Budidaya Bayam Agar Tumbuh Subur dan Cepat Panen

Bayam (Amaranthus spp. L) adalah tanaman sayuran yang banyak dikonsumsi karena selain mempunyai rasa yang lezat, daunnya pun mengandung banyak mineral dan vitamin. Terdapat 3 spesies bayam yang sering dibudidayakan ialah Amaranthus tricolor, Amaranthus dubius, dan Amaranthus cruentus. Apakah perbedaan dari ketiga jenis bayam tersebut?

  • Amaranthus tricolor adalah bayam cabut yang mempunyai batang berwarna merah hingga hijau keputih-putihan.
  • Amaranthus dubius merupakan bayam petik yang mempunyai batang tegak serta daunnya lebar dan berwarna hijau tua sampai hijau kemerah-merahan.
  • Amaranthus cruentus tergolong sebagai bayam cabut yang bisa dipetik serta mempunyai batang yang tumbuh tegak, berdaun besar, dan daunnya berwarna hijau keabu-abuan.

Bercocok tanam tumbuhan bayam biasanya dikerjakan melalui benih/biji. Minimal biji bayam yang akan disemai berusia paling tidak 3 bulan dan paling lama adalah 1 tahun. Semakin lama umur biji bayam ini, maka daya tumbuh dan tingkat pertumbuhannya pun biasanya bakal semakin cepat. Adapun kebutuhan biji bayam yang diperlukan berkisar antara 5-10 kg/hektar atau 0,5-1 kg/m2.

Tanaman bayam dapat tumbuh dengan baik pada saat ditanam di tanah yang subur dan gembur. Tingkat keasaman media tanam yang cocok dipakai untuk tanaman bayam ini berkisar antara 6-7. Bayam dapat tumbuh subur sepanjang tahun dan juga bisa dipelihara pada ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Waktu tanam yang bagus adalah ketika awal musim penghujan dan awal musim kemarau.

Pemilihan Varietas

Beberapa varietas unggul tanaman bayam di antaranya yaitu giti hijau, giti merah, cimangkok, bangkok, dan kakap hijau. Alternatif lainnya yang banyak dijual di toko pertanian yaitu varietas bisi atau maestro. Keduanya memiliki daya tumbuh lebih dari 90 persen vigor murni, bersih, dan sehat. Silakan Anda dapat memperoleh bibit tanaman bayam yang berkualitas tinggi di www.tokotanaman.com dengan harga yang terjangkau ya. Kami menyediakan benih bayam yang komplit.

Pengolahan Tanah

Pengolahan lahan dikerjakan dengan mencangkul tanah sampai di kedalaman20-30 cm supaya gembur. kemudian buatlah bedengan dengan ketinggian 20-30 cm, lebar 1 m, serta panjang sesuai ukuran lahan. Jarak antara bedengan dibuat sekitar 40 cm ataupun menyesuaikan keadaan tanah. Kemudian taburkan pupuk kandang sebanyak 100 kg/100 m2, dan semprot menggunakan larutan pupuk cair bioboost/EM4 dengan dosis 10 ml/1 liter air pada permukaan bedengan. Setelah itu, permukaan bedengan tadi ditutup dengan tanah dan dibiarkan selama 3 hari sebelum dilakukan proses penanaman benih.

Penanaman Benih

Penanaman benih bayam dapat dilaksanakan dengan cara menyebar benih bayam cabut langsung pada bedengan, menyebar benih pada barisan dengan jarak antarbarisan 10-15 cm, ataupun menyemai benih bayam petik terlebih dahulu. Untuk bisa menyemai benih bayam, caranya adalah dengan menyebarkan benih bayam tersebut di wadah penyemaian khusus selama 10 hari. Pembumbunan serta pemeliharaan bibit bayam dilakukan selama 3 minggu, lalu dipindahkan ke lahan dengan jarak penanaman 50 x 30 cm. Lakukan proses penanaman bibit bayam ini dengan baik.

Perawatan Tanaman

Tanaman bayam harus dirawat dengan metode yang tepat. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari tergantung dengan keadaan cuaca. Pemupukan susulan dilaksanakan pertama kali ketika tanaman bayam berumur 4 hari setelah tanam melalui penyemprotan memakai larutan pupuk cair bioboost/EM4 dengan dosis 10 ml/1 liter air. Selanjutnya pada pemupukan tahap kedua dan ketiga dilaksanakan waktu tanaman berusia 11 dan 17 hari setelah tanam.

Selain pupuk utama, tanaman bayam juga perlu diberi pupuk tambahan untuk menyuburkan daunnya. Pupuk yang digunakan di sini berupa landeto atau hantu dengan dosis 2 tutup botol/1 liter air. Metode pemupukan dikerjakan dengan menyemprotkan pupuk tersebut ke arah tanaman. Selain itu, lahan juga perlu disiangi untuk membersihkan gulma yang mengganggu. Upaya penanganan terhadap penyakit dan hama dapat ditanggulangi lewat pencabutan, pembakaran, serta penyemprotan memakai fungisida dan insektisida nabati.

Pemanenan Hasil

Pemanenan bayam menyesuaikan dengan jenis tanaman tersebut. Bayam cabut biasanya dapat dipanen ketika berusia 3-4 minggu atau setelah tinggi tanaman mencapai 20 cm. Cara pemanenannya dilakukan dengan mencabut tanaman sampai bagian akarnya atau memotong bagian pangkal akar sekitar 2 cm di atas permukaan tanah. Sedangkan pemanenan bayam petik dilaksanakan dengan memetik daun setiap seminggu sekali dimulai saat tanaman berumur 1-1,5 bulan. Rata-rata produksi tanaman bayam berkisar antara 50-100 kg/100 m2 dengan perawatan yang baik tentunya.