Panduan Budidaya Amarilis (Bunga Bawang-bawangan) di Kebun Nih!

Bunga amarilis akhir-akhir ini menjadi sebuah fenomenal manakala ada salah satu kebun bunga amarilis di Yogyakarta yang bermekaran secara serempak. Peristiwa tersebut seketika viral ke seluruh Indonesia mengingat pemandangan yang tercipta dari hamparan bunga amarilis ini begitu indah serta memesona. Tak sedikit pula yang akhirnya mendapatkan ide untuk membudidayakan bunga amarilis sendiri. Karena tanaman ini sebenarnya tidak terlalu susah untuk ditanam kok. Perawatannya juga terbilang mudah.

Tanaman bunga amarilis dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Pertumbuhannya sendiri akan mencapai tingkat yang maksimal saat tanaman ini bisa memperoleh banyak sinar matahari. Namun Anda harus waspada terhadap genangan air yang akan membusukkan tanaman dengan mudah. Jika Anda memang berniat untuk membudidayakan bunga amarilis, silakan Anda bisa membeli bibitnya di www.tokotanaman.com ya. Kami menjual umbi amarilis dengan harga yang terjangkau loh.

Spesial nih untuk Anda yang tertarik menanam bunga amarilis secara massal alias membudidayakannya, kami sengaja membuat panduan budidaya bunga amarilis yang lengkap supaya dapat membantu Anda!

Menyiapkan Lahan Tempat Budidaya

Usaha pembudidayaan bunga amarilis sebaiknya dilakukan di lahan khusus agar pertumbuhannya lebih optimal. Sebelum proses penanaman bibit dilakukan, tentunya Anda perlu mengolah lahan terlebih dulu ya. Anda bisa memulainya dengan membersihkan gulma yang tumbuh di lahan dengan menyemprotkan herbisida. Setelah menunggu 3-5 hari, semua gulma pun bakal mati. Kini Anda tinggal membersihkannya saja secara manual menggunakan pisau sabit. Kumpulkan gulma yang telah mengering tersebut.

Tahap selanjutnya yaitu menaburkan pupuk kandang di lahan untuk meningkatkan kesuburan tanahnya. Jangan lupa untuk mencampurkan pupuk tersebut dengan tanah secara merata. Setelah itu, Anda dapat membuat bedengan sebagai tempat penanaman bibit amarilis. Perhatikan arah datangnya sinar mentari ketika membuat bedengan ini untuk memaksimalkan penerimaannya. Lantas lahan didiamkan selama 7-10 hari untuk membuat kondisi tanahnya menjadi normal kembali dan siap untuk ditanami.

Menanam Bibit Amarilis dengan Baik

Kini saatnya bagi Anda untuk menanam bibit amarilis. Pada umumnya, bibit amarilis hanya berupa umbi. Namun Anda tidak perlu merasa cemas karena umbi amarilis tergolong mudah tumbuh. Asalkan kondisi umbi sudah tua dan sehat, maka pasti bakal tumbuh dengan cepat. Sangat disarankan untuk melakukan penyemaian umbi ini terlebih dahulu agar menumbuhkan tunas. Tunas inilah yang bakal menjadi acuan kita dalam memosisikan umbi amarilis dengan benar. Ingat, posisi tunas harus berada di sebelah atas.

Buatlah lubang tanam terlebih dahulu dengan ukuran 10 x 10 x 15 cm dengan jarak 20 x 20 cm atau 20 x 25 cm. Masukkan umbi amarilis ke dalam lubang tersebut, lalu timbun kembali dengan tanah yang ada di sekitarnya. Lakukanlah proses penanaman ini seterusnya sampai seluruh lahan sudah ditanami umbi amarilis. Kemudian Anda bisa melakukan pengecekan sekali lagi untuk memastikan kondisinya tanaman akan aman. Anda dapat mengatur saluran drainase untuk mencegah pembentukan genangan air.

Memelihara Tanaman Bunga Amarilis

Perawatan tanaman amarilis tidak sesulit yang Anda kira kok. Ingat, tanaman ini sendiri biasanya hanya mau berbunga pada awal musim hujan yaitu sekitar Bulan September. Jadi Anda sebaiknya tidak berpikir untuk membuatnya lebih cepat berbunga karena itu pasti tidak bakal berhasil. Fokuslah pada merawat tanaman amarilis agar cepat tumbuh besar serta beranak banyak sehingga pada Bulan September yang akan datang tanaman amarilis tersebut sudah mampu menghasilkan bunga dengan rimbunnya.

Perlu Anda tahu, tanaman amarilis termasuk membutuhkan air yang cukup banyak. Tetapi tanaman ini juga sangat tidak tahan terhadap genangan air. Jadi memang saluran drainase dibutuhkan sekali di lahan amarilis ini. Kemudian Anda juga perlu membersihkan gulma yang ada di kebun agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Selain itu, pemupukan susulan juga penting sekali dilakukan minimal setiap 2-3 minggu sehingga tanaman amarilis yang Anda budidayakan akan tumbuh subur dan beranak pinak.

Keuntungan dari budidaya tanaman amarilis bisa diperoleh dari penjualan bibit tanaman, bunga potong, serta tempat rekreasi. Dengan padatnya aktivitas manusia saat ini membuat kondisi stres mudah sekali menyerang. Hal ini membuat manusia terus mencari tempat yang asri untuk menghilangkan rasa stres dan penat di kehidupannya. Nah, hamparan kebun amarilis di kebun Anda pasti kami jamin bisa menjadi objek wisata baru yang sangat menarik untuk dikunjungi. Anda bisa mengambil laba tambahan dari sini.