Panduan Pemangkasan Pada Pohon Durian agar Berbuah Banyak

Anda dapat membudidayakan pohon durian karena tanaman ini tumbuh baik di Indonesia. Perawatan tanaman ini juga tidak terlalu susah. Sebaiknya sih Anda mulai menanam bibit durian pada awal musim penghujan agar tidak repot merawatnya. Kebutuhan air yang diperlukan oleh tanaman durian ini sudah dicukupi oleh alam berupa air hujan. Anda tinggal memberikannya pupuk secara berkala dan menyiangi gulma yang tumbuh di sekitar tanaman ini.

Bentuk perawatan lain yang mesti diberikan ke pohon durian yaitu melakukan pemangkasan. Tanaman durian wajib dipangkas secara berkala. Tujuannya ialah untuk membentuk tajuk pohon dan merangsang tumbuhnya buah. Tanaman durian yang tidak pernah atau jarang dipangkas akan menjadi terlalu rimbun sehingga justru tidak baik bagi kesehatannya. Tingkat kelembaban di sekitar tanaman ini terlalu tinggi. Akibatnya hama dan penyakit pun mudah menyerang.

Pemangkasan harus dilakukan terhadap cabang-cabang tanaman yang keberadaannya tidak diharapkan. Selain cabang yang telah tua, cabang yang mati, atau cabang yang berpenyakit, cabang-cabang tanaman yang lokasinya tidak tepat pun mesti dipangkas. Selain berguna untuk membentuk postur pohon durian, pemangkasan cabang ini juga berguna untuk memaksimal pertumbuhan cabang-cabang lain yang kita harapkan dapat menghasilkan buah durian.

Di bawah ini merupakan gambar ilustrasi tentang cabang-cabang pohon durian yang harus dipangkas!

Keterangan :

  • Cabang yang ditandai dengan lingkaran berwarna pink harus dipangkas karena lokasinya terlalu dekat dengan permukaan tanah. Dikhawatirkan setelah tumbuh besar nanti, cabang ini akan mengganggu aktivitas lalu-lalang di dalam kebun.
  • Cabang yang bertanda lingkaran hijau juga wajib dihilangkan melalui pemangkasan. Ukuran dari cabang ini terlalu kecil sehingga sulit menghasilkan buah. Kalau pun berbuah pun hasilnya tidak akan maksimal. Cabang ini lebih baik ditiadakan saja supaya asupan nutrisi dapat dialirkan ke cabang-cabang yang pertumbuhannya bagus.
  • Cabang yang ditandai warna biru pun harus Anda pangkas sampai habis. Kenapa? Sebab cabang ini tumbuh secara vertikal atau tegak ke atas. Cabang-cabang tanaman yang tumbuh ke atas memiliki kecenderungan menjadi pesaing dari batang utama dalam menyerap nutrisi. Artinya cabang ini cuma memboroskan persediaan makanan saja.

Prinsip utama pemangkasan pohon durian yaitu membuang cabang-cabang pohon yang tidak memiliki manfaat. Cabang-cabang tanaman durian seperti yang kami jelaskan di atas harus dibuang karena tidak bermanfaat bagi kita sebagai petani. Selain itu, pemangkasan juga akan merangsang munculnya tunas vegetatif pada buah serta mengendalikan pertumbuhan tanaman. Lakukan proses pemangkasan ini secara berkala untuk mendukung kontinuitas produksi buah durian.

Setidaknya terdapat 8 tujuan utama pemangkasan pada pohon durian, antara lain :

  1. Membuang cabang yang mengganggu
  2. Memicu pertumbuhan tanaman
  3. Memaksimalkan produksi buah
  4. Merangsang tumbuhnya bunga
  5. Mempermudah penyerapan nutrisi
  6. Mengurangi kelembaban tanaman
  7. Mempermudah pemeliharaan
  8. Membentuk tajuk tanaman

Berdasarkan maksud dan tujuannya, pemangkasan pohon durian dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu pemangkasan akar, pemangkasan bentuk, dan pemangkasan pemeliharaan.

PEMANGKASAN AKAR

Tujuan utama pemangkasan akar adalah mengurangi laju pertumbuhan vegetatif pada tanaman durian. Sehingga pohon durian yang rutin dipangkas akarnya, maka ukurannya pun tak terlalu tinggi. Ketinggian pohon ini senantiasa terjaga dengan baik. Agar pohon durian tidak tinggi sehingga mudah memanennya, Anda mesti memberlakukan pemangkasan akar secara berkala. Namun Anda harus menunggu sampai tanaman memiliki tajuk yang sempurna, barulah kemudian bisa dipangkas akarnya.

Pemangkasan akar pada pohon durian secara efektif dapat menghmbat pertumbuhan vegetatif hingga mencapai 40% per musim. Sehingga tanaman pun tak usah lagi dipangkas cabangnya. Selain itu, upaya pemangkasan akar juga berguna untuk mempercepat tanaman menghasilkan buah serta meningkatkan kualitas buah. Waktu pemangkasan dilakukan saat pohon durian mulai berbunga. Pemangkasan akar dilaksanakan dengan mengiris akar yang ada di kedalaman 60-90 cm hingga sejauh 150-200 cm. Metode pemotongannya yaitu kedua sisi barisan pangkal dipotong.

