Metode Perawatan Pohon Rambutan yang Baik Supaya Berbuah Banyak

Penanaman pohon rambutan paling bagus dilaksanakan di dataran rendah dengan ketinggian yang berkisar 30-500 m dpl. Apabila ditanam pada ketinggian di bawah 30 m dpl, tanaman ini bisa tetap tumbuh namun hasil buahnya tidak optimal. Sinar matahari harus sanggup mengenai seluruh areal pertanaman supaya tanaman rambutan ini mampu tumbuh subur. Sedangkan intensitas curah hujan yang dikehendakinya mencapai 1500-2500 mm/tahun.

Salah satu kunci keberhasilan dalam membudidayakan tanaman rambutan terletak pada perawatan tanaman tersebut. Bagaimanapun juga tanaman akan tumbuh secara maksimal manakala dipelihara dengan baik, kan? Diketahui bahwa bentuk-bentuk metode perawatan tanaman rambutan meliputi penjarangan dan penyulaman, perempelan, pemupukan, pengairan dan penyiraman, serta kegiatan pengendalian hama dan penyakit.

PENJARANGAN DAN PENYULAMAN

Kondisi tanah yang telah digemburkan dan begitu subur memungkinkan tumbuh-tumbuhan mampu tumbuh dengan mudah di areal pertanaman. Termasuk pula untuk tumbuhan lain selain rambutan alias tanaman pengganggu (gulma). Anda mesti melaksanakan penyiangan gulma secara rutin untuk membersihkan kebun tersebut sehingga tanaman rambutan yang dibudidayakan dapat tumbuh baik serta tidak terganggu. Sembari menyiangi gulma, Anda juga mesti melakukan penyulaman terhadap bibit yang tidak tumbuh, terganggu hama/penyakit, atau pertumbuhannya tak normal.

PEREMPELAN

Kegiatan perempelan berguna untuk membentuk tajuk tanaman supaya lebih rimbun. Pekerjaan ini bisa dilaksanakan sejak tanaman berumur 2 tahun, yaitu dengan merempel alias memangkas bagian ujung cabang-cabang tanaman. Fungsi lain dari proses perempelan ini adalah membentuk tanaman, memperbanyak cabang, dan mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara. Sebaiknya kegiatan perempelan dikerjakan setelah masa panen buah telah usai sehingga dapat merangsang tumbuhnya tajuk-tajuk baru sebagai munculnya bunga baru pada musim berbuah selanjutnya.

PEMUPUKAN

Pemberian pupuk mesti dilakukan secara rutin untuk menjaga tingkat kesuburan areal pertanaman sehingga tanaman rambutan yang dibudidayakan tumbuh subur serta terjaga tingkat produksinya. Adapun ketentuan-ketentuan pemupukan yang tepat adalah sebagai berikut :

  • Pemupukan susulan pertama dikerjakan ketika tanaman rambutan berumur 2 tahun setelah tanam. Pupuk yang digunakan berupa campuran pupuk kandang 30 kg, TSP 50 kg, Urea 100 gram, dan ZK 20 gram. Campuran pupuk ini kemudian diaplikasikan dengan menaburkannya di sekeliling tanaman. Sebelumnya Anda perlu membuat lubang galian berukuran lebar 40-50 cm serta kedalaman 30 cm yang mengelilingi pohon rambutan. Lalu masukkan campuran pupuk tersebut ke dalam lubang ini.
  • Pemupukan pada tahun berikutnya menggunakan dosis yang ditingkatkan yaitu meliputi 50 kg pupuk kandang, 60 kg TSP, 150 gram Urea, dan 250 gram ZK. Anda juga boleh mengganti dengan pupuk NPK 15:15:15 dengan dosis sebanyak 75-125 kg/ha jika diaplikasikan di musim hujan, atau dosis 250-350 kg/ha bila ditaburkan di awal musim hujan. Adapun cara memberi pupuk ini masih sama seperti metode pemupukan yang pertama di atas.

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN

Bibit rambutan yang telah ditanam mesti disirami sebanyak 2 kali/hari pada pagi dan sore hari dalam kurun waktu 2 minggu pertama. Kemudian pada waktu minggu-minggu selanjutnya penyiraman bisa dikurangi menjadi 1 kali/hari saja. Setelah kondisi tanaman rambutan sudah beradaptasi dengan baik dan benar-benar kuat, maka frekuensi penyiraman ini bisa dikurangi lagi menjadi waktu dibutuhkan saja. Pastikan pula area di sekitar tanaman tersebut tidak tergenang air.

PENGENDALIAN OPT

Ada kemungkinan bahwa OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) seperti hama atau penyakit bakal menyerang tanaman rambutan yang Anda pelihara. Untuk mencegah kemungkinan buruk ini, maka penyemprotan pestisida mesti dilakukan setiap 15-20 hari sebelum panen. Upaya pengendalian ini juga sebaiknya dilakukan secara berkala selama musim hujan karena tingkat kelembapan yang tinggi akan memicu tumbuhnya cendawan. Anda harus memakai pestisida yang tepat di sini.

  • Hama : Jenis-jenis hama pada tumbuhan rambutan di antaranya semut, kutu, kepik, kalong, bajing, dan ulat. Beberapa jenis ulat yang sering menyerang tanaman rambutan seperti ulat penggerek buah (buah mengering dan berwarna hitam), ulat penggerek batang (membuat lubang sepanjang 30 cm), ulat pemakan daun (memakan daun di musim kemarau), dan ulat jengkal (memakan daun muda sehingga mengeriting).
  • Penyakit : Penyakit utama pada tanaman rambutan ditimbulkan oleh semacam ganggang (Cjhephaleusos sp) yang menyerang daun tua di musim kemarau. Ada pula ganggang jenis Chaphaleuros kesimbiose yang menyerang bagian daun dan batang hingga menyebabkan mati. Penyakit akar putih sendiri disebabkan oleh cendawan Rigidoporus Lignosus yang suka menyerang bagian akar tanaman.
  • Gulma : Istilah gulma ini mencakup semua jenis tumbuhan pengganggu tanaman rambutan atau tumbuh-tumbuhan yang keberadaannya di lahan tidak diharapkan. Biasanya tanaman gulma ini berupa rumput, teki, atau alang-alang. Keberadaan gulma tadi mesti disingkirkan karena dapat menjadi pesaing bagi tanaman rambutan serta mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman utama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *