Cara Menanam dan Merawat Tanaman Jengkol agar Buahnya Banyak

Jengkol mempunyai kekhasan pada buahnya yang berbau cukup menyengat. Meski demikian, tak sedikit orang yang menyukai jengkol sebab memiliki rasa yang sangat lezat dengan tekstur pulen mirip kentang. Jengkol juga mempunyai khasiat yang baik untuk manusia. Buahnya bagus untuk mendukung kesehatan jantung serta daunnya untuk obat diabetes. Pohon jengkol sanggup tumbuh hingga mencapai 10-27 m. Bagian tanaman yang biasanya disebut sebagai buah jengkol sebenarnya adalah biji atau polong. Pohon jengkol mempunyai akar yang dalam dan mampu menyerap air tanah sehingga memiliki manfaat untuk konservasi lingkungan. Anda bisa mencoba menanamnya dari biji.

Tanaman jengkol bisa dibudidayakan di dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanaman ini memerlukan penyinaran sepanjang hari dan pasokan air dalam jumlah yang tinggi. Paling baik, penanaman dilakukan pada saat awal musim penghujan sehingga tanaman ini bisa lebih cepat tumbuh besar dan berkembang.

 PEMBIBITAN DAN PENANAMAN

Jengkol bisa diperbanyak melalui biji dan cangkok. Pembibitan jengkol melalui biji bisa dilakukan melalui proses penyemaian terlebih dulu yakni menanam biji jengkol ke dalam polybag yang sudah diisi dengan media semai yang subur. Dalam 2-3 minggu kemudian, biji jengkol ini bakal tumbuh menjadi kecambah. Setelah itu, kecambah jengkol bisa dipindahkan ke lahan penanaman. Biji jengkol biasanya cukup mudah untuk ditanam. Anda harus mengerjakannya dengan hati-hati agar bibit jengkol tersebut tak rusak pada bagian sistem perakarannya.

Tanaman jengkol yang berasal dari biji biasanya akan mulai menghasilkan buah ketika usianya mencapai 5 tahun atau lebih. Bahkan ada pula yang membutuhkan waktu sampai 10 tahun untuk berbuah. Namun kelebihan dari bibit dari biji adalah mempunyai akar yang begitu kuat. Sedangkan tanaman jengkol yang didapatkan dari proses cangkok dapat berbuah dalam waktu yang lebih cepat sekitar 2-3 tahun. Selama perawatan, tanaman jengkol harus diberi pupuk kandang sebagai makanannya. Berikan pula pagar yang mengelilingi tanaman muda supaya tidak dirusaki oleh hama pengganggu.

PERAWATAN TANAMAN

Ada baiknya memasang pagar yang mengelilingi bibit-bibit jengkol agar kondisinya tetap terjaga dengan baik. Pemupukan dikerjakan secara berkala minimal setiap 3 bulan sekali menggunakan pupuk kandang dengan jumlah sesuai kondisi kesuburan lahan. Lakukan juga proses penyiangan setiap seminggu sekali untuk membersihkan rumput dan ilalang yang tumbuh di lahan. Setelah pohon jengkol ini menunjukkan pertumbuhan yang baik, pangkas ranting-ranting yang tidak perlu untuk menjaga pertumbuhan batang utama. Fokuslah pada pertumbuhan batang terlebih dahulu sampai ukuran pohon cukup tinggi.

PENGENDALIAN HAMA

Perawatan pohon jengkol juga perlu memperhatikan kemungkinan adanya hama yang bakal menyerang tanaman ini. Hama utama jengkol yaitu ular dan tupai. Ada juga hama boloren yang dapat menimbulkan kerusakan fatal pada tanaman jengkol. Semut rangrang yang bersarang di dalam pohon jengkol pun bisa merusak pertumbuhan bunga dan bakal buah jengkol. Kerjakan upaya pengendalian terhadap hama ini secara bijaksana. Lebih disarankan untuk menggunakan pestisida atau insektisida alami daripada bahan kimia sehingga lebih aman bagi tumbuhan tersebut.

Hati-hati juga terhadap kemungkinan serangan jamur dan cendawan yang dapat mencuri makanan pada tanaman sehingga pertumbuhannya akan terhambat. Jamur dan cendawan ini juga dapat menyebabkan tanaman jengkol mati secara mendadak. Upaya pengendalian hama-hama tadi bisa dilaksanakan dengan memangkas dan membersihkan bagian dahan dan daun tanaman jengkol yang kerap kali menjadi sarang hama. Pengendalian menggunakan fungisida dan pestisida juga dapat diterapkan apabila serangan hama sudah melampaui batas. Ikutilah instruksi penggunaan yang tercantum pada kemasannya.

PEMANENAN

Pohon jengkol yang berasal dari biji biasanya bakal menghasilkan buah ketika umurnya sudah mencapai 5 tahun atau lebih. Sedangkan tanaman jengkol hasil dari cangkok atau okulasi bisa memunculkan buah dalam waktu yang lebih singkat antara 2-3 tahun. Pemanenan buah jengkol dikerjakan dengan memetik langsung dari pohonnya atau menggunakan bantuan tongkat bambu yang dipasangi pisau di ujungnya. Setiap pohon jengkol rata-rata mampu memproduksi buah dalam jumlah yang berkisar antara 15-20 kg. Namun untuk tanaman yang subur tentunya sanggup menghasilkan buah yang lebih banyak lagi.