Teknik Dasar Mencangkok Pohon Jambu Air Madu agar Berhasil

Cangkok yaitu salah satu metode perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif. Keunggulan dari teknik cangkok adalah kualitas bibit tanaman yang dihasilkannya sama persis seperti pohon indukannya. Selain itu, yang dihasilkannya pun tidak akan tumbuh terlalu tinggi dan tidak mempunyai akar tunggang. Syarat mutlak tanaman yang hendak dicangkok harus mempunyai batang yang berkayu keras dan mengandung kambium. Karena pohon jambu air mempunyai batang yang berkayu serta berkambium, maka tanaman ini pun dapat dikembangbiakan melalui cangkok. Lantas, bagaimanakah cara mengerjakannya?

Pada dasarnya, mencangkok tanaman jambu air madu caranya sama seperti teknik mencangkok pohon yang lainnya. Di sini Anda memerlukan tanaman indukan yang nantinya akan dicangkok. Pertama, Anda dapat memilih batang tanaman yang memang ideal untuk dijadikan sebagai bahan cangkok. Paling tidak sih Anda membutuhkan batang yang telah mempunyai diameter minimal 3-5 cm, kondisinya normal dan tidak berpenyakit, serta sudah cukup tua. Setelah itu, Anda bisa menyayat batang tanaman tersebut dan membungkusnya menggunakan media tanam yang tepat.

Agar lebih jelasnya, Anda dapat mengikuti panduan langkah-langkah di bawah ini!

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

  • Pohon jambu air
  • Tanah yang gembur
  • Pupuk kandang
  • Serbuk gergaji

Alat-alat yang digunakan :

  • Pisau/cutter
  • Serabut kelapa/plastik
  • Tali rafia/karet ban
  • Paku 10 cm
  • Polybag
  • Ember
  • Tangga
  • Gergaji

Langkah-langkah pengerjaan :

  • Sebelum proses pencangkokan dimulai, Anda perlu memastikan terlebih dahulu bahwa tanaman induk mempunyai kualitas unggul. Anda bisa mencari tahu varietas dari pohon jambu air tersebut.
  • Pilih bagian cabang pohon jambu air yang sehat, normal, berbentuk lurus, dan berdiameter 2-3 cm. Kemudian berikan tanda pada cabang tersebut dihitung 100 cm dari pucuk daun.
  • Buatlah sayatan yang melingkari cabang tersebut menggunakan pisau/cutter yang tajam. Ukuran lebar sayatannya sekitar 3-5 cm. Sayatan ini sebaiknya dibuat persis di bawah kuncup daun.
  • Bersihkan permukaan cabang yang telah disayat tadi dari kandungan kambium yang melekat di permukaannya. Anda bisa mengikis cairan kambium ini dengan mengeratnya memakai ujung pisau.
  • Buat media tanam yang akan merangsang pertumbuhan akar pada cabang jambu air. Media tanam ini terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, dan serbuk gergaji dengan perbandingan yang sama.
  • Ikatkan lembaran plastik/serabut kelapa tepat di bawah sayatan cabang tadi hingga membentuk wadah yang dapat menampung media tanam. Isi wadah tersebut dengan media tanam secukupnya sampai padat.
  • Kemudian ikat sekali lagi bagian atas plastik/sabut kelapa ini pada persis di atas sayatan cabang. Pastikan bekas sayatan tertutup rapat oleh media tanam.
  • Agar kondisi dan kelembaban pada media tanam tetap terjaga dengan baik, Anda bisa membuat lubang pembuangan air dan sirkulasi udara yang berjarak 1 cm per lubang.
  • Pemeliharaan terhadap cangkokan ini cukup dengan menyiramnya ketika media tanam tampak agak kering. Siramlah hingga air menetes dari media cangkokan tersebut.
  • Biasanya waktu yang dibutuhkan oleh cabang untuk membentuk akar berkisar antara 4-6 minggu. Tanda bahwa pencangkokan yang Anda lakukan berhasil adalah keluarnya akar yang cukup banyak dari cabang tersebut sampai menembus plastik.
  • Setelah dianggap tanaman telah layak dijadikan sebagai bibit, Anda bisa menebang cabang ini menggunakan gergaji. Penebangan sebaiknya dilakukan pada saat pagi atau sore hari.
  • Bibit tanaman jambu air ini lantas ditanam di dalam polybag yang telah diisi dengan media tanam yang subur. Anda bisa mencabut beberapa daun dan ranting tanaman untuk mengurangi tingkat penguapannya sekaligus memudahkannya beradaptasi.