Cara Membentuk Bonsai dan Aturan-aturannya

Bonsai dapat diartikan sebagai tanaman kerdil, baik secara alami mempunyai postur yang kerdil maupun sengaja dikerdilkan. Biasanya bonsai ditanam di pot yang dangkal untuk mengimbangi bentuknya yang kerdil. Bonsai seolah-olah menjadi perwujudan dari pohon tua yang tumbuh di alam bebas dan memiliki postur yang sempurna sehingga nampak begitu agung, indah, dan menawan. Bonsai menjadi simbol dari keharmonisan alam semesta yang terdiri dari langit, bumi, dan manusia.

Makna tersebut terkandung di dalam bonsai yang selalu memiliki bentuk dasar segitiga asimetris. Titik tertinggi merupakan lambang dari langit. Titik terendah melambangkan bumi. Sedangkan titik di bagian tengah menjadi perlambang dari manusia. Makna tersirat yang terdapat di dalam bonsai membuat seni ini lantas mempunyai penggemar yang banyak sekali dan terus bertahan sampai sekarang. Ada sebuah kesenangan tersendiri ketika sedang membentuk bonsai, lalu berhasil mewujudkannya.

Salah satu syarat bonsai yang berkualitas tinggi yaitu mempunyai bentuk yang indah dan alami. Bonsai yang indah berarti bonsai tersebut memiliki postur yang harmonis serta nampak serasi dengan potnya. Sedangkan bonsai yang alami maksudnya bonsai tersebut mempunyai bentuk yang sama seperti ketika tumbuh di alam dan tidak menyimpang dari bentuk pohon aslinya. Bonsai yang indah dan alami memiliki nilai seni yang luar biasa.

Terdapat lima gaya dasar dari tanaman bonsai antara lain :

  1. Tegak lurus (chokkan)
  2. Tegak berliku (tachiki)
  3. Miring (shakan)
  4. Setengah menggantung (han kengai)
  5. Menggantung (kengai)

Dari kelima gaya dasar bonsai di atas dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa gaya bonsai yang baru. Contohnya yaitu :

  1. Akar terjalin (netsunagari)
  2. Menonjolkan akar (neagari)
  3. Sapu terbalik (hokizukuri)
  4. Tertiup angin (pukinagashi)
  5. Terpelintir (nejikan)
  6. Tumbuh dari batang (ikadabuki)
  7. Cabang merunduk (shidarezukuri)
  8. Bebas (bunjin)
  9. Tumbuh di batu (ishizuki)
  10. Mencengkeram batu

Perlu adanya upaya-upaya yang dilakukan untuk membentuk bonsai supaya bentuknya menjadi indah dan alami. Beberapa upaya tersebut meliputi pengaturan cabang ranting, dan anak ranting, pengawatan batang, cabang, dan ranting, perundukan menggunakan ikatan tali, pemangkasan, serta koreksi bonsai pada tahan akhir agar hasilnya sama seperti perencanaan. Kami akan mencoba menjelaskannya pada pembahasan di bawah ini!

Pengaturan Cabang, Ranting, dan Anak Ranting

Pengaturan di sini maksudnya ialah mengatur pertumbuhannya. Bagian bonsai yang perlu diatur yaitu cabang, ranting, dan anak ranting. Pengaturan dapat dilakukan sesuai dengan gaya bonsai yang dipilih. Misalnya untuk bonsai yang ingin dibuat dengan gaya yang miring, proses pengaturannya bisa dilakukan dengan mengatur pertumbuhan cabang pertama agar berlawanan dengan kemiringan batang. Jarak antar cabang sebaiknya diatur supaya tidak rata yakni renggang pada bagian bawah, lalu semakin rapat pada bagian atasnya.

Kami akan mencoba menjelaskan teknik pengaturan cabang, ranting, dan anak ranting masing-masing gaya bonsai pada artikel yang terpisah.

Pengawatan Batang, Cabang, dan Ranting

Proses pengawatan bertujuan untuk membantu pembentuk batang, cabang, dan ranting. Tanaman yang dikawati akan tumbuh sesuai dengan bentuk kawat tersebut. Pengawatan juga bisa digunakan untuk memperbaiki bentuk lekukan atau arah tumbuh yang tidak sesuai. Jenis kawat yang dipakai ialah kawat tembaga atau kawat aluminium yang memang tak akan berkarat sehingga tidak berbahaya bagi bonsai. Gunakan kawat yang memiliki diameter setidaknya sepertiga dari diameter batang, cabang, atau ranting yang hendak dililit agar mampu menahannya dengan baik.

Kalau terpaksa memakai kawat kecil, Anda bisa menggunakan 2-3 kawat sekaligus. Di beberapa kasus pembentukan bonsai, Anda juga perlu memakai tali rafia. Contohnya saat ingin membengkokkan cabang ke arah bawah, maka Anda membutuhkan tali yang memag lebih kuat menahannya ketimbang kawat. Ada dapat megikatkan salah satu ujung tali ke cabang yang akan ditarik ke bawah. Kemudian ujung tali yang satunya lagi bisa diikatkan ke pangkal batang tanaman, pangkal akar, atau pot. Sehingga posisinya pun menjadi stabil.

Pemangkasan Cabang, Ranting, dan Daun

Tujuan utama pemangkasan ialah membentuk bonsai dengan membuang atau memendekkan cabang, ranting, atau daun bonsai yang mengganggu. Pemangkasan bonsai tidak sama seperti memangkas tanaman budidaya. Triknya agar bekas pemangkasan tidak terlihat yaitu Anda harus memangkasnya datar atau cekung ke dalam serta tidak menyisakan bekas cabang. Sementara untuk memendekkan, potonglah dengan arah yang miring dengan luka potongan menghadap ke atas sehingga luka ini cepat mengering, menutup, dan tidak menyisakan bekas.

Pembuangan tunas daun hendaknya dilakukan sesegera mungkin sebelum tunas ini tumbuh menjadi daun muda supaya tidak banyak energi tanaman yang terbuang percuma. Pembuangan tunas daun ini berguna untuk mencegah terbentuknya cabang atau ranting yang tidak dibutuhkan. Ada kalanya daun pun perlu dikurangi untuk menyeimbangkan ukuran cabang terhadap batang atau antara ukuran ranting terhadap cabang. Perlu diketahui, semakin banyak daun yang dimilikinya, maka pertumbuhan cabang atau ranting akan semakin cepat. Ada kalanya jumlah daun harus dikurangi untuk mencegah ukuran cabang semakin membesar.

Penyempurnaan Hasil Bonsai dengan Koreksi

Ada kalanya proses pembentukan bonsai tidak sesuai dengan harapan, keinginan, dan perencanaan kita. Bonsai tersebut tumbuh dengan bentuk yang tidak seperti apa yang kita kehendaki. Kalau dibiarkan saja, kesalahan bentuk ini tentu akan merusak keindahan dan sisi naturalis dari bonsai tersebut. Maka koreksi pun mutlak dilakukan untuk memperbaiki bentuk bonsai tersebut. Dengan melakukan koreksi terhadap bonsai, kita bisa membentuknya kembali sehingga menjadi sesuai dengan rencana.

Di bawah ini berbagai masalah yang kerap menimpa bonsai beserta solusi untuk memperbaikinya!

  • Kepala terpotong : Anda bisa memelihara satu tunas yang tumbuh di dekat kepala bonsai yang telah terpotong tersebut. Tapi kali ini, pilihlah tunas yang menghadap ke bagian muka. Setelah tunas tersebut sudah cukup kuat, Anda bisa membengkokkannya ke arah atas menggunakan kawat.
  • Cabang saling berkaitan : Anda bisa membuang sebagian cabang yang saling berkaitan tersebut dan mempertahankan cabang yang kelihatannya cukup bagus. Solusi lainnya yaitu Anda bisa membengkokkan cabang yang saling berkaitan ke arah yang benar memakai teknik pengawatan.
  • Cabang lebih besar daripada batang : Anda dapat membuang cabang tersebut atau dikupas lapisan kulitnya dan dimatikan menggunakan teknik jin. Setelah ukuran cabang ini dikecilkan lagi dan diawetkan memakai larutan kapur dan belerang.
  • Cabang menggantung ke bawah : Solusinya yaitu membengkokkan cabang yang menggantung ke bawah ini melalui upaya pengawatan agar tumbuhnya menjadi ke arah yang benar.
  • Cabang menyilang : Bagian cabang bonsai yang terlanjur tumbuh secara meyilang ini sebaiknya dibuang saja. Atau bila perlu, Anda bisa melakukan pengawatan terhadap cabang tersebut untuk mengubah arah pertumbuhannya.
  • Cabang tumbuh ke atas: Anda bisa mencoba membengkokkan cabang tersebut menggunakan kawat atau tali sehingga bentuknya menjadi lebih indah dan alami.
  • Cabang tumbuh pada ketinggian yang sama: Silakan Anda membuang salah satu dari cabang tersebut dan menyisakan satu cabang yang nampak lebih layak untuk dipertahankan serta bisa mendukung keharmonisan tanaman bonsai.
  • Cabang tumbuh ke arah depan :Cabang yang bermasalah ini bisa Anda buang atau mengubah arah tumbuhnya memakai kawat. Tapi kalau ukurannya sudah cukup besar, mau tak mau Anda harus membuangnya. Lalu buatlah lubang atau rongga pada batang bekas pemangkasan tadi.
  • Cabang tumbuh membentuk lingkaran :Anda bisa mengatasi masalah ini dengan membuang cabang yang terlanjur membentuk lingkaran tersebut atau meninggalkan salah satu cabang yang terlihat indah dan alami.