Cara Menyiapkan Lahan untuk Tanaman Kopi agar Hasilnya Maksimal

Salah satu komoditas unggulan bagi Bangsa Indonesia adalah tanaman kopi (Coffea sp.). Ini merupakan tanaman penghasil biji kopi yang dapat diolah menjadi minuman. Dalam upaya pengembangan tanaman kopi, terdapat sejumlah pekerjaan yang mesti Anda laksanakan dengan baik. Anda perlu memperhatikan pemilihan lahan, kesesuaiannya untuk ditanami kopi, pembuatan lubang dengan ukuran dan jarak yang tepat, pengendalian erosi tanah, pembuatan teras bangku dan teras individu, pembuatan rorak, serta penanaman pohon naungan. Semuanya wajib dikerjakan sebaik mungkin.

Tidak semua lahan cocok ditanami tumbuhan kopi. Anda harus memperhatikan syarat hidup tanaman kopi apakah bisa ataukah tidak tumbuh di lahan tersebut. Lahan yang sudah dinilai cocok juga tak dapat langsung ditanami kopi. Anda pun perlu menyiapkannya terlebih dahulu sehingga kondisi lahan tersebut menjadi benar-benar sesuai. Inilah topik utama yang akan kita bahas kali ini. Kita akan belajar mengenai tata cara menyiapkan lahan untuk ditanami tanaman kopi dengan baik dan benar. Sebab bagaimanapun juga kondisi lahan tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman kopi.

Paling tidak ada 6 macam pekerjaan yang harus Anda laksanakan dengan baik ketika menyiapkan lahan peanaman kopi, di antaranya :

Pemilihan Lahan

Lahan untuk tanaman kopi arabika dan robusta pada dasarnya memiliki karakteristik yang sama. Syarat-syaratnya antara lain :

  1. Kemiringan tanah kurang dari 30 persen
  2. Kedalaman tanah efektif lebih dari 100 cm
  3. Tanah bertekstur lempung dengan struktur lapisan atas yang remah
  4. Tanah mengandung bahan organik di atas 3,5 persen
  5. Tanah mengandung karbon di atas 2 persen
  6. Nisbah karbon dan nitrogen sekitar 10-12
  7. Kapasitas tukar kaiton (KTK) di atas 15me/100 g
  8. Kejenuhan basa (KB) di atas 35 persen
  9. pH tanah sekitar 5,5 sampai 6,5 derajat
  10. Tanah mengandung nitrogen, posfor, kalium, kalsium, dan magnesium yang cukup sampai tinggi

Kesesuaian Lahan

Penilaian terhadap kelas kesesuaian lahan di suatu wilayah dapat ditentukan menurut tipe penggunaan lahan tersebut. Di antaranya meliputi :

  • Kelas S1 yaitu sangat sesuai
  • Kelas S2 yaitu sesuai
  • Kelas S3 yaitu sesuai marginal
  • Kelas N yaitu tidak sesuai

Ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan dalam menilai kesesuaian lahan apakah cocok ditanami tumbuhan kopi atau tidak. Kami akan membahasnya secara mendalam di artikel yang akan datang.

Pembukaan Lahan

Anda perlu melakukan upaya pembukaan lahan jika penanaman kopi di lahan tersebut baru pertama kali dilaksanakan. Proses pembukaan lahan dilakukan dengan menebang serta membongkar pohon, perdu, dan tanggul tanaman lama beserta akarnya yang ada di lahan tersebut. Kayu dan serasah lalu ditumpuk di suatu tempat di pinggir kebun sehingga lahan menjadi bersih dan terbuka. Proses ini wajib dikerjakan dengan prinsip zero burning yaitu tidak melakukan pembakaran lahan. Pemakaian herbisida pun harus dilaksanakan secara bijaksana agar tidak menimbulkan dampak negatif pada lahan.

Pengajiran

Tujuan pengajiran adalah mengatur jarak tanam di lahan, mempermudah pembuatan lubang tanam, dan membantu pertumbuhan kopi supaya membentuk garis lurus sehingga mempermudah kita nanti dalam memeliharanya. Proses pengajiran pada lahan datar dikerjakan secara larikan dengan arah barisan yang sesuai mengikuti arah mata angin. Ajir induk diletakkan di arah utara-selatan, serta ajir anakan/pengisi ditempatkan di arah timur-barat. Jika ukuran lahannya cukup luas, ajir induk ini bisa diletakkan di posisi tengah. Namun bila ukuran luas lahan kurang dari 1 hektar, pasanglah ajir induk ini di pinggir saja.

Jarak Tanam

Jarak tanam untuk menanam bibit tanaman kopi bervariasi tergantung jenis kopi yang akan ditanam dan kondisi lahannya.

  • Jarak tanam kopi arabika untuk tipe katai 2,9 x 1,5 m, agak katai 2,5 x 2 m, serta jangkung 2,5 x 2,5 m atau 3 x 2 m.
  • Sedangkan jarak tanam di dalam teras untuk kopi arabika yang ditanam di lahan miring adalah tipe katai 2-2,25 m dan jangkung 2,5-2,75 m.
  • Hal ini berbeda dengan jarak tanam untuk kopi robusta di lahan datar yaitu 2,5 x 2,5 m atau 3 x 2 m serta lahan miring 2 x 2,5 m.
  • Sementara itu, jarak tanam kopi liberika yang ideal adalah 3 x 3 m atau 4 x 2,5 m.

Lubang Tanam

Waktu yang paling ideal untuk membuat lubang tanam dalam budidaya tumbuhan kopi adalah 6 bulan sebelum penanaman bibit kopi dikerjakan. Lubang tanam ini dibuat dengan ukuran yang sesuai kondisi tanah, tekstur, serta struktur tanah. Semakin berat kondisi tanahnya, maka semakin besar pula ukuran lubang yang dibutuhkan. Biasanya lubang tanam untuk tanaman kopi dibuat dengan ukuran 60 x 60 cm di bagian permukaan, 40 x 40 cm di bagian dasar, dan kedalaman 60 cm. Sedangkan untuk lubang tanam di lahan miring yang mempunyai teras kontur sebaiknya dibuat di dekat sisi miring sebelah atas.

Tanah yang berasal dari pembuatan lubang tanam tidak boleh dibuang. Tanah tersebut harus dipisahkan menjadi dua bagian. Bagian top soil yang terletak di atas kedalaman 20 cm mempunyai kesuburan yang tinggi. Sedangkan sub soil merupakan lapisan tanah di bawah kedalaman 20 cm sampai ke dasar lubang. Letakkan tanah top soil di sebelah barat dan sub soil di sebelah timur untuk mematikan mikroorganisme dengan bantuan sinar matahari. Tanah bekas galian ini sebaiknya dibiarkan paling tidak selama sebulan. Selanjutnya tanah top soil bisa dicampur dengan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburannya.