Cara Menanam Bunga Dahlia dan Perawatannya agar Rajin Berbunga

Tanaman dahlia dikenal mempunyai paras bunga yang indah sekali. Maka tidak heran kalau ada begitu banyak orang yang menyukainya. Bunganya memiliki paras yang cantik, bentuknya aduhai, serta warna yang sangat menarik. Hal inilah yang membuat bunga dahlia mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan begitu berharga. Bunga dahlia merupakan salah satu bunga potong yang sangat diminati oleh pembeli. Anda bisa mencoba menanamnya untuk mendapatkan keuntungan dari bunga tersebut.

Di bawah ini merupakan tata cara penanaman bunga dahlia yang baik!

  1. Gunakan media tanam dari campuran sekam padi dan pupuk kandang dengan perbandingan 6:1 yang dicampur secara merata.
  2. Masukkanlah media tanam ini ke dalam polybag yang berukuran 30 x 20 cm hingga mengisi 90% dari total volumenya.
  3. Buatlah lubang tanam persis di bagian tengah media tanam. Lalu tambahkan 1 gram pupuk NPK untuk menyuburkannya.
  4. Tanamkan bibit dahlia dengan hati-hati. Padatkan media tanam di sekitar batang agar tanaman berdiri tegak. Lalu sirami secukupnya.
  5. Berikan pupuk NPK sebanyak 1 gram/tanaman setiap 2 minggu untuk mendukung pertumbuhan daun dan bunganya.
  6. Penyemprotan menggunakan pestisida Antracol atau Basudin perlu dilakukan jika terlihat gejala-gejala timbulnya serangan hama/penyakit.
  7. Pemangkasan daun mesti dilaksanakan secara berkala supaya menghasilkan bunga dahlia yang berkualitas tinggi.
  8. Penjarangan bunga memiliki tujuan untuk mendapatkan bunga dahlia dengan ukuran dan warna yang optimal.

Adapun kriteria yang perlu diperhatikan dalam melakukan penjarangan bunga dahlia yaitu :

  • Untuk tanaman bunga dahlia mini hanya terdapat 6 kuntum bunga dihitung sampai buku ketiga di setiap pucuk lateral.
  • Untuk tanaman bunga dahlia besar hanya terdapat 3 kuntum bunga di setiap pucuk utama serta pucuk lateral.

Pekerjaan yang pertama dilakukan yaitu pengolahan tanah. Anda bisa memulainya dengan mencangkul tanah sedalam 45 cm beberapa kali. Kemudian tambahkan pupuk kandang setebal 15 cm (10-15 ton/ha), lalu dicampur dengan 45 cm tanah bedengan. Haluskan tanah sampai kedalaman 15 cm. Kemudian buat bedengan untuk menanam dahlia dengan ukuran lebar 70 cm, tinggi 15 cm, dan panjang sesuai keadaan lahan. Sedangkan untuk jarak antar-bedengan yang disarankan yaitu 55 cm.

Langkah berikutnya ialah membuat lubang tanam di bedengan. