Panduan Membudidayakan Tanaman Okra, Harga Jualnya Mahal Sekali

Para petani Indonesia kini mulai melirik usaha budidaya tanaman okra. Bukan tanpa alasan kenapa okra sangat diminati akhir-akhir ini. Penyebab utamanya tidak lain karena harga jualnya yang terbilang mahal dibandingkan sayuran yang lainnya. Walaupun sedikit ketinggalan dengan petani Malaysia yang sudah membudidayakan tanaman okra ini sejak beberapa tahun yang lalu, tapi tidak ada kata terlambat untuk memulainya. Jika berminat, Anda pun dapat turut menanamnya di kebun.

Tanaman okra sendiri tergolong di dalam tumbuhan hortikultura. Bagian dari tanaman ini yang biasanya dikonsumsi adalah buah mudanya. Buah okra muda ini mempunyai rasa yang gurih dengan tekstur yang lembut dan agak berlendir. Umumnya sih okra ini dimasak menjadi sayur, digoreng dengan tepung, atau dimakan mentah sebagai lalapan. Di dalam setiap 100 gram okra terkandung gizi yang meliputi protein 20 gram, karbohidrat 7 gram, serta 1 gram, kalsium 70-90 mg, dan air 90 gram.

Di pasaran sendiri, okra termasuk sayuran premium yang mempunyai harga jual yang mahal. Walaupun proses menanamnya mudah, tetapi karena masih sedikit petani yang membudidayakannya, maka harga sayuran ini pun masih tinggi. Hal ini menjadi peluang emas bagi para petani untuk memperoleh laba dan keuntungan yang lebih baik dari tanaman yang dibudidayakannya. Anda dapat menjualnya ke restoran, pasar modern, pasar ekspor, ataupun marketplace online.

Syarat Tumbuh

Beruntung sekali sebab tanaman okra bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi sekalipun. Tanaman ini memiliki kemampuan beradaptasi yang bagus. Okra juga bisa tumbuh di hampir semua jenis tanah dengan pH sekitar 6,5-7,5. Bahkan kita juga dapat menanam okra ini di tanah berpasir dengan sistem pengairan yang baik. Untuk memperoleh hasil panen yang optimal, kondisi media tanam mesti dijaga supaya tetap subur dan bertekstur gembur.

Menyiapkan Lahan

Memang hendaknya lahan yang bakal dipakai membudidayakan okra disiapkan terlebih dahulu. Tujuan utamanya untuk memastikan agar tanaman okra tadi bisa tumbuh dengan maksimal di sana. Anda dapat memulainya dengan menggemburkan tanah. Lakukan pencangkulan sedalam 15-20 cm saja. Kemudian buatlah bedengan berukuran lebar 50-60 cm, tinggi 30 cm, dan panjang menyesuaikan lahan. Nantinya benih okra bisa ditanam secara zig-zag dengan jarak tanam 20-30 cm.

Menanam Benih

Benih okra berupa biji yang siap untuk ditanam. Anda bisa mendapatkannya di www.tokotanaman.com dengan kualitas yang unggul. Lumrahnya benih ini langsung ditanam di lahan atau tidak disemai terlebih dulu. Para petani biasanya memakai tongkat untuk membuat lubang tanam agar lebih efisien. Kemudian masukkan 2-3 benih okra sekaligus ke dalam lubang tersebut dan ditimbun dengan tanah di sekitarnya. Silakan ulangi pekerjaan ini sampai seluruh lahan telah ditanami benih okra.

Perawatan Tanaman

Dalam kurun waktu 3-5 hari setelah tanam seharusnya bibit okra sudah mulai tumbuh. Kalau ada lubang tanam yang belum ada tanamannya, silakan lakukan penanaman lagi (penyulaman) agar pertumbuhan semua tanaman dapat seragam. Kemudian lakukan pemeliharaan dengan tepat sehingga tanaman okra ini pun tumbuh subur. Bagaimanapun juga tanaman ini bakal menghasilkan buah secara maksimal kalau pertumbuhannya subur, kondisinya sehat, dan tidak mengalami hambatan.

Di bawah ini merupakan bentuk-bentuk perawatan yang harus Anda berikan ke tanaman okra supaya bisa tumbuh secara optimal, antara lain :

  • Pengairan menjadi upaya pemeliharaan yang wajib dikerjakan untuk menjamin kehidupan okra. Utamanya saat tak turun hujan, Anda perlu menyirami tanaman supaya kebutuhan airnya tetap terpenuhi. Kenyataannya okra tergolong tumbuhan yang membutuhkan cukup banyak air. Anda dapat menyiraminya setiap pagi dan sore hari. Gunakan alat siram modern seperti sprinkler agar Anda bisa menyirami tanaman dengan lebih mudah.
  • Pemupukan juga perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan bahan makanan yang diperlukan oleh tanaman okra. Pada waktu penyiapan lahan dilaksanakan pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang 10-20 ton, SP-36 150 kg, KCl 150 kg, dan urea 100 kg masing-masing per hektar. Selanjutnya dilakukan pemupukan susulan pada 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam dengan menggunakan urea 100 kg per hektar agar tanaman dapat berbuah secara optimal.
  • Pengendalian hama dan penyakit juga mesti dilakukan dengan baik. Hati-hati terhadap serangan hama seperti hama penggerek buah, penggerek batang, dan nematoda yang kerap kali merusak tanaman okra. Begitu pula dengan beberapa penyakit seperti busuk buah, embun tepung, virus kuning, antraknosa, fusarium wilt, serta Cercospora blight yang harus diwaspadai. Pengendalian terhadap hama dan penyakit ini bisa memakai insektisida atau fungisida yang tepat.

Masa Panen

Bagian yang bernilai ekonomis tinggi dari tanaman okra ialah buahnya yang masih muda. Buah okra ini biasanya dipetik setelah 5-6 hari sejak bunga mekar. Jangan menunggu ukurannya cukup besar, karena kalau sudah terlalu tua maka nilainya akan menurun. Tanaman okra sendiri biasanya akan menghasilkan bunga pada 50 hari setelah tanam. Biasanya konsumen menyukai buah okra yang berukuran 6,5-9 cm serta kondisinya masih muda. Pemanenan dapat dikerjakan dalam 2 hari sekali, di mana masa berbuah tanaman okra ini sampai 82 hari setelah tanam.