Ciri-ciri Jamur Kuping (Auricularia auricula) yang Paling Lengkap

Jamur kuping (Auricularia auricula) adalah salah satu jamur yang termasuk dalam famili Auriculariaceae pada kelas Basidiomycota. Mengapa jamur ini dinamakan sebagai jamur kuping? Disebut sebagai jamur kuping karena bentuknya melebar, bertekstur lunak, dan berkerut-kerut menyerupai telinga. Apalagi nih pemukaannya yang berwarna hitam, cokelat kehitaman, atau cokelat tua semakin membuatnya terlihat mirip sekali dengan telinga. Oleh sebab itu, Auricularia auricula ini dikenal dengan sebutan jamur kuping. Ini merupakan salah satu jamur konsumsi yang aman dimakan oleh manusia.

Jika dalam keadaan segar, tekstur jamur kuping terasa kenyal sekali. Sekilas sih tekstur jamur kuping ini menyerupai gelatin. Tetapi saat kondisinya kering, tekstur jamur ini akan menjadi keras layaknya tulang. Tubuh jamur kuping memiiki bentuk yang melebar seperti mangkuk atau juga berbentuk seperti kuping. Diameternya jamur kuping ini berkisar antara 2-15 cm dengan tingkat ketebalan yang tipis, kenyal, serta berdaging. Petani biasanya memasarkan jamur kuping dalam kondisi yang kering sehingga bisa disimpan lebih lama. Namun tak sedikit pula petani yang menjual jamur kuping yang segar.

Pada umumnya, jamur kuping berwarna hitam atau cokelat kehitaman. Ada pula yang berwarna cokelat tua. Nilai ekonomis yang paling tinggi dipegang oleh jamur kuping yang bagian atasnya berwarna cokelat dengan warna bawahnya hitam. Kebanyakan pasar menghendaki jamur kuping ini yang berukuran relatif kecil. Sebelum didistribusikan, jamur kuping harus diawetkan terlebih dahulu dengan cara dikeringkan di bawah sinar matahari langsung hingga mengandung air dengan kadar tertentu. Pada pertanian modern, proses pengeringan jamur juga umumnya dilakukan memakai oven khusus.

Jamur kuping melakukan proses reproduksi secara generatif melalui bagian basidium yang berkumpul di basidiokarp. Basidium ini nantinya akan menghasilkan spora. Jamur yang sudah tua bakal menghasilkan spora yang berbentuk kecil dan ringan serta berjumlah banyak. Ketika spora ini jatuh di lingkungan yang ideal, maka spora tersebut pun akan berkecambah serta membentuk miselium. Spora lalu akan berubah menjadi primordial. Lambat laun, primordial ini akan tumbuh menjadi jamur kuping yang utuh. Demikian proses ini berlangsung secara berulang-ulang sebagai bentuk reproduksi jamur kuping.

Ciri-ciri Jamur Kuping secara Morfolongi dan Anatomi

Berikut ini ciri-ciri jamur kuping secara morfologi yaitu :

  1. Berbentuk menyerupai telinga manusia
  2. Diameternya sekitar 2-15 cm
  3. Tubuh buah berwarna hitam atau cokelat kehitaman
  4. Memiliki lamella alias lembaran yang tersusun di bawah tudung
  5. Tunasnya merupakan calon fungi baru

Sementara itu, ciri-ciri anatomi jamur kuping antara lain :

  1. Bagian lamella mengandung basidiospora
  2. Memiliki basidioskarp yang merupakan tempat perkembangan basidium
  3. Basidioskarp juga menghasilkan basidiospora di dalamnya