Budidaya Kangkung Air dan Kangkung Darat, Beserta Tips Merawatnya

Pada dasarnya tanaman kangkung tidak membutuhkan persyaratan tempat tumbuh yang rumit. Satu syarat terpenting untuk mendukung kehidupannya yaitu air yang cukup. Khususnya untuk kangkung darat, di mana kualitas tanaman akan menurun kalau kekurangan air. Jadi penyiraman mutlak untuk dilakukan secara rutin. Tanaman ini sendiri bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah dan dataran tinggi. Anda dapat menanamnya di tegalan, rawa-rawa, kolam, dan areal kosong lainnya.

Terdapat 2 jenis tanaman kangkung yang biasa dibudidayakan petani antara lain kangkung darat dan kangkung air. Sebaiknya kangkung darat pada musim hujan. Sedangkan kangkung air lebih bagus jika ditanam di musim kemarau.

BENIH

Kami menganjurkan Anda untuk menanam kangkung dari varietas sutera atau varietas lokal seperti lokal subang dan lain-lain karena telah terbukti memiliki hasil yang bagus. Perlu diketahui, kangkung air mempunyai daun yang panjang, ujung agak tumpul, berwarna hijau tua, dan bunganya berwarna keunguan. Kangkung air ini biasanya diperbanyak memakai teknik stek batang. Sedangkan kangkung darat memiliki daun panjang, ujung runcing, berwarna hijau-putih, dan warna bunganya putih. Anda bisa memperbanyak kangkung darat secara generatif dengan bijinya.

PENANAMAN

Stek batang tanaman kangkung air bisa ditanam pada kolam lumpur atau sawah yang dangkal. Jarak tanam yang dipakai yaitu 25 x 25 cm dan 30 x 30 cm. Pada pertanaman kangkung air ini, jarang sekali petani memberikan pupuk kandang. Adapun jenis pupuk yang biasanya digunakan di sini ialah pupuk NPK dengan dosis 50-100 kg/ha. Pupuk NPK ini bisa mulai diberikan setelah tanaman tumbuh cukup besar. Kemudian pupuk ini juga mesti diberikan setelah pemanenan untuk memacu pertumbuhan.

Sedangkan biji kangkung darat ditanam di tanah tegalan. Sebelumnya Anda perlu menyiapkan tanah tadi dengan mencangkulnya sedalam 30 cm. Lantas berikan pupuk kandang sebanyak 1 kg/m2 untuk menyuburkannya. Setelah tanah ini diratakan, Anda dapat membuat bedengan yang berukuran lebar 60 cm. Kemudian Anda dapat membuat lubang tanam di bedengan tersebut dengan jarak 20 x 20 cm dan polanya zig-zag. Selanjutnya masukkan 2-3 biji kangkung ke dalam lubang ini. Pemupukan yang digunakan antara lain Urea 200 kg, TSP 200 kg, dan KCl 100 kg masing-masing per hektar.

PEMELIHARAAN

Tanaman kangkung air pada dasarnya tidak membutuhkan bentuk pemeliharaan yang terlalu rumit. Sementara itu untuk tanaman kangkung darat memerlukan perawatan yang lebih intensif, terutama yaitu mengenai ketersediaan air. Anda harus tahu bahwa kangkung merupakan tanaman yang butuh air yang cukup banyak. Jadi bila tidak turun hujan, maka wajib hukumnya untuk menyirami tanaman. Selain itu, Anda juga harus menyiangi gulma yang tumbuh di lahan secara rutin agar tak mengganggu pertumbuhan tanaman kangkung.

PENGENDALIAN OPT

Diketahui bahwa hama yang sering kali menyerang tanaman kangkung yaitu ulat grayak (Spodoptera litura F), kutu daun (Myzus persicae Sulz), serta Aphis gossypii. Sedangkan penyakit yang wajib Anda waspadai ialah penyakit yang menyerang batang tanaman kangkung yakni penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Gejala awalnya adalah muncul bintik berwarna putih pada sisi daun sebelah bawah batang. Kalau serangan sudah meluas, Anda bisa mengaplikasikan pestisida yang tepat untuk mengendalikan inang penyakit tersebut.

PANEN

Tanaman kangkung air yang ditumbuhkan dari stek batang bisa dipanen setelah berumur 30-40 hari. Anda dapat memotong bagian ujung tanaman tersebut sepanjang 20-30 cm sehingga nantinya akan tumbuh tunas yang baru dalam waktu cepat. Sedangkan tanaman kangkung darat yang ditanam dari biji bisa dipanen setelah berumur 60 hari. Anda harus mencabut tanaman kangkung tersebut sampai ke bagian perakarannya. Tanaman kangkung yang tumbuh subur ini biasanya mampu menghasilkan sayuran hingga mencapai 10-16 ton/ha dalam kurun waktu 1 tahun.