Cara Menanam Bunga Gladiol dan Merawatnya agar Rajin Berbunga

Persiapan awal mesti dilakukan dengan baik ketika Anda hendak membudidayakan bunga gladiol. Anda dapat memulainya dengan mengecek pH tanah terlebih dahulu. Apabila sudah sesuai, lanjutkan dengan pekerjaan pengukuran lahan yang akan ditanami gladiol. Barulah kemudian dilaksanakan upaya analisis terhadap jenis tanah tersebut. Khusus untuk lahan yang sebelumnya telah ditanami gladiol, maka Anda wajib menggantinya dengan tanaman lain dahulu minimal selama 1 tahun.

Setelah pekerjaan menganalisis lahan, mengukur area tanam, serta membersihkan gulma sudah selesai dilakukan dengan baik, pekerjaan selanjutnya yaitu pembajakan atau pencangkulan tanah agar gembur. Pekerjaan pengolahan ini hendaknya dilaksanakan pada 2 minggu sebelum tanam. Hal ini termasuk pula dengan pekerjaan pembuatan bedengan dan pemberian pupuk dasar. Tujuannya ak lain agar lahan tadi memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat sehingga kondisinya menjadi normal kembali.

Apabila pemanenan bunga gladiol nantinya akan dilakukan setiap saat, maka sebaiknya lahan tanam ini dibagi menjadi beberapa petak. Kegunaannya supaya bisa diatur antara lahan yang akan diolah, sedang ditanami, dan siap dipanen. Jangan lupa untuk membuat selokan air pada setiap petakan tersebut agar drainase dapat berjalan dengan baik dan tanaman pun tumbuh subur. Selanjutnya lahan bisa diberikan pupuk dasar untuk meningkatkan kesuburannya dan tanah tidak kekurangan unsur hara.

Pemberian pupuk dasar dilakukan saat penanaman. Gunakan pupuk yang mengandung unsur N, K, Ca, dan P sesuai dosis anjuran. Pengapuran perlu dilaksanakan untuk tanah yang memiliki pH di bawah 5,5. Direkomendasikan untuk membuat area lahan dengan ukuran sesuai kebutuhan. Kalau kebutuhan pasar mencapai 1.000 tangkai per 2 minggu, maka paling tidak dibutuhkan lahan tanam seluas 600 m2. Lahan ini selanjutnya dibagi menjadi 7 petak, di mana ukuran setiap petak seluas 72 m2.

PENANAMAN SUBANG

Bibit tanaman gladiol bisa ditanam dengan sistem guludan ataupun tanpa guludan. Penanaman dengan guludan dipilih apabila pengairannya dilakukan dengan metode leb agar air irigasi tak merusak struktur tanah. Perlu diperhatikan pula tempat dan waktu penanaman serta jarak dan kedalaman tanaman. Area penanaman gladiol dipilih berupa tempat yang bisa terkena sinar matahari langsung. Anda bisa memakai atap plastik untuk melindungi tanaman dari air hujan yang bisa menyebabkan kerusakan. Jadwal tanam penanaman ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan yakni sekitar 60-80 hari tergantung kultivar.

Cara membuat lubang tanamnya dengan mencangkul lahan sedalam 10-15 cm untuk subang berukuran diameter 2,5 cm. Subang ini ditanam setelah melewati masa dormansi sekitar 3,5 bulan. Adapun teknik penanaman dengan sistem guludan perlu disesuaikan dengan kedalaman lubang tanam gladiol. Apabila kedalamannya 10-15 cm, tinggi guludan dibuat lebih dari 15 cm untuk mengantisipasi tanah menurun. Sedangkan kalau penanamannya dilakukan tanpa guludan biasanya akan menyebabkan tanaman rebah atau tangkai bunganya bengkok yang membuat kualitasnya menurun.

Begitu pula dengan kerapatannya perlu diperhatikan sebab memengaruhi kekerasan tanaman dan mutu bunga gladiol. Jika populasi terlalu banyak,  maka tanaman bakalan melemah dan memanjang. Semakin kecil diameter subang, tingkat kerapatannya harus semakin besar. Anak subang berdiameter kurang dari 1 cm bisa ditanam dalam barisan guludan. Jarak tanam untuk subang berdiameter lebih dari 4 cm adalah 20 x 20 cm. Sedangkan untuk subang yang diameternya lebih kecil bisa ditanam lebih rapat lagi.

Faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan ukuran kedalaman tanam adalah tekstur tanah dan waktu tanam. Pada tanah yang bertekstur berat seperti tanah liat dan berlempung, subang gladiol harus ditanam lebih dangkal daripada tanah ringan dan berpasir. Begitu pula jika penanaman dilakukan musim kemarau, subang perlu ditanam lebih dalam ketimbang saat musim hujan. Alasannya karena suhu tanah lebih rendah di tempat yang lebih dalam. Bila bibit ditanam terlalu dangkal, terutama di tanah berpasir, akibatnya tanaman gladiol akan mudah rebah.

Apabila tanaman gladiol rebah atau tangkai bunganya bengkok, maka perlu diberikan ajir agar mutunya tidak menurun. Kasus ini umumnya terjadi pada sistem pertanaman tanpa guludan.

PEMELIHARAAN TANAMAN

Penyiangan gulma sangat penting dikerjakan pada pertanaman anak subang supaya tidak menghambat pertumbuhan tanaman serta tidak menyulitkan pemanenan. Biasanya penyiangan ini dilakukan sebelum pemberian pupuk N (25 hari setelah tanam) dan dilaksanakan sebanyak 3 kali dalam sekali siklus tanam. Sembari menyiangi tanaman gulma, Anda juga bisa melakukan pembubunan untuk menjaga agar subang baru yang tumbuh tetap tidak terlihat di atas permukaan tanah.

Tanaman gladiol memerlukan pupuk yang cukup banyak agar pertumbuhan cepat dan bisa berproduksi dengan baik. Dosis pupuk yang diberikan perlu disesuaikan dengan tekstur tanah, keadaan lingkungan, curah hujan, sistem pengairan, dan kandungan hara di tanah. Tanah berpasir membutuhkan pemupukan yang lebih sering, terutama saat musim hujan. Pelaksanaan pemupukan ini dilaksanakan sebanyak 2 kali yaitu pada umur 20 hari dan 45 hari setelah tanam.

Adapun dosis pemupukan untuk tanaman gladiol meliputi pupuk N sebanyak 90-135 kg yang diberikan dalam bentuk nitrat dan amonium, pupuk P sebanyak 90-180 kg berupa P2O5, serta pupuk K sebanyak 110-180 kg sebagai K2O untuk masing-masing per hektar pada tanah berpasir. Pupuk ini tidak diberikan semuanya sekaligus, melainkan secara bertahap. Pemberian pupuk P dan K dilaksanakan ketika tanam dan setelah tanaman membentuk 2-3 helai dengan ditambah pupuk N sebanyak 1/3 dari dosis total.

Kemudian mengenai pemberian pupuk N yang kedua dan ketiga masing-masing dilakukan sewaktu mulai terbentuknya primordia bunga serta setelah pemanenan bunga gladiol. Pemupukan terakhir ini sangat penting dikerjakan untuk mendukung pembesaran subang dan pembentukan anak subang. Adapun jenis pupuk yang dipakai umumnya berupa pupuk TSP dan Urea masing-masing sebanyak 1 sendok teh untuk setiap tanaman gladiol.

Bentuk perawatan lain adalah mengenai pengairan yang harus diperhatikan dengan baik sebab drainase ini akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Sedangkan penyiraman hanya dikerjakan ketika media tanah mulai kering, khususnya pada musim kemarau. Anda juga harus berhati-hati terhadap hama atau penyakit yang dapat merusak tanaman gladiol. Upaya pengendaliannya mesti dilakukan sedini mungkin dengan memanfaatkan pestisida yang tepat.

Metode penanggulangan serangan hama dapat dilakukan dengan memanfaatkan pestisida padat seperti Aldikarb dengan dosis 300 gram/100 m3 air ataupun pestisida cair seperti Permetrin dan Deltametrin dengan dosis 5 cc/100 m3 air. Sedangkan untuk pemberantasan penyakit bisa digunakan pestisida yaitu Procymidon dengan dosis 5 gram/100 m3 air atau Kaptofol dengan dosis 400 gram/100 m3 air. Pestisida ini sebaiknya diberikan setelah tanaman gladiol berumur 50 hari setelah tanam.