Cara Menanam Paprika dari Biji, Panduan Praktis Tetapi Lengkap Nih!

Paprika kini menjadi salah satu bumbu yang sering digunakan oleh para ibu di Indonesia. Kendati masih satu kerabat dengan buah cabai, tetapi paprika mempunyai rasa yang tidak terlalu pedas dengan ukuran buah yang lebih besar dan daging buah yang lebih tebal. Warnanya juga menarik sekali. Berwarna hijau ketika masih mentah, kuning saat kondisinya sudah mengkal, serta merah waktu sudah matang. Karena keunikannya itulah, banyak ibu yang berusaha ingin menanam paprika dari bijinya. Beruntung sekali kan kalau kita bisa memiliki tanaman bumbu yang sekaligus menjadi tanaman hias yang unik?

Mau menanam paprika di polybag, pot, ataupun di tanah langsung tidak masalah. Karena pada dasarnya paprika termasuk tanaman yang lebih mudah dipelihara. Anda juga ingin menanam paprika? Berikut ini panduan menanam biji paprika yang bisa Anda pelajari! Silakan Anda dapat mencobanya sendiri ya.

PENYEMAIAN BIJI

Biji paprika yang hendak ditanam sebaiknya berasal dari varietas unggul, memiliki daya kecambah yang tinggi, dan masa kadaluwarsanya belum terlewat. Biji ini nantinya bisa Anda semai menggunakan media tanam yang lembut ataupun cocopeat. Caranya masukkan biji paprika ke dalam wadah, lalu tambahkan pasir halus secukupnya. Kocok sebentar agar pasir dan biji paprika tercampur rata. Jika mau, Anda dapat memperoleh benih paprika unggul di www.tokotanaman.com ya.

Kemudian siapkan kotak kayu. Masukkan media tanam berupa tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1 ke dalamnya. Taburkanlah campuran pasir dan biji paprika di atas media tanam tadi. Kemudian taburkan pasir cukup setebal 1 cm di lapisan yang paling atas. Letakkanlah kotak kayu tadi di tempat yang teduh. Siramlah secara berkala setiap hari. Biasanya dalam waktu 4-6 hari, biji paprika akan tumbuh menjadi kecambah. Anda harus merawatnya dengan baik.

PENANAMAN BIBIT

Bibit paprika yang sudah jadi bisa langsung Anda tanam di polybag. Mulailah dengan menyiapkan media tanam terlebih dahulu yang terdiri atas campuran tanah, pupuk kandang, serta pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1. Buatlah beberapa lubang di bagian dasar polybag sebagi saluran air keluar. Setelah itu, masukkan media tanam ke dalam polybag hingga terisi penuh. Lalu Anda bisa memindahkan polybag tersebut di tempat yang teduh.

Proses pemindahan bibit paprika dari tempat persemaian ke dalam polybag bisa dilakukan setelah bibit berumur sekitar 3-4 minggu. Pada rentang usia ini, bibit telah mempunyai sistem perakaran yang kuat dan daya tahannya lebih tinggi. Proses pemindahan sebaiknya dikerjakan pada waktu sore hari, di mana suhu udara yang rendah akan mengurangi tingkat penguapan pada bibit paprika. Setelah bibit berhasil ditanam di polybag, Anda bisa menyiramnya dan memindahkannya di tempat yang teduh.

PERAWATAN TANAMAN

Secara umum, perawatan paprika di polybag ini jauh lebih mudah dibandingkan dengan tumbuhan yang dibudidayakan di lahan terbuka. Hal ini dikarenakan perawatan hanya ditujukan pada lingkungan yang ada di dalam polybag. Kondisi lingkungan di luar polybag tidak begitu berpengaruh kepada tingkat pertumbuhan tanaman.

Anda perlu menyiram tanaman paprika secara rutin, khususnya setiap pagi dan sore hari. Kemudian lakukan pemupukan susulan setiap 1 bulan sekali menggunakan pupuk NPK. Pemupukan susulan pertama dilaksanakan ketika tanaman sudah berusia sebulan. Tanaman paprika tetap membutuhkan pupuk untuk mendukung pertumbuhannya hingga mencapai usia panen.

PEMANENAN BUAH

Tanaman paprika yang sudah berumur antara 2,5-3 bulan umumnya sudah menghasilkan bunga yang berwarna putih dan ukurannya cukup kecil. Bunga tersebut lantas akan tumbuh menjadi bakal buah hanya dalam waktu sekitar 1-2 hari. Butuh waktu setidaknya 14-20 hari bagi bakal buah paprika ini untuk selanjutnya berkembang menjadi buah yang siap dipanen. Anda bisa memetik buah paprika yang berwarna hijau, kuning, atau merah sesuai kebutuhan.