Mempelajari Syarat Tumbuh Tanaman Teh yang Baik Supaya Optimal

Kegiatan meminum secangkir teh kini sudah berkembang menjadi salah satu bagian dari gaya hidup masyarakat. Banyak orang yang memilih untuk menikmati teh di pagi dan sore hari. Hal ini membuat harga teh di pasaran relatif stabil dan cenderung naik sehingga sangat bagus khususnya bagi petani. Budidaya teh pun marak dilakukan di Indonesia. Umumnya proses budidaya teh ini dilakukan secara massal oleh perkebunan teh, sekaligus mencakup pabrik pengolahannya.

Karena secara alami berasal dari daerah beriklim subtropis, maka tanaman teh lebih cocok ditanam di dataran tinggi serta kawasan pegunungan. Hampir di setiap daerah di Indonesia terdapat kebun teh. Namun bukan berarti peluang membudidayakan tanaman teh masih tertutup. Justru sebaliknya loh. Kebiasaan masyarakat yang tidak bisa dilepaskan dari minuman teh ini membuat peluang untuk membudidayakan tanaman teh terus terbuka lebar hingga sekarang.

Sebelum memulai usaha budidaya tanaman teh, sebaiknya Anda mengetahui syarat-syarat tumbuh tanaman ini sehingga Anda dapat melakukan persiapan dengan baik. Adapun untuk syarat tumbuh tanaman teh adalah sebagai berikut!

IKLIM

Aspek mengenai iklim yang wajib diperhatikan yaitu meliputi suhu udara yang ideal sekitar 13-15 oC, tingkat kelembapan relatif pada siang hari >70%, curah hujan tahunan minimal 2000 mm, dan curah hujan kurang dari 60 mm tidak lebih dari 2 bulan selama bulan penanaman. Perhatikan pula tentang cahaya matahari yang notabene sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman teh. Semakin banyak sinar matahari, maka suhu udara akan semakin panas sehingga bakalan menghambat pertumbuhan tanaman teh.

Itu sebabnya, perkebunan teh yang berada pada ketinggian 400-800 m dpl wajib dilengkapi tanaman pelindung. Selain itu dibutuhkan pula mulsa sekitar 20 ton/ha untuk menurunkan suhu tanah karena perakaran tanaman bisa rusak apabila suhu tanahnya terlalu tinggi, terutama perakaran bagian atas. Faktor iklim lainnya yang perlu diperhatikan yaitu tiupan angin. Tidak hanya menyebabkan daun teh rontok, tiupan angin yang terlalu tinggi juga bisa memengaruhi kelembapan serta penyebaran hama dan penyakit.

TANAH

Tanah yang serasi sangat cocok ditanami tumbuhan teh. Maksud dari tanah yang serasi yaitu tanah yang subur, kaya akan bahan organik, tidak mengandung cadas, dan tingkat keasaman (pH) 4,5-5,6. Biasanya tanah seperti ini banyak terdapat di lereng gunung berapi berupa tanah andisol. Selain itu, ada pula jenis tanah lain yang serasi bersyarat yaitu tanah latosol dan tanah podzolik. Kedua jenis tanah ini biasanya ada di dataran rendah yang terletak pada ketinggian kurang dari 800 m dpl.

Wajib hukumnya dilakukan survei tanah saat pembukaan dan pengelolaan kebun untuk mengetahui klasifikasi kesesuaian tanah dan kemampuan lahan. Kesesuaian tanah dapat dibagi menjadi 3 macam antara lain kategori I, II, dan III. Sedangkan survei kemampuan lahan bertujuan untuk menghasilkan peta yang memuat tentang derajat kemiringan lahan, tingkat ketebalan tanah, peta kemampuan lahan, dan peta rekomendasi untuk penggunaan lahan.

ELEVASI

Sebenarnya elevasi tidak menjadi faktor pembatas bagi pertumbuhan tanaman teh asalkan iklim dan kondisi tanah sudah serasi bagi penanaman teh. Namun perlu Anda tahu bahwa terdapat hubungan antara elevasi dengan unsur iklim seperti suhu udara. Jadi semakin rendah elevasi pertanaman maka suhu udara pun akan semakin tinggi. Maka dari itu diperlukan pohon pelindung di perkebunan teh di dataran rendah untuk menurunkan suhu udara sehingga pertumbuhan tanaman akan semakin baik.

Berdasarkan tingkat keserasian elevasi, wilayah-wilayah di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 3 daerah yang meliputi :

  1. Daerah rendah terletak lebih rendah dari 800 meter di atas permukaan laut
  2. Daerah sedang terletak berkisar antara 800 – 1.200 meter di atas permukaan laut
  3. Daerah tinggi terletak lebih tinggi dari 1.200 meter di atas permukaan laut

Perlu Anda tahu faktor suhu udara sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman teh. Kenyataannya yaitu mutu teh yang dihasilkan tergantung dari lokasi tempat tanaman teh tersebut ditanam. Aroma teh yang tumbuh di dataran tinggi biasanya lebih semerbak dibandingkan tanaman teh yang ditanam di dataran rendah. Perkebunan teh di Indonesia sendiri berada di keserasian elevasi yang cukup luas, yaitu pada daerah-daerah yang terletak di ketinggian 400-2000 meter di atas permukaan laut.