menghasilkan umbi yang berkualitas tinggi, tanaman porang ini harus ditanam di tanah yang subur dan gembur. Kisaran pH tanah yang ideal yaitu 6-7 derajat. Sementara curah hujan yang bagus berkisar 1.000-1.500 mm/tahun.

Budidaya porang dapat dilaksanakan di lahan datar maupun lahan miring. Pada lahan datar, lahan perlu dibersihkan terlebih dahulu dari gulma seperti rumput, ilalang, teki-tekian, semak-semak, dan lain-lain. Kemudian buatlah bedengan dengan ukuran lebar 50 cm dan tinggi 25 cm yang panjangnya disesuaikan dengan panjang lahan. Bedengan ini berguna untuk mencegah terjadinya genangan air. Adapun jarak bedangan dibuat sekitar 50-60 cm. Sedangkan pada lahan miring bisa langsung ditanami tanpa harus dibuat terasering terlebih dahulu.

Pengadaan Bibit

perbanyakan-porang-dari-umbi.jpg

Perbanyakan tumbuhan porang dapat dilakukan menggunakan biji, umbi batang, dan umbi tetas. Biji porang terkandung di dalam buah, di mana buah ini dihasilkan dari tanaman porang yang telah berumur minimal 4 tahun. Anda juga bisa menanam porang dari umbi batangnya. Umbi ini berada di dalam tanah. Untuk efektivitas penggunaan umbi batang, Anda bisa membaginya menjadi beberapa bagian sehingga setiap umbi dapat menghasilkan beberapa bibit porang.

Sedangkan umbi tetas merupakan umbi yang terdapat pada titik pertemuan antara batang dan cabang porang. Setelah disemai dengan baik, umbi tetas ini mampu berkembang menjadi bibit yang siap untuk ditanam di lahan. Nah, apabila Anda membutuhkan bibit porang yang asli dan memiliki kualitas unggul, Anda bisa membelinya di www.tokotanaman.com. Kami menyediakan bibit porang dengan harga yang terjangkau. Kami melayani pembelian dari seluruh wilayah Indonesia.

Penanaman Porang

Bagaimana cara menanam porang? Prosesnya tidak jauh berbeda dengan menanam tumbuh-tumbuhan penghasil umbi yang lainnya kok. Anda dapat memulainya dengan membuat lubang tanam di bedengan yang telah dibuat. Jarak antara masing-masing lubang tanam untuk menanam umbi porang yang ideal yaitu 150-200 cm. Hindari menanam porang terlalu dekat karena bisa meningkatkan kelembaban lahan sehingga rawan terjadi serangan jamur pada tanaman ini.

Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 50 cm. Kemudian masukkan pupuk kandang ke dalam lubang ini untuk meningkatkan kesuburannya. Lalu tutup lubang ini dengan tanah di sekitarnya hingga menyisakan kedalaman 20-25 cm dan diamkan selama 2 minggu. Barulah kemudian bibit-bibit porang bisa ditanam di dalam lubang tanam tersebut. Setiap lubang tanam ini cukup ditanami dengan satu bibit porang saja. Lanjutkan pekerjaan ini sampai seluruh lubang berhasil ditanami bibit porang.

Perawatan Tanaman

Perawatan dasar terhadap tanaman porang agar tumbuh subur yaitu menjaga kebersihan lahan dengan senantiasa menyiangi gulma yang tumbuh di lahan. Gulma ini wajib dibinasakan sampai ke akarnya agar tanaman porang bisa tumbuh secara maksimal. Lakukan penyiangan gulma ini setidaknya 1-2 minggu sekali sembari memperbaiki bedengan yang longsor. Potongan-potongan gulma yang terkumpul jangan dibuang. Anda dapat memanfaatkannya menjadi pupuk kompos.

Tanaman porang pada dasarnya memiliki daya tahan yang sangat baik. Tumbuhan ini mudah hidup di berbagai kondisi lingkungan. Namun agar pertumbuhan porang yang Anda budidayakan menjadi subur, Anda perlu melakukan pemupukan secara berkala supaya kebutuhan makanan pada tanaman tersebut dapat tercukupi dengan baik. Pemberian pupuk organik bisa dilakukan setiap saat agar tanah semakin subur. Sementara untuk pemberian pupuk kimiawi bisa dilakukan setahun sekali yaitu pupuk urea 10 gram/tanaman dan pupuk SP-36 36,5 gram/tanaman.

Sebagai tanaman yang suka tumbuh di tempat yang teduh, pertumbuhan porang justru akan semakin subur manakala ditanam di tempat-tempat yang terlindungi dari sinar matahari. Meskipun tanaman ini juga mampu tumbuh di tempat terbuka, tetapi pertumbuhannya malah semakin subur ketika berada di lahan yang terlindungi. Sehingga lahan untuk budidaya porang mutlak ditanami pohon peneduh sebagai naungan. Anda juga wajib memelihara tanaman peneduh ini dengan sebaik-baiknya.

Porang merupakan tanaman yang unik. Anda tak perlu kaget karena tanaman ini hanya akan mengalami pertumbuhan selama 5-6 bulan setiap tahunnya, yakni pada musim penghujan. Sementara pada musim kemarau, tanaman porang akan mengalami masa istirahat (dorman). Tanaman ini tak akan tumbuh dan daunnya menjadi layu seolah-olah mati. Padahal setelah musim penghujan kembali tiba, tanaman ini akan kembali tumbuh. Begitu pula dengan ukuran umbinya akan semakin membesar.

Pemanenan Umbi

umbi-porang-yang-siap-panen.jpg

Tujuan utama membudidayakan porang yaitu mendapatkan umbinya yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Harga umbi porang basah saat ini sekitar Rp 1000/kg dan potongan umbi porang kering sekitar Rp 10.000/kg untuk harga di pasaran lokal. Sedangkan bila Anda menjualnya langsung ke pabrik yang ada di luar negeri, harganya bisa mencapai USD 15-20/kg. Harga ini mungkin bisa saja berbeda dengan harga umbi porang di daerah Anda. Harga ini juga bersifat fluktuatif dan terus berubah-ubah.

Tanaman porang menghasilkan dua macam umbi yaitu umbi batang yang tersimpan di dalam tanah dan umbi tetas yang ada di setiap pertemuan batang. Adapun umbi yang bisa dikonsumsi ialah umbi batang. Umbi porang yang layak dipanen yaitu umbi yang telah mempunyai bobot minimal 1 kg. Biasanya panen pertama tanaman porang dilakukan setelah tanaman berusia 3-4 tahun. Setelah itu, tanaman bisa terus dipanen setiap tahun tanpa perlu melakukan penanaman ulang.

Waktu panen umbi porang biasanya dilaksanakan sekitar bulan April sampai Juli yaitu ketika tanaman sedang mengalami masa dorma. Ciri-ciri tumbuhan porang yang sudah dapat dipanen umbinya yaitu tanaman nampak berhenti tumbuh, seolah-olah sudah mati, serta tersisa hanya batang kering saja. Anda bisa menggali di tanah di lubang tersebut dengan hati-hati supaya tidak melukai umbi porang. Silakan ambil hanya umbi yang sudah cukup besar. Sementara umbi-umbi porang yang masih kecil sebaiknya ditinggalkan agar tetap bisa berkembang untuk dipanen pada tahun depan.