Panduan Budidaya Kacang Panjang dari Tanam Benih sampai Panen

Tanaman kacang panjang menjadi salah satu komoditi pertanian yang memiliki harga jual yang baik. Hal ini dapat kita lihat dari tinggi dan stabilnya harga kacang panjang di pasaran. Ternyata kondisi ini sendiri dipicu oleh tingkat permintaan pasar yang begitu besar terhadap kacang panjang namun stok yang ada tak terlalu banyak. Bukan tanpa alasan kenapa sebagian besar petani enggan membudidayakan kacang panjang. Alasannya karena memang tanaman ini cukup sulit untuk ditanam.

Namun tidak ada salahnya Anda untuk mencoba budidaya tanaman kacang panjang. Tanaman ini sendiri diketahui mampu tumbuh lebih optimal ketika dipelihara di dataran tinggi dibandingkan dataran rendah. Selain itu, penggunaan benih unggul juga berpengaruh besar terhadap keberhasilan usaha Anda. Silakan Anda bisa mendapatkan biji kacang panjang unggul dengan harga terjangkau di www.tokotanaman.com ya. Selanjutnya Anda mesti menyiapkan lahan budidaya dahulu sebelum menanamnya.

Perlu Anda tahu, terdapat dua jenis varietas kacang panjang yang biasa dibudidayakan petani antara lain kacang panjang putih super dan kacang panjang super sainan. Diketahui potensi hasilnya sendiri berkisar 7-9 ton/hektar. Biasanya tanaman ini bakal tumbuh lebih subur pada musim hujan. Paling baik tanaman kacang panjang ditanam di lahan yang berada di atas 600 m dpl, suhu udara 25-32 oC, pH tanah 5,5-6,5 derajat, struktur tanah yang gembur, curah hujan 600-1.500 mm/tahun, dan kaya bahan organik.

Penyiapan Lahan

Tentunya Anda tak bisa langsung menanam kacang panjang di lahan. Melainkan Anda mesti menyiapkan lahan ini terlebih dahulu. Anda dapat memulainya dengan membersihkan gulma yang tumbuh memakai herbisida agar lebih praktis. Kemudian tanah ini dicangkul sedalam 30 cm supaya gembur dan membuat parit sebagai saluran drainase air. Lanjutkan dengan pembuatan bedengan selebar 60-80 cm, tinggi 30 cm, dan jarak antar-bedengan 30 cm. Sedangkan untuk model guludan, lebar dasar 30-40 cm, lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm, dan jarak antar-guludan 30-40 cm.

Ketika pembuatan bedengan atau guludan, Anda bisa memberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 4-5 ton/hektar. Selanjutnya dilakukan pengapuran memakai kapur pertanian (dolomit) untuk meningkatkan pH tanah apabila tingkat keasamannya berada di bawah level 5,5 derajat. Adapun dosis pengapuran ini sekitar 1-2 ton/hektar tergantung tingkat keasaman tanah. Semakin banyak kapur yang ditebarkan, maka pH tanah pun bakal semakin naik. Namun pH tanah tidak boleh lebih dari 6,5 derajat karena dapat menyebabkan nodula akar tanaman menjadi pecah.

Pupuk dasar juga perlu diberikan untuk meningkatkan kesuburan tanah di lahan budidaya. Pupuk dasar ini diberikan di dalam lubang pupuk yang terletak di sebelah kanan dan kiri lubang tanam. Dosis pupuk yang diberikan untuk setiap tanaman bergantung pada jarak tanam yang digunakan. Adapun jenis-jenis pupuk yang dipakai sebagai pupuk dasar ini antara lain :

  • Kacang panjang tipe merambat : urea 150 kg + TSP 100 kg + KCl 100 kg per hektar
  • Kacang panjang tipe tegak : urea 22,5 kg + TSP 45 kg + KCl 45 kg per hektar
  • Kacang hibrida : urea 85 kg + TSP 310-420 kg + KCl 210 kg per hektar

Penanaman Benih

Proses penyemaian tidak perlu dilakukan terhadap benih kacang panjang. Melainkan benih tersebut bisa langsung ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan di lahan. Waktu yang paling baik untuk kita menanam benih kacang panjang yaitu di pagi hari pada awal musim hujan. Adapun caranya adalah benih ini dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2-3 biji/lubang lalu tutuplah dengan lapisan tanah tipis di atasnya. Benih pun akan tumbuh dalam kurun waktu 3-5 hari kemudian. Tapi apabila ada benih yang tidak tumbuh, Anda harus segera melakukan penyulaman dengan menanaminya lagi.

Perawatan Tanaman

Upaya yang dilakukan dalam merawat tanaman kacang panjang adalah sebagai berikut :

  • Pengairan : Pada awal pertumbuhan benih kacang panjang sampai tanaman muda perlu Anda bantu pengairan/penyiraman setiap hari untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Siramilah tanaman ini pada pagi dan sore hari, terutama ketika sedang tidak turun hujan.
  • Pemangkasan : Pemangkasan atau perempelan tanaman bertujuan untuk menjaga postur serta pertumbuhan tanaman kacang panjang. Tanaman kacang panjang yang terlalu rimbun perlu dipangkas bagian daun dan ujung batangnya secara berkala agar tidak menghambat tumbuhnya bunga dan polong kacang panjang.

  • Pemupukan : Pemupukan susulan perlu dilakukan secara berkala untuk menyuburkan tanaman kacang panjang. Untuk tanaman tipe merambat, pemupukan susulan dilakukan pada 4 minggu setelah tanam menggunakan urea sebanyak 150 kg per hektar. Sedangkan pemupukan susulan pada tanaman kacang panjang tipe tegak dilaksanakan pada 4 minggu setelah tanam memakai urea dengan dosis 85 kg per hektar.

Hama & Penyakit

Beberapa contoh hama dan penyakit utama pada tanaman kacang panjang antara lain :

  • Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
  • Penyakit sapu oleh virus Cowpea Witches-broom
  • Penyakit layu bakteri oleh bakteri Pseudomonas solanacearum E.F. Smith.

Pemanenan Polong

Polong kacang panjang biasanya dipanen sewaktu usianya masih cukup muda ya. Pasar sendiri memang menghendaki polong yang demikian sebab teksturnya masih lembut sehingga rasanya pun lebih nikmat. Panen polong muda ini dilakukan pada semua tipe tanaman kacang panjang baik itu tanaman merambat maupun tegak. Adapun ciri-ciri polong kacang panjang yang telah siap dipanen adalah ukurannya sudah maksimal, polongnya mudah dipatahkan, dan biji-biji di dalam polong tersebut belum terlalu menonjol. Biasanya tanaman kacang panjang telah berumur 3,5-4 bulan sudah siap dipanen polongnya.

Waktu pemanenan polong kacang panjang biasanya dikerjakan pada pagi atau sore hari. Untuk tanaman tipe merambat, cara pemanenannya yaitu Anda dapat memotong bagian tangkai buah/polong memakai pisau yang tajam. Sedangkan proses pemanenan polong pada tanaman tipe tegak dilaksanakan dengan mencabut/memotong bagian pangkal batang tanaman setinggi 10-15 cm dari permukaan tanah. Lantas polong kacang panjang yang telah terkumpul ini diikat per kg untuk kemudian dijual dalam kondisi yang masih segar ke pasar atau konsumen Anda.