PEMANGKASAN BENTUK

Pemangkasan bentuk pada dasarnya dilaksanakan untuk membentuk tanaman sehingga mempermudah dalam merawatnya dan memaksimalkan produktivitas tanaman lewat tajuk-tajuk produktif yang sudah dihasilkannya. Bagian pohon durian yang perlu dipangkas yakni cabang-cabang yang tidak bermanfaat dan tunas yang tumbuh di bawah percabangan utama, cabang yang polanya tidak beraturan, cabang yang kering setelah dipanen, serta tunas air yang terdapat di tengah-tengah tajuk tanaman.

Pemangkasan bentuk/tajuk dilakukan sejak tanaman berusia minimal 1 tahun. Pilih hanya satu batang utama. Jika terdapat lebih dari satu batang utama, Anda harus memangkasnya hingga tersisa cuma satu batang saja. Setelah tinggi batang utama ini mencapai 1 meter, Anda perlu memangkas pucuk tunasnya untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru sebagai bakal cabang primer. Pililah sekitar 6-10 calon cabang primer untuk dipelihara.

Usahakan Anda memilih cabang-cabang tanaman yang posisinya simetris supaya bentuk tajuk dan percabangannya seimbang. Selama proses pertumbuhan cabang primer yang telah dipilih ini, Anda perlu menyingkirkan tunas-tunas liar yang tumbuh di sekitar dahan. Ingat, batang utama yang kokoh sepanjang 0,7-1 m berfungsi sebagai penyangga. Sedangkan tajuk mahkotanya setinggi 2-3 m yang berbentuk cembung sepert payung yang terbuka atau piramida.

Proses pembentukan tajuk dilaksanakan dengan memelihara 1 batang utama serta 6-10 cabang primer. Pembentukan tajuk pada tanaman durian wajib dilakukan dalam rangka untuk membudidayakannya. Pemangkasan tanaman dapat dikerjakan memakai gunting pangkas untuk cabang-cabang tanaman dan gergaji pada cabang yang ukurannya cukup besar. Untuk mencegah serangan hama dan penyakit, Anda perlu mengoleskan vaselin, cat minyak, atau oli pada cabang yang baru saja dipangkas.

Adapun prinsip-prinsip dalam melakukan pemangkasan bentuk antara lain :

  • Pemangkasan bentuk dilakukan terhadap tanaman yang telah memasuki usia produktif pada bagian cabang dan tunas airnya.
  • Pangkaslah cabang, dahan, atau ranting yang tumbuhnya terlalu rapat, bersilangan, terlindung, atau tersembunyi.
  • Pemangkasan pada tajuk atas dilakukan mundur satu ruas dari ujung ranting bekas buah agar ketinggian optimal tanaman dapat dipertahankan.
  • Pemangkasan juga diberlakukan terhadap cabang dan ranting yang pertumbuhannya ke arah dalam tajuk atau cabang yang tumbuh ke arah bawah.
  • Khusus cabang-cabang yang terserang hama serta sudah dipangkas, setelahnya wajib dibakar sampai habis menjadi abu tak tersisa.

PEMANGKASAN PEMELIHARAAN

Pemangkasan pemeliharaan pada pohon durian ditujukan kepada cabang dan ranting yang mempunyai produktivitas yang rendah, pertumbuhannya lambat, kondisinya sudah rusak, umurnya terlalu tua, dan arah pertumbuhannya ke dalam tajuk atau melintang. Tujuan utama pemangkasan ini supaya tanaman durian tidak terllau rimbun. Sebab pohon yang dipenuhi oleh daun yang terlalu banyak menyebabkan pertumbuhannya tunasnya terhambat, tanaman menjadi kurus, kurang sehat, dan rentan terserang penyakit.

Pemangkasan pemeliharaan dilakukan sejak tanaman mulai berproduksi untuk pertama kalinya. Proses pemangkasan pada cabang/ranting menyisakan 1/3 dari panjangnya. Disarankan pula untuk memangkas tunas liar yang tumbuh tidak pada tempatnya. Selain itu, pemangkasan juga ditujukan ke dahan/ranting yang rapat, bersilangan, tumpang tindih, tersembunyi, terlalu lemah, serta pertumbuhannya ke arah dalam tajuk. Pertahankan ketinggian optimal cabang sekitar 3-4 m hingga 5-6 m agar pertumbuhannya optimal. Bekas cabang yang telah dipangkas perlu diolesi fungisida, ter, atau meni.

Berikut ini prosedur pemangkasan pemeliharaan pada pohon durian :

  1. Pemangkasan dilakukan dengan penjarangan tunas agar cabang pohon yang dipertahankan bisa tumbuh dengan maksimal, besar, dan sehat.
  2. Pemangkasan dilaksanakan dengan pola 1-0-1-0-1 atau 1-0-0-1-0-0-1. Arti angka 1 yaitu cabang dipelihara, sedangkan angka 0 berarti cabang dipangkas. Pola 1-0-0-1-0-0-1 diberlakukan kalau jarak cabang masih terlalu rapat saat menerapkan pola 1-0-1-0-1.
  3. Pemangkasan pucuk bisa dilakukan terhadap bibit durian yang diperbanyak dengan metode vegetatif seperti sambung pucuk, okulasi, cangkok, atau stek. Pemangkasan pucuk batang dilakukan tepat 1 cm di atas tunas pada ketinggian yang dikehendaki. Adapun bagian pucuk yang dipangkas ialah bagian yang keras.
  4. Setelah dipangkas, tutup bekas luka pemangkasannya memakai plastik sampai kering. Setelah mengering, bidang pemangkasan ini bisa ditutup menggunakan aspal atau cat.