Metode Pembibitan Tanaman Gladiol yang Baik Supaya Tumbuh Subur

Bunga gladiol sering kali dipandang sebagai bunga potong yang istimewa karena daya tahannya yang lebih lama hingga mencapai 7-10 hari. Bunga gladiol ini juga mempunyai warna yang beraneka rupa. Tanaman gladiol sendiri bisa diperbanyak secara generatif maupun vegetatif. Namun biasanya teknik pembibitan secara vegetatif mampu menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya jauh lebih cepat dibandingkan metode generatif sehingga lebih cepat dipanen pula.

Persyaratan Benih

Bibit tanaman bunga gladiol yang berasal dari subang bibit yang berkualitas unggul seharusnya dapat menghasilkan bunga yang diameternya lebih dari 2,5 cm, kecuali kultivar golden boy yang memang diameter bunganya cuma 1 cm. Bibit tersebut harus dipilih yang kondisinya sehat dan tidak memiliki cacat. Bibit vegetatif bisa dikatakan bagus apabila mempunyai daya kecambah lebih dari 90 persen. Sedangkan untuk bibit generatif harus berasal induk yang cukup umur dan pertumbuhannya baik.

Penyiapan Benih

Pada umumnya teknik perbanyakan tanaman gladiol secara generatif dengan menanam biji memiliki tujuan utama untuk mendapatkan kultivar baru serta bukan untuk tujuan bibit produksi. Pengadaan bibit produksi sendiri biasanya dilaksanakan secara vegetatif melalui umbi (anak subang), bibit belah (subang belah), kultur jaringan, dan suspensi sel. Anda dapat mengambil umbi dan anak umbi gladiol dari tanaman yang sudah dipanen. Kultur jaringan sendiri merupakan salah satu cara alternatif untuk menanggulangi kendala-kendala dalam perbanyakan tanaman gladiol secara konvensional.

Adapun kebutuhan bibit (subang) adalah 213.063 buah/hektar. Subang dan anak subang yang bakal dijadikan bibit ini tidak bisa langsung tumbuh apabila ditanam walaupun di lingkungan tumbuh yang cocok dan optimal. Mengapa? Karena subang dan anak subang tadi membutuhkan masa dormansi. Selama masa dormansi ini, subang dan anak subang yang sudah kering bisa disimpan di tempat yang memiliki sirkulasi udara lancar dan terhindar dari sinar matahari langsung. Subang yang telah dipisah dari batangnya ini dapat disimpan selama kurang lebih 2 minggu.

Penyemaian Benih

Biji tanaman gladiol bisa langsung disemai karena tidak mengalami masa dormansi. Biasanya biji ini akan berkembang menjadi kecambah setelah 7-12 hari di tempat penyemaian. Menariknya adalah jumlah daun pada tanaman gladiol yang tumbuh dari biji hanya sebanyak 1-2 helai saja. Tanaman ini selanjutnya akan menghasilkan anak subang setelah umurnya 5 bulan. Anak subang ini mempunyai diameter kurang dari 1 cm. Setelah itu, anak subang ini bakal memasuki masa dormansi.

Pemeliharaan Pembibitan

Penanaman tumbuhan gladiol biasanya dilakukan menggunakan bibit anak subang yang baru muncul dari stolon yang mengubungkan subang induk dan subang baru. Perbanyakan dengan memakai anak subang yang berdiameter sekitar 1 cm membutuhkan 2 kali proses penanaman untuk bisa mencapai ukuran subang yang mampu menghasilkan bunga. Penanaman pertama memerlukan waktu sekitar 4 bulan hingga panen subang kecil. Subang kecil hasil panen pertama ini memiliki diameter 2 cm.

Setelah dipanen, subang kecil akan mengalami masa dormansi minimal selama 3,5 bulan. Setelah itu, subang kecil ini dapat ditanam kembali dalam waktu penanaman yang sama seperti tahap pertama. Hasil subang dari penanaman kedua ini memiliki diameter 3 cm dan merupakan bibit yang siap untuk berbunga. Rata-rata di setiap kultivar tanaman gladiol, anak subang yang berdiameter sekitar 1 cm akan menjadi subang bibit yang siap berbunga dalam kurun waktu 16 bulan.

Pemindahan Bibit

Bibit tanaman gladiol siap ditanam manakala sudah melewati masa dormansinya. Ciri-cirinya adalah munculnya akar berupa tonjolan kecil berwarna putih melingkar di bagian bawah subang. Peristiwa pecahnya dormansi ini juga biasanya ditandai dengan kemunculan mata tunas. Kemudian jika tunas ini telah mencapai tinggi 1 cm, maka subang pun siap untuk ditanam. Hindari menunda-nunda untuk menanamnya karena jika sampai terlambat bakal menyebabkan tunas akan semakin tinggi dan akar semakin panjang sehingga rentan mengalami kerusakan pada saat penanaman.