Hasilkan Buah Lebat, Begini Cara Menanam Bibit Rambutan yang Baik

Pembukaan lahan pada tanah yang akan digunakan sebagai kebun rambutan dapat dilakukan secara menyeluruh. Anda dapat memulainya dengan menyingkirkan tanaman pengganggu seperti rumput, semak belukar, alang-alang, teki, dan gulma lainnya. Anda juga perlu membuang benda-benda keras seperti batu-batuan dan sisa tanaman sebelumnya. Barulah kemudian Anda dapat melakukan proses pengolahan terhadap tanah di dalam lahan tersebut.

Kami rekomendasikan untuk menanam bibit rambutan di tanah yang subur. Hindarilah memilih areal dengan kondisi tanah yang terlalu liat dan tidak memiliki sirkulasi yang baik. Jika kontur tanah miring seperti di daerah perbukitan, Anda bisa membuat sengkedan/teras di bagian yang curam dulu. Lalu Anda dapat membajak atau mencangkul tanah hingga sedalam 30 cm secara merata agar teksturnya menjadi gembur. Kemudian lahan tadi mesti dibiarkan selama 7-10 hari.

Jangan lupa untuk membuat saluran air selebar 1 m serta kedalaman sesuai lokasi air tanah. Saluran ini selanjutnya dapat digunakan untuk mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Tanah yang kurus, kurang humus, atau cukup liat bisa diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan mengubur ranting-ranting dan daun-daun agar melapuk. Proses ini sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari sebelum penanaman bibit rambutan dilakukan supaya kondisi tanah telah siap ditanami.

Setelah kondisi tanah sudah menjadi gembur, Anda dapat membuat bedengan yang berukuran 8 m, tinggi sekitar 30 cm dengan perataan dasar di atasnya untuk tempat penanaman bibit, serta panjang disesuaikan dengan panjang areal perkebunan. Namun idealnya adalah panjang bedengan ini sekitar 10 m dengan posisi arah yang membujur dari utara ke selatan untuk memaksimalkan penerimaan sinar matahari pagi. Jarak antar-bedengan ini yaitu 1 m untuk memudahkan aktivitas lalu lalang.

Kegiatan pengapuran khusus dilakukan pada dataran yang berasal dari tambak atau lahan yang baru dibentuk sehingga tidak bisa ditanami langsung. Selain tanah tersebut masih bersifat asam, keadaan tanah ini juga belum terlalu subur. Anda dapat memulainya dengan membuat lubang terlebih dahulu dengan ukuran penanaman sesuai di pekarangan. Lalu taburkan kapur dolomit sebanyak 0,5 liter ke dalam setiap lubang guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 6-6,7.

Setelah 1 minggu kemudian, Anda bisa mengaplikasikan pupuk kandang untuk meningkatkan kondisi tanah supaya semakin subur. Anda dapat memberikan pupuk ini sebanyak 25 kg per lubang tanam. Pastikan Anda pupuk kandang yang digunakan di sini sudah mengalami proses fermentasi sempurna sehingga aman digunakan. Setelah proses pemberian pupuk ini, lahan tersebut mesti didiamkan lagi hingga selama 5-7 hari agar sari pati pupuk terserap dan kondisi tanah pun menjadi normal.

Metode Penanaman Bibit Rambutan

Bibit rambutan bisa dipindahkan ke lahan budidaya setelah berumur 1-1,5 bulan sejak proses okulasi atau telah mempunyai daun minimal sebanyak 3 helai. Anda bisa menanam bibit rambutan tersebut pada jarak tanam antara 12 x 12 m hingga  14 x 14 m tergantung jenis rambutan yang ditanam. Guna menghindari sengatan cahaya matahari secara langsung, Anda dapat memasang naungan di tiap-tiap bibit dengan posisi miring lebih tinggi ke timur untuk mengoptimalkan penerimaan sinar di pagi hari.

Pembuatan lubang tanam yang akan digunakan untuk tempat penanaman bibit rambutan dilakukan setelah tanah diolah secara matang. Kemudian buatlah lubang tanam yang berukuran 1 x 1 x 0,5 m. Pisahkan lapisan tanah bagian atas dan bawah sebab kondisi kesuburannya berbeda. Nantinya tanah galian ini bisa Anda gunakan kembali untuk menimbun lubang tanam. Adapun jarak antar-lubang ini yang ideal adalah 12-14 m. Lalu Anda bisa membiarkannya selama 3-4 minggu lamanya.

Setelah kurun waktu tunggu 2 minggu, Anda dapat memasukkan kembali tanah bekas galian seperti susunannya semula. Namun untuk tanah bagian atas sebaiknya dicampurkan dahulu dengan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 50 kg. Kemudian setelah mencapai waktu tunggu selama 3-4 minggu, tinggi tanah di lubang tersebut pun sudah menurun. Anda bisa langsung menanam bibit ini ke lubang dengan posisi akar dan batang yang tidak terlalu dalam, namun cukup setinggi permukaan tanah di sekelilingnya.

Kami rekomendasikan untuk menanam bibit rambutan ini di awal musim hujan supaya kebutuhan air yang diperlukan oleh tanaman tersebut dapat terpenuhi dengan baik. Lakukan proses penanaman ini di waktu pagi dan sore hari dengan tujuan untuk menghindari terik matahari. Silakan Anda keluarkan bibit rambutan tersebut dari polybag atau memindahkannya dari bedengan pembibitan. Kerjakanlah dengan hati-hati agar tidak merusak perakaran tanaman. Lalu bibit tersebut harus lekas ditanamkan pada lubang-lubang tanam yang telah Anda sediakan.