Tips Budidaya Terong Bagi Pemula Supaya Buahnya Banyak

Tanaman terong biasanya diperbanyak melalui bijinya. Benih terong yang berkualitas unggul dapat Anda peroleh di toko pertanian terdekat. Setiap satu hektar lahan budidaya memerlukan biji terong sebanyak 150-500 gram tergantung topografinya. Sebelum ditanamkan di lahan, benih terong ini perlu disemaikan terlebih dahulu di bedengan semai. Lahan yang bakal digunakan untuk menanam terong perlu disiapkan dengan cara penggemburan, pembuatan bedengan, pengapuran, serta pembuatan pupuk dasar. Setelah itu, tanaman harus dipelihara dengan baik meliputi pengairan, penyulaman, pembubunan, penyiangan, pemupukan, dan pemberantasan hama serta penyakit.

Tanaman terong dapat tumbuh dengan sempurna jika dibudidayakan di dataran rendah sampai dengan dataran tinggi yang memiliki suhu udara sekitar 22-30 derajat celsius serta mendapatkan sinar matahari yang optimal. Tumbuhan ini lebih baik ditanam di awal musim kemarau. Jenis tanah yang cocok sebagai media tanam terong yaitu tanah lempung berpasir yang mengandung bahan organik tinggi, mempunyai aerasi dan drainase yang bagus, serta pH yang dimilikinya berkisar antara 6,8-7. Dengan perawatan yang baik, maka tanaman terong yang Anda budidayakan akan memberikan hasil yang optimal.

 PENYEMAIAN

Budidaya terong lebih baik menggunakan benih hibrida sehingga mutunya dapat diketahui serta hasilnya pun akan maksimal. Benih ini diperam terlebih dahulu dengan kertas basah atau handuk lembab selama 24 jam. Siapkan juga media semai benih yang terdiri atas campuran tanah serta pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Tambahkan pula pestisida berbahan aktif metaksil untuk mencegah bibit ini terserang penyakit dumping off. Selanjutnya media semai yang telah terbentuk tadi dimasukkan ke dalam polybag yang berukuran 5 x 8 cm sampai penuh.

PEMBIBITAN

Rendamlah bibit terong selama 10-15 menit di dalam air hangat, lalu bungkus menggunakan kertas atau handuk yang basah selama 24 jam. Keesokan harinya benih-benih ini dimasukkan satu per satu ke dalam polybag yang telah disiapkan pada langkah sebelumnya di atas, kemudian tutup kembali memakai tanah tipis. Siramlah benih terong ini setiap pagi dan sore hari dengan tetap memperhatikan kelembabannya. Bibit yang telah berumur 1-1,5 bulan dan mempunyai daun sebanyak 4 siap untuk dipindahkan ke lahan. Proses pemindahan bibit terong harus dilaksanakan dengan ekstra hati-hati.

PENYIAPAN LAHAN

Persiapan lahan dimulai dengan melakukan pembajakan sebanyak satu kali untuk membalikkan lapisan tanah. Kemudian lahan tanam tersebut digenangi menggunakan air secara merata selama 3-5 jam untuk mempermudah pembuatan bedengan. Taburkan pupuk kandang 15 kg/10 m2 dan dolomit 10-15 kg/10 m2. Berikutnya taburkan pula pupuk urea 2.5 kg/10 tanaman, SP-36 3 kg/10 tanaman, dan KCI 1.5 kg/10 tanaman. Kalau diperlukan, Anda juga bisa menaburkan pupuk NPK sebanyak 3 kg/10 tanaman. Setelah itu, buatlah bedengan yang membentuk satu barisan dengan jarak tanam 75 cm. Selanjutnya tutuplah lahan menggunakan mulsa hitam untuk mencegah pertumbuhan gulma.

PENANAMAN

Benih terong yang telah disemai selama 25 hari yang memiliki tinggi 7-9 cm dan daun sebanyak 3-4 helai dapat dipindahtanamkan ke lahan. Tahap penanaman ini sebaiknya dilaksanakan pada waktu sore hari. Bibit-bibit terong yang telah siap tanam ini selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang tanam sedalam 3-5 cm, kemudian ditimbun dengan tanah di sekelilingnya hingga sebatas pangkal batang. Jangan lupa untuk menyiram bibit tersebut kemudian hingga lembab untuk mempermudah tanaman melakukan adaptasi. Ulangi proses ini sampai seluruh lubang tanam berhasil Anda tanami dengan bibit terong.

PEMELIHARAAN

Faktor yang paling penting untuk diperhatikan. saat memelihara terong adalah suplai air dan unsur hara. Oleh sebab itu, Anda bisa menyirami tanaman tersebut setiap 2 kali sehari pada pagi dan sore, terutama seminggu setelah penanaman. Selanjutnya pupuk susulan diberikan kepada tanaman yang telah berusia 21 HST berupa ZA 2.5-3 gram/tanaman, SP-36 2.5-3 gram/tanaman, dan KCI 1-1.5 gram/tanaman. Pupuk ditaburkan di pinggir tanaman dengan jarak 10 cm dari pangkal batang.

Kemudian pupuk susulan kedua diberikan setelah tanaman berusia 50 HST dengan pupuk NPK Grand S-15 sebanyak 8-10 gram/tanaman. Setela itu pupuk susulan keempat dilakukan pada waktu pemanenan kedua menggunakan NPK S-15 dengan dosis 10 gram. Semakin awal memasang ajir, maka akan semakin baik sehingga kerusakan sistem perakaran tanaman pun dapat dicegah sedini mungkin. Ajir berupa bilah bambu setinggi 80-100 cm yang ditancapkan di dekat batang tumbuhan terong.

PEMANENAN

Panen terong pertama kali dapat dilaksanakan pada waktu 30 HST atau 15-18 hari setelah tumbuhnya bunga. Adapun ciri-ciri buah terong yang layak panen ialah tekstur dagingnya belum terlalu keras, warna buahnya mengkilap, dan ukurannya masih sedang. Frekuensi pemanenan bisa dikerjakan sebanyak 2 kali seminggu sampai 8 kali pemetikan buah terong. Setiap tanaman terong rata-rata mampu menghasilkan paling tidak sebanyak 20-25 buah. Buah terong yang telah dipetik harus segera dikemas, lalu dikirimkan ke konsumen untuk menjaga kesegarannya.