5 Penyebab Rontoknya Buah Kopi yang Harus Anda Ketahui

Anda mungkin tertarik untuk membudidayakan tanaman kopi? Beruntung sekali sebab tanaman kopi  ini bisa tumbuh dengan baik di Indonesia. Negara kita mempunyai tanah yang subur sehingga bisa ditanami berbagai jenis tanaman kopi. Dari mulai kopi robusta, kopi arabika, kopi liberika, serta kopi ekselsa dapat ditanam di Indonesia. Namun kebanyakan petani lokal memilih memelihara tanaman kopi robusta yang memiliki peminat paling banyak. Selain itu tanaman kopi robusta ini pun lebih mudah dipelihara dan bisa menghasilkan buah dalam jumlah yang lebih banyak.

Anda harus merawat tanaman kopi ini dengan baik supaya lekas menghasilkan buah. Tanaman kopi yang memperoleh perawatan secara maksimal juga akan memproduksi buah dalam jumlah yang lebih baik. Di dalam buah kopi ini tersimpan biji kopi yang menjadi bahan baku pembuatan minuman kopi. Jadi kunci sukses menanam kopi terletak pada jumlah buah yang dihasilkan atau seberapa bagus kualitas dari buah kopi tersebut.  Buah kopi yang mempunyai kualitas terbaik adalah buah yang dipetik dalam kondisi yang matang sempurna di pohon. Ada kalanya buah tersebut rontok sendiri sebelum kondisi paling idealnya tercapai.

Perlu Anda ketahui, terdapat sejumlah faktor yang bisa menyebabkan buah kopi mengalami kerontokan sendiri. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan rontoknya buah kopi ini, di antaranya :

Kondisi Cuaca di Lahan Terlalu Ekstrem

Kondisi cuaca yang ekstrem secara tidak langsung bisa menyebabkan buah kopi mengalami kerontokan dini. Hal ini terjadi lantaran keadaan fisik tanaman kopi tadi bakal melemah ketika kondisi cuaca sedang ekstrem, Cuaca ekstrem menyebabkan kandungan nutrisi dan air yang ada di dalam tanaman berkurang drastis sehingga tanaman menjadi rapuh. Dampaknya juga membuat tangkai buah menjadi tidak terlalu kuat sehingga menyebabkan buah-buah kopi berjatuhan. Untuk mencegah kasus ini terjadi, penyiraman dan pemupukan terhadap tanaman kopi tersebut perlu dilakukan.

Pemakaian Herbisida secara Berlebihan

Herbisida adalah ramuan kimia yang berfungsi khusus untuk mengendalikan pertumbuhan gulma. Kalau dibandingkan dengan membersihkan gulma secara manual, penggunaan herbisida ini lebih efektif serta efisien dalam memberantas populasi gulma di lahan. Akan tetapi, Anda harus menggunakan herbisida ini dengan bijaksana ya. Anda wajib mengikuti petunjuk penggunaan dan dosis yang disarankan pada label kemasannya. Penggunaan herbisida yang berlebihan menyebabkan tanah teracuni sehingga berefek ke tanaman kopi. Anda tidak boleh memakai herbisida ini terlalu banyak dari dosisi yang dianjurkan.

Pancaran Sinar Matahari Terlalu Banyak

Bagaimana pun tanaman kopi membutuhkan sinar matahari untuk mendukung proses fotosintesis yang dilakukannya. Tanpa adanya sinar matahari yang cukup, maka tanaman ini bakal tumbuh tak normal dan cenderung kerdil. Namun di sisi lain, pancaran sinar matahari yang terlalu banyak juga kurang bagus bagi kesehatan tanaman kopi. Tanaman tersebut bakalan mengalami kepanasan sehingga lambat laun akan menyebabkan kondisinya seperti terbakar. Inilah yang menjadi salah satu faktor rontoknya buah kopi ini sebelum matang. Anda harus mewaspadainya dengan serius.

Intensitas Curah Hujan Terlalu Tinggi

Perlu Anda ketahui hujan yang jatuh dari langit juga mempunyai tekanan ke bawah akibat gaya gravitasi. Dalam jumlah yang banyak serta intensitas tinggi, tekanan yang dihasilkan oleh air hujan tersebut cukup besar sehingga dapat merontokkan buah kopi. Kerugian yang timbul akibat tingginya curah air hujan ini bahkan bisa mencapai lebih dari 50 persen. Hujan tidak hanya merontokkan bakal buah kopi, tetapi juga buah-buah kopi yang telah membesar dan siap untuk dipanen. Beberapa cabang pun dapat mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, lahan kopi harus dinamai pohon naungan untuk melindunginya.

Serangan dari Hama dan Penyakit

Tanaman kopi dapat terserang oleh hama ataupun penyakit. Hama biasanya melakukan serangan untuk mendapatkan makanan atau membuat sarangnya. Ciri-ciri tanaman kopi yang terserang hama yaitu ada bagian buah yang mengalami kerusakan secara tidak wajar. Sedangkan serangan dari penyakit biasanya disebabkan oleh jamur atau cendawan. Serangan penyakit ini pun akan menyebabkan buah membusuk, menjadi layu, atau berubah kondisinya. Salah satu dampak dari serangan ini yaitu buah kopi akan rontok dari pohonnya. Pengendalian dini secara tepat dapat mencegah serangan tersebut.