Kunci Sukses : 5 Tips Merawat Bunga Krisan agar Rajin Berbunga

Krisan merupakan tanaman berbunga yang termasuk dalam famili Asteraceae. Beberapa orang acap kali menyebut krisan sebagai seruni dan krasantemum. Bunga krisan ini mempunyai bentuk yang sederhana. Tetapi mahkota bunganya yang berwarna cerah mampu memberikan keindahan yang memesona. Krisan biasanya ditanam sebagai tanaman hias. Anda bisa memeliharanya di pekarangan rumah menggunakan pot atau polybag. Bagian bunganya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam rangkaian bunga. Sebagai obat, bunga krisan bisa meredakan sakit kepala, mengatasi gigitan serangga, dan pestisida alami.

Tahukah Anda, bunga krisan adalah bunga nasional Jepang. Secara harfiah, bunga krisan ini mengandung makna cinta, persahabatan, keceriaan, pesona, serta keberuntungan. Bunga krisan beraneka rupa. Ada yang mempunyai warna kuning, pink, ungu, putih, emas, merah, biru, hitam, cokelat, dan lain-lain. Jenis-jenis bunga krisan yang banyak dipelihara di Indonesia antara lain bunga krisan lokal/kuno, bunga krisan introduksi, dan bunga krisan balithi. Tanaman bunga krisan termasuk mudah ditanam. Tanaman ini akan menghasilkan bunga yang menarik sekali setelah usianya mencapai sekitar 10-14 minggu.

Tapi untuk merangsang pertumbuhan bunga krisan tersebut, maka Anda dapat melakukan berbagai kiat-kiat sebagai berikut! Pada dasarnya, ini merupakan tips untuk membuat tanaman krisan milik Anda jadi lebih rajin dalam menghasilkan bunganya.

Pastikan Mendapat Sinar Matahari

Pastikan tumbuhan bunga krisan yang dipelihara selalu dapat memperoleh sinar matahari secara penuh, terutama cahaya mataharai di pagi hari. Minimal tanaman tersebut harus sanggup mendapatkan cahaya mentari dalam kurun waktu 8 jam per hari. Cahaya matahari ini sangat baik untuk memicu pertumbuhan bakal bunga krisan. Sehingga tanaman yang bisa mendapat cahaya matahari secara maksimal pasti bakal tumbuh subur dan rajin berbunga. Jadi silakan Anda dapat memosisikan tanaman krisan di tempat yang paling banyak memperoleh pancaran sinar matahari ya.

Gunakan Media Tanam yang Subur

Tanaman bunga krisan membutuhkan bekal nutrisi yang cukup untuk mampu menghasilkan bunga. Oleh karena itu, Anda harus menggunakan media tanam yang subur ketika menanam tumbuhan yang satu ini. Selain itu, pastikan juga media tanam yang dipakai tersebut mempunyai tekstur yang remah dan gembur sehingga mudah dalam mengalirkan air. Bunga krisan justru akan membusuk jika ditanam di tanah yang tergenangi air. Namun faktanya memang tanaman ini membutuhkan air yang cukup banyak loh. Sekam bakar juga sangat bagus digunakan sebagai media tanam untuk bunga krisan.

Siram Setiap Pagi dan Sore Hari

Tanaman krisan pada dasarnya sangat suka dengan air. Anda dapat menyiramnya secara rutin setiap dua kali sehari, kecuali pada musim penghujan. Tentunya kalau sudah turun hujan Anda tak perlu menyiram tanaman krisan ini lagi. Dengan memastikan kebutuhan air yang diperlukan oleh tanaman krisan ini bisa terpenuhi dengan baik, maka krisan tersebut pasti bakalan senantiasa menghasilkan bunga. Tetapi Anda harus memperhatikan jangan sampai timbul genangan air di media tanam tersebut. Sebab apabila tetap dibiarkan terus tergenangi air, maka bunga krisan yang Anda tanam pasti akan mati.

Berikan Pupuk NPK secara Berkala

Pupuk NPK sangat bagus untuk merangsang agar bunga krisan rajin menghasilkan bunga. Jadi berikanlah pupuk NPK (15-15-15) saat tanaman berusia 1 bulan dengan dosis 2 gram/pot. Lalu pemupukan susulan dilakukan menggunakan dosis yang sama setiap 2 minggu sekali. Cara pemberian pupuk NPK yang benar adalah menyebarkannya di sekeliling tanaman ini. Agar lebih mudah terserap ke dalam tanah, Anda bisa melarutkannya terlebih dahulu dengan komposisi 2 gram pupuk/1 liter air. Berikan pupuk NPK ini sesuai dengan dosis di atas. Sebab jika berlebihan, pupuk tersebut malah akan berubah menjadi racun.

Pangkas Daun yang Rimbun

Anda juga tidak boleh membiarkan tanaman krisan mempunyai daun yang terlalu banyak. Sebab kondisi daun tanaman yang rimbun mengakibatkan proses penguapan terjadi semakin banyak. Hasil fotosintesis juga lebih difokuskan untuk pertumbuhan daun ini. Akibatnya tidak banyak bunga krisan yang dihasilkan oleh tanaman yang Anda pelihara. Jadi, minimal sebulan sekali Anda harus memangkas beberapa bagian daun yang tidak perlu. Anda boleh merasa sayang untuk melakukan pemangkasan ini. Kenyataannya sih tanaman yang rutin dipangkas malah pertumbuhannya akan semakin subur loh.