Ini Hama dan Penyakit Nanas dan Metode Pengendaliannya yang Benar

Anda harus waspada terhadap kemungkinan serangan hama atau penyakit pada pertanaman nanas yang sedang dibudidayakan selama ini. Mengapa? Karena serangan hama/penyakit tersebut tidak hanya akan mengganggu pertumbuhan tanaman dan mengurangi tingkat produktivitasnya, tapi juga bahkan mampu menyebabkan kematian pada tanaman ini. Upaya pengendalian secara dini terbukti sangat efektif untuk mengatasi serangan hama dan penyakit tersebut sehingga tanaman nanas tetap terlindungi.

HAMA

Hama yang biasa menyerang tanaman nanas antara lain kutu putih, kutu sisik, thrips, dan nematoda.

Kutu Putih (Dysmicocus bervipes)

Salah satu hama utama tanaman nanas adalah kutu putih. Pertumbuhan tanaman yang terserang hama ini akan berhenti karena jaringan akarnya telah mati. Lambat laun tanaman tadi pun bakalan membusuk. Pengendaliannya dapat dilasanakan dengan merendam benih nanas ke dalam larutan Chemitation atau Diazinon 50 ml/L air selama 3 menit, lantas ditiriskan secara vertikal selama 24 jam agar larutan meresap ke dalam pangkal daun. Anda juga dapat menyemprotkan pestisida yang tepat, seperti Paration. Hindari pula menanam nanas di sekitar tanaman inang yaitu tebu, padi, kacang tanah, kedelai, dan pisang.

Kutu Sisik (Diaspis bromeliae)

Adapun gejala awal yang muncul dari serangan kutu sisik adalah munculnya bercak-bercak kering di area permukaan daun. Penampilan buah nanas pun menjadi tidak menarik akibat dipenuhi oleh bekas isapan cairan buah oleh kutu sisik tersebut. Untuk pengendaliannya, kurang lebih sama seperti pada kutu putih. Anda juga bisa menyemprotkan pestisida seperti Diazinon, Basaminon, atau Basudin. Direkomendasikan pula untuk memantau keberadaan predatornya yaitu kumbang Chilorococus melanophthalmus Uls.

Thrips (Thrips tabaci)

Serangan thrips pada tanaman nanas memiliki gejala yaitu ukuran daun mudanya bakal menyusut serta munculnya bercak-bercak berwarna merah keperakan pada daun. Anda dapat mengendalikan serangan thrips ini dengan membersihkan secara berkala gulma yang tumbuh serta tanaman yang menjadi inang thrips yaitu jamur dan lumut. Hindari menanam nanas secara terus-menerus dalam frekuensi yang rutin pada lahan yang sama. Kemudian lakukan juga penyemprotan dengan insektisida Mesurol 50 WP atau Lannate 25 WP.

Nematoda

Waspadalah terhadap serangan nematoda pada tanaman nanas, di mana serangannya biasa disebabkan oleh cacing Meloidogyne spp. Dampak serangan nematoda ialah akar tanaman nanas akan membengkak secara mencolok. Kemudian pada serangan yang serius, bagian akar pun bakal mati dan lama-kelamaan tanaman tersebut akan mati total. Adapun pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan bibit nanas yang tahan nematoda, melakukan pergiliran tanaman, membiarkan lahan tetap terbuka selama 2-3 minggu, dan mengaplikasikan Furadan 3G dengan dosis 20-30 kg/ha.

PENYAKIT

Penyakit utama pada tanaman nanas yaitu penyakit busuk pangkal serta penyakit busuk akar dan hati. Anda juga harus waspada terhadap penyakit fusariosis.

Busuk Pangkal

Penyakit busuk pangkal pada tanaman nanas ditimbulkan oleh Ceratocystis paradoxa atau Ceratocystis moreau. Gejalanya yaitu terjadinya busuk lunak yang berwarna cokelat pada pangkal bibit nanas. Lantas pembusukan ini bisa meluas ke atas sampai daun. Kemudian timbul bercak-bercak putih kekuningan dan garis-garis yang lebar tapi pendek pada daun. Sedangkan buah nanas yang terinfeksi akan membusuk, berubah menjadi kuning dan akhirnya menghitam. Biasanya infeksi ini bermula pada bekas potongan di tangkai. Bagian yang terinfeksi pun akan mengeluarkan bau yang khas dan menyengat.

Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal, antara lain :

  1. Cendawan Ceratocystis paradoxa atau Ceratocystis moreau hanya bakal menginfeksi tanaman nanas bila terdapat luka. Jadi bibit yang akan ditanam sebaiknya diistirahatkan dahulu dengan meletakkannya secara terbalik sampai luka bekas pemotongannya sembuh dan mengering.
  2. Penanaman hendaknya dilaksanakan pada musim kering. Jika terpaksa menanam bibit nanas di musim hujan, maka bibit tersebut harus direndam dahulu dengan fungisida yang tepat seperti Benomyl, Kaptafol, Carbendazime, atau Thiabendazole.
  3. Pemanenan buah harus tetap menyertakan tangkai buahnya untuk mencegah terjadinya infeksi. Kemudian Anda juga dapat mengaplikasikan asam benzoate 10% dalam ethanol paling lambat 5 jam setelah pemotongan buah agar tidak terinfeksi oleh cendawan.

Busuk Akar dan Hati

Tanaman muda yang terserang penyakit busuk akar dan hati akan menjadi klorosis dan ujung nekrosis. Daun-daun yang masih muda tersebut bakal mudah dicabut sebab pangkalnya telah membusuk. Tampak batas berwarna cokelat pada area daun yang sudah busuk tadi. Sedangkan serangan pada tanaman tua terjadi di bagian batang lunak yaitu batang bagian atas. Dampaknya adalah akar tanaman menjadi rusak, pertumbuhannya mengerdil, dan pembentukan buahnya tertunda atau bahkan tidak bisa berbuah sama sekali. Serangan penyakit ini sendiri jarang mengakibatkan kematian tanaman nanas.

Adapun metode pengendalian penyakit busuk akar dan hati pada tanaman nanas yaitu :

  1. Memastikan aerasi udara dan drainase tanah berjalan dengan baik.
  2. Melakukan sanitasi kebun dari tanaman yang terinfeksi dan sisa tanaman sebelumnya.
  3. Merendam tunas ke dalam larutan fungisida Alietta atau Ridomil sebelum ditanam.
  4. Melakukan rotasi dengan tanaman yang resisten seperti kacang-kacangan, tebu, dan jagung.
  5. Menggunakan varietas tanaman yang tahan seperti Cayenne dan Queen.

Fusarios

Penyakit fusarios yang menyerang tanaman nanas disebabkan Fusarium moniliforme var. Subglutinans. Penyakit ini sendiri mampu menyerang seluruh bagian dari tanaman nanas. Tetapi bagian tanaman yang paling sering terjangkiti adalah buah dan tunasnya. Adapun gejala-gejala awal dari serangan penyakit ini antara lain tanaman nanas menjadi kerdil, daunnya berbentuk klorosis, dan dalam kasus tertentu bagian ujung batang tanaman menjadi bengkok atau mati.

Di bawah ini merupakan teknik pengendalian penyakit fusarios dengan tepat :

  1. Menggunakan bibit nanas yang bebas dari bibit penyakit
  2. Melakukan rotasi tanaman di lahan secara teratur
  3. Mengendalikan serangga pengunjung bunga (terutama Lepidoptera) yang dapat menyebarkan spora jamur
  4. Memanfaatkan fungisida Captan ketika pembungaan dan perkembangan buah