Cara Sambung Pucuk Kopi untuk Menghasilkan Bibit yang Bermutu Unggul

Kopi adalah tanaman komoditi dengan nilai ekonomi yang tinggi. Setiap tahunnya, permintaan biji kopi di dunia semakin meningkat. Hal ini tentu merupakan kabar baik khususnya bagi para petani kopi di Indonesia. Maka tak heran, beberapa petani Indonesia memutuskan untuk membudidayakan tanaman kopi ketimbang tanaman lainnya karena dinilai lebih menguntungkan.

Terdapat tiga macam metode yang dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman kopi. Di antaranya yaitu melalui biji, setek, dan sambung pucuk. Dari ketiga teknik perkembangbiakan tersebut, sambung pucuk dinilai merupakan teknik yang paling bagus. Selain mudah dilakukan, sambung pucuk juga akan menghasilkan tanaman dengan kualitas menyerupai induknya.

Pada prinsipnya, sambung pucuk dilakukan dengan menyambungkan batang tanaman kopi dengan pucuk kopi yang berjenis lain. Baik batang dan pucuk harus dipilih yang memiliki kualitas tinggi agar didapatkan bibit yang unggul. Keberhasilan teknik sambung pucuk ini dipengaruhi oleh ketepatan pertemuan kambium, keberhasilan alat, dan keterampilan pembuatnya.

Di bawah ini adalah langkah-langkah dalam membuat bibit tanaman kopi dengan metode sambung pucuk untuk menghasilkan bibit yang berkualitas unggul!

ALAT DAN BAHAN :

  • Pisau
  • Gunting
  • Tali
  • Plastik
  • Entres

LANGKAH-LANGKAH :

  1. Pilih tanaman kopi yang akan dijadikan sebagai batang bawah. Batang yang bermutu baik berasal dari tumbuhan yang mempunyai sistem perakaran kuat, tahan terhadap hama dan penyakit, serta bersifat bandel dengan kondisi tanah apapun. Batang bawah juga setidaknya berusia antara 6-9 bulan dengan diameter kurang lebih 1 cm.
  2. Sedangkan untuk batang atas yang bermutu baik didapatkan dari tanaman-tanaman kopi yang mampu menghasilkan biji kopi pilihan dan memiliki tingkat produksi yang melimpah. Batang atas juga setidaknya sudah berumur 3-4 bulan dan memiliki lebih dari 5 ruas per batang. Adapun ruas yang dipakai sebagai batang atas hanya ruas kedua, ruas ketiga, atau ruas keempat.
  3. Idealnya batang bawah yang dipakai memiliki ketinggian 10 sampai 15 cm atau pas pertemuan warna cokelat dan hijau pada batang kopi. Gunakan pisau yang tajam untuk membentuk celah cekungan pada batang bawah dengan ukuran sesuai diameter batang atas dan kedalaman 3-4 cm. Kemudian anda bisa beralih mengiris secara menyerong kedua sisi pangkal batang atas sehingga berbentuk lancip menyerupai anak panah sepanjang 3-4 cm. Usahakan cekungan batang bawah dan pangkal batang atas yang lancip mempunyai permukaan yang rata dan tidak bergelombang sehingga kedua kambium sambung pucuk ini bisa tepat bertemu.
  4. Tancapkan batang atas tepat tersambung dengan batang bawah. Kencangkan sambungan menggunakan tali rafia sehingga posisinya stabil dan tidak mudah goyah.
  5. Terakhir adalah menutup bekas sambung pucuk tadi menggunakan plastik. Tujuannya adalah untuk mempertahankan tingkat kelembabannya sehingga antara batang bawah dan batang atas nantinya bisa tersambung secara alami.

Selamat mencoba!