Jenis-jenis Stek Batang Pada Tanaman Kopi, Ada 5 Macam Loh!

Tanaman kopi termasuk tumbuhan yang cukup mudah untuk ditanam. Apalagi untuk jenis kopi robusta yang notabene benar-benar sesuai jika dipelihara di Indonesia. Anda bisa menanam kopi menggunakan berbagai teknik perbanyakan tanaman. Demikian pula dengan proses perbanyakan tanaman kopi ini pun bisa Anda lakukan dengan beragam metod. Salah satu yang dapat diterapkan adalah stek batang. Pada dasarnya, perbanyakan tanaman kopi menggunakan stek batang dikerjakan dengan menanam batang tanaman kopi tersebut hingga tumbuh menjadi bibit tanaman.

Kopi merupakan tanaman yang memiliki karakteristik dasar yaitu serbuk silang. Jadi untuk mendapatkan bahan tanaman yang berkualitas tinggi, proses perbanyakannya wajib dilakukan secara vegetatif. Di sini Anda bisa memperbanyak tanaman kopi menggunakan metode stek. Tahukah Anda, ada banyak sekali metode stek yang sering dipakai untuk memperbanyak tanaman? Misalnya stek batang, stek ruas, stek belah, stek daun, dan stek sambung. Kelima metode perbanyakan stek batang ini sama-sama dapat diaplikasikan pada tanaman kopi. Silakan Anda bisa mencobanya sendiri.

Berikut ini kami akan mencoba menjelaskannya satu per satu mengenai teknik perbanyakan tumbuhan kopi dengan metode stek batang. Semuanya benar-benar bekerja baik serta mampu menghasilkan bibit kopi yang kualitasnya tinggi apabila Anda mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.

Stek Batang

Stek menggunakan batang tanaman kopi sepanjang 20-30 cm. Semua daun yang ada di batang tersebut harus dibuang. Usahakan dalam setiap batang tanaman yang bakal distek mempunyai 2-3 mata tunas. Kemudian batang kopi ini ditanam di bedengan pembibitan. Biasanya akar mulai tumbuh di bagian dasar batang ini setelah umurnya mencapai 1,5-2 bulan. Pemindahan bibit ke lapangan bisa dilakukan setelah berumur 5-6 bulan. Tidak dianjurkan melakukan stek batang langsung di lapangan sebab sinar mentari dan air hujan secara langsung berisiko tinggi akan mematikan batang yang sedang distek.

Stek Ruas

Stek ruas banyak diaplikasikan untuk tumbuhan kopi robusta. Stek ini memanfaatkan bahan berupa stek satu ruas dari tunas ortotrop yang berumur sekitar 5-6 bulan. Di sini dipakai ruas nomor 2-4 dari bagian pucuk tanaman kopi. Panjang stek ini sekitar 6-8 cm dan mempunyai sepasang daun yang telah dikupir/dipotong menggunakan gunting secara miring satu arah. Stek ini ditanam dengan menaikkan bagian atas stek sepanjang 7 cm dengan kemiringan 10-20 derajat. Setelah itu, dapat ditutup memakai sungkup plastik. Metode ini dikatakan berhasil manakala tumbuh tunas di bakal stek tersebut.

Stek Belah

Stek belah pada dasarnya merupakan stek ruas tanaman yang dibelah menjadi dua bagian. Jadi teknik penanaman metode ini pada dasarnya sama persis seperti stek ruas. Teknik penanaman kopi tersebut akan lebih efisien jika menggunakan stek belah daripada stek ruas. Tetapi kelemahan dari stek belah ini yaitu bibit akan mati apabila dalam waktu 2-3 minggu setelah tanam di bedengan terjadi gugur daun. Selain itu, proses penyetekan dengan metode belah ini juga memerlukan waktu yang cukup lama untuk memulihkan luka bekas pembelahannya. Anda harus mengerjakannya dengan hati-hati.

Stek Daun Bermata Tunas

Metode stek daun bermata tunas ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan tanam yang berasal dari sayatan stek di bawah tangkai daun ke atas. Posisinya sedikit di atas tunas reproduksi. Bentuknya kayu tipis berkulit sepanjang 3-5 cm dengan tunas dorman di bagian ketiak daunnya. Bahan tanam ini lantas ditanam di bagian bedengan penyetekan. Umumnya akar akan tumbuh lebih cepat ketimbang tunasnya. Kelebihan dari teknik stek daun bermata tunas ini antara lain proses kerjanya jauh lebih efisien, dapat meminimalisir gugur daun, serta luka bekas sayatannya pun lebih cepat sembuh.

Stek Sambung

Stek sambung dilaksanakan dengan menyambung dua bahan stek menjadi satu. Kedua bahan stek ini disebut bahan atas serta bahan bawah. Bahan atas menggunakan klon unggul anjuran yang mempunyai produktivitas tinggi. Sedangkan bahan bawah dapat memakai klon yang tahan terhadap nematoda dan kekeringan. Kedua bahan ini lantas dibelah ujungnya, dan bagian pangkalnya disayat miring. Setelah itu, pangkal bahan atas dimasukkan ke belahan ujung bahan bawah. Lalu Anda dapat mengikatnya memakai tali untuk memperkuat sambungannya. Stek sambung ini lantas ditanam di bedengan penyetekan.