Langkah Mudah! Cara Menanam Kencur agar Cepat Panen

Kencur (Kaempferia galangal L.) adalah tanaman bumbu yang biasanya dimanfaatkan bagian rimpangnya sebagai bumbu penyedap masakan. Kencur berasal dari daerah-daerah di Asia tropis yang menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, kencur ini juga sering kali disebut sebagai cikur, cekuh, asauli, ceuko, tekur, kewicer, cakue, sikor, cakuru, atau ukap. Kencur merupakan tumbuhan yang hidup membentuk rumpun dan tumbuh rata mendatar dengan ketinggian yang hampir sama permukaan tanah. Anda bisa mencoba membudidayakan kencur untuk mendapatkan hasil keuntungannya.

Kencur mempunyai batang semu yang ukurannya sangat pendek sehingga tidak mampu tumbuh tinggi. Daunnya lebat, berbentuk bulat melebar dengan ujung mengecil, serta berwarna hijau gelap yang segar. Bunga kencur berukuran kecil, berwarna ungu keputih-putihan, dan aromanya harum. Tanaman kencur dapat dibudidayakan di dataran rendah sampai kawasan pegunungan. Tanaman ini akan tumbuh subur saat dipelihara di tanah yang gembur, mengandung banyak unsur hara, dan teksturnya sedikit berpasir. Kencur termasuk tumbuhan yang memiliki daya tahan sangat baik.

Rimpang kencur ini tetap dapat hidup di kondisi yang minim air. Rimpang tersebut akan tumbuh kembali manakala kebutuhan air dan nutrisinya telah terpenuhi. Bagi Anda yang tertarik untuk menanam kencur, Anda bisa mengikuti panduan di bawah ini dengan baik!

PEMBENIHAN KENCUR

Benih kencur diambil dari rimpang segar yang usianya sudah cukup tua. Setelah rimpang kencur disortir berdasarkan mutunya, lalu rimpang-rimpang terpilih selanjutnya diletakkan di tempat yang gelap untuk merangsang pembentukan mata tunas. Dengan begini, potensi hidup rimpang kencur tersebut pun akan lebih besar. Tunas kencur ini biasanya bakal tumbuh dalam kurun waktu antara 1-2 minggu. Penanaman bibit kencur sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan ya karena tanaman ini membutuhkan air yang cukup banyak dalam masa awal pertumbuhannya.

PENGOLAHAN LAHAN

Pengolahan lahan dikerjakan dengan mencangkul tanah sedalam 20-30 cm supaya teksturnya berubah menjadi gembur. Buatlah beberapa bedengan/petak tanam yang memiliki lebar 1-2 m dengan panjang menyesuaikan kondisi lahan. Kemudian buatlah lubang tanam sedalam 5-7 cm serta berjarak 80 x 40 cm. Saluran irigasi juga perlu dibangun dengan matang untuk mencegah terjadinya genangan air yang dapat menyebabkan rimpang kencur tersebut membusuk. Kunci sukse membudidayakan kencur terletak pada kondisi media tanamnya yang subur dan gembur sehingga menghasilkan rimpang yang banyak.

PEMUPUKAN DASAR

Pemupukan dasar dilaksanakan pada saat mengolah lahan. Tujuannya adalah meningkatkan kesuburan media tanam. Pupuk yang dipakai yaitu pupuk yang bersifat organik, baik pupuk kandang maupun pupuk kompos. Campurkanlah pupuk tersebut dengan tanah secara merata agar nutrisinya terserap sehingga tanah mampu memberikan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kencur. Kerjakan pemupukan ini dengan sebaik-baiknya agar tanaman kencur bisa mendapatkan manfaatnya secara optimal.

Untuk meningkatkan produktivitas tanaman, Anda pun dapat memanfaatkan pupuk urea, KCL, dan TSP. Berikan pupuk urea dan KCL dengan frekuensi sebanyak 2 kali/masa tanam yaitu pada saat penanaman bibit dan ketika tanaman ini sudah berumur 45 hari. Sedangkan pemberian pupuk TSP hanya dikerjakan pada waktu penanaman bibit kencur dilakukan. Gunakan dosis pupuk sesuai dengan saran yang tertera pada masing-masing kemasan dengan baik. Pemberian pupuk secara berlebihan justru akan merugikan bagi tanaman kencur.

PENANAMAN BIBIT

Waktu penanaman bibit kencur yang paling ideal adalah pagi hari. Setiap lubang tanam hanya boleh diisi dengan satu rimpang kencur. Pastikan posisi tunas menghadap tegak ke atas karena hal ini berpengaruh besar terhadap tingkat pertumbuhannya. Lantas timbun lubang tersebut kembali menggunakan lapisan tanah atas. Lakukan penanaman rimpang kencur sampai seluruh lubang tanam tersebut telah terisi. Lalu Anda bisa melanjutkan proses penanaman bibit kencur ini sampai akhir. Setelah itu kami sarankan untuk menyirami bibit kencur yang baru saja ditanam di lahan tersebut.

PERAWATAN TANAMAN

Budidaya kencur sebaiknya dilaksanakan selama musim penghujan. Kenapa? Tidak lain agar kebutuhan air pada tanaman tersebut bisa terpenuhi dengan baik. Anda bisa menyiram tanaman sesekali terutama pada saat tidak turun hujan untuk menjaga kandungan air di dalam tanah. Sebulan sekai, Anda pun bisa menyiangi gulma yang tumbuh di area lahan penanaman. Hati-hati saat mencabut gulma yang terdapat di dekat tanaman kencur. Jangan sampai merusak sistem perakaran kencur. Anda bisa menyiangi gulma ini secara manual ataupun memanfaatkan herbisida untuk memberantas semua gulma yang tumbuh.

PENGENDALIAN OPT

Hama utama bagi tanaman kencur yaitu ulat pemakan daun seperti Karana diocles serta pesfolus. Kedua ulat ini senang menggerogoti daun sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman. Selain dengan teknik yang manual, Anda bisa membasmi ulat-ulat pemakan daun ini menggunakan Nogos 50 EC. Semprotkan insektisida ini tepat ke arah daun kencur yang terserang hama. Lakukan upaya pengendalian OPT ini saat kondisi cuaca sedang cerah. Mulailah dengan dosis yang rendah terlebih dahulu. Jika serangan ulat terus berlanjut, Anda bisa meningkatkan jumlah penggunaan insektisida yang dipakai.

PEMANENAN KENCUR

Pemanenan kencur bisa dilakukan pada musim kemarau yakni pada saat tanaman ini sedang mengalami mati suri. Pengerjaan pemanenan dengan cara membongkar seisi lahan untuk diambil rimpang-rimpang kencur yang tumbuh di dalam tanah. Rimpang-rimpang kencur yang sudah terkumpul lantas dibersihkan dari kotoran yang melekat di permukaannya. Anda harus berhati-hati dalam membongkar tanah untuk mengambil rimpang kencur di dalamnya. Karena kesalahan dalam melaksanakan proses pemanenan ini dapat merusak rimpang kencur hingga menyebabkan kualitasnya menurun.