Cara Menyemai Biji Karet supaya Cepat Tumbuh dan Berkecambah

Proses penyemaian biji tanaman karet diawali dengan pengecambahan biji tersebut yang telah kami jelaskan di artikel sebelumnya. Barulah setelah biji karet ini berkecambah, Anda dapat memindahkan ke lahan tempat persemaian untuk memacu pertumbuhannya. Bagusnya adalah kecambah tersebut dipindahkan sebelum daunnya tumbuh. Semakin cepat Anda memindahkannya, maka bakal semakin bagus. Batas toleransi waktu pemindahan maksimumnya ialah 3 minggu.

Perlu diketahui, biji karet memiliki akar tombak yaitu akar yang menghunjam ke tanah. Biasanya akar ini berbentuk lurus, bercabang, atau terpelintir. Dari ketiga bentuk tersebut, akar tombak yang lurus menandakan kecambah yang terbaik untuk dipindahkan ke area pembibitan. Saat memindahkannya, Anda harus mengambil kecambah tersebut dengan hati-hati karena posisi akar tombak yang masuk ke dalam tanah membuatnya rawan terputus ketika Anda akan mengambilnya.

Anda bisa mengambil kecambah karet dengan mencungkilnya. Adapun langkah kerja pencungkilan kecambah tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan sebilah bambu yang diruncingkan pada bagian ujungnya.
  2. Lakukan pencungkilan dengan hati-hati pada kecambah karet supaya akar tombaknya tidak tersentuh, bengkok, ataupun patah.
  3. Kegiatan pengambilan dan pemindahan ini sebaiknya dilakukan saat matahari tidak terlalu terik yakni sebelum pukul 9 pagi atau setelah 4 sore.
  4. Anda dapat menanam kecambah karet di lahan persemaian langsung atau memakai wadah berupa polybag.
  5. Setelah kondisi bibit tersebut sudah cukup besar, maka siap untuk diokulasi.

PERSEMAIAN DI LAHAN

Lahan untuk persemaian karet harus mempunyai tanah yang subur, remah, teksturnya gembur, kaya bahan organik, dan dekat dengan area pertanaman. Kemudian lahan tersebut mesti dibersihkan dari batu, sampah, dan sisa tanaman sebelumnya. Lantas Anda dapat mencangkulnya sedalam 50-70 cm. Barulah selanjutnya Anda bisa membuat bedengan yang berukuran lebar 12 m dan panjang 25 m. Di antara bedengan dibangun selokan supaya lahan tidak tergenang air.

Bila bedengan tersebut sudah siap, maka Anda bisa segera menanamkan kecambah karet. Anda bisa membuat lubang tanam terlebih dahulu dengan ukuran kedalaman sesuai panjang akar tombak biji karet. Lubang ini bisa dibuat dengan jarak 60 x 90 cm untuk stum tinggi atau 60 x 60 cm untuk stum rendah. Selama dalam masa pembibitan tersebut, Anda perlu merawatnya dengan baik.

PERSEMAIAN MEMAKAI POLYBAG

Anda juga bisa melakukan persemaian bibit karet menggunakan polybag. Sebaiknya gunakan wadah yang ukurannya 25 x 56 cm atau diperkirakan dapat menampung tanah sebanyak 10 kg. Pakai tanah bagian atas (top soil) dengan kedalaman maksimum 15 cm supaya subur. Setelah siap, barulah Anda bisa menanamkan kecambah karet ke dalam polybag tersebut dengan hati-hati. Perhatikan dengan baik bagian akar tombaknya agar tidak mengalami kerusakan.

Seluruh polybag persemaian harus diletakkan di area khusus yang memungkinkannya bisa mendapat sinar matahari pagi dan sore. Sebaiknya semua polybag ini ditaruh dalam alur sedalam 20 cm, serta ditimbun sehingga bagian polybag yang terletak di atas permukaan cuma 5 cm saja. Adapun jarak di antara polybag dalam barisan adalah 20 cm dan antar-barisan sekira 30 cm. Setiap 2 baris polybag ini dibuat jalan selebar 75 cm sebagai jalur untuk kegiatan perawatan tanaman.

PERAWATAN SELAMA PERSEMAIAN

Adapun pekerjaan-pekerjaan perawatan yang harus Anda lakukan selama dalam masa persemaian di antaranya :

Penyiraman

Anda mesti menyirami area pembibitan tanaman karet secara rutin karena bibit tersebut peka sekali terhadap kekeringan. Kegiatan penyiraman ini sebaiknya dilaksanakan 2 kali sehari atau tergantung pada keadaan lahan. Tujuannya yaitu untuk mempertahankan kelembapan di area pertanaman serta mencukupi kebutuhan air pada tanaman. Gunakanlah gembor atau sprinkler yang memiliki jatuhan air yang kecil sehingga tidak merusak bibit tanaman.

Pemupukan

Selama di dalam persemaian, Anda perlu memberikan pupuk secara berkala untuk memacu tumbuh kembang tanaman. Kami menganjurkan Anda memakai pupuk yang mengandung unsur hara makro yang lengkap seperti NPK dengan dosis 10 gram/bibit. Pupuk ini diberikan di waktu 1 bulan setelah bibit berada di lahan. Cara memberikan NPK yaitu Anda bisa memberikan pupuk ini ke dalam lubang melingkar yang berjarak 7 cm dari bibit, lalu menutupnya lagi memakai tanah.

Setelah 3 bulan berlalu, Anda dapat melakukan pemupukan lagi menggunakan NPK dengan dosis 15 gram/bibit. Namun kali ini, pupuk tersebut cukup ditaburkan di antara barisan tanaman yang diikuti dengan penggemburan tanah supaya pupuk tersebut masuk ke dalam tanah.

Penyiangan

Kegiatan penyiangan ini dilaksanakan untuk memberantas gulma yang tumbuh di lahan pembibitan karet. Sebab jika gulma tersebut dibiarkan tumbuh di antara bibit karet, maka akan menjadi pesaing bagi tanaman utama dalam mendapatkan unsur hara di dalam tanah. Khusus waktu umur tanaman masih cukup muda, Anda harus melakukan penyiangan ini dengan hati-hati supaya tidak merusak sistem perakaran tanaman tersebut.

Pengendalian OPT

Adapun hama yang sering kali mengganggu bibit karet adalah belalang. Serangga ini biasanya suka memakan daun-daun tanaman karet. Anda bisa mengendalikan belalang tersebut dengan memakai insektisida Thiodan sebanyak 1,5 ml/L air. Semprotkanlah insektisida tersebut setiap 5 hari sekali untuk memberantas belalang yang menyerang pertanaman bibit karet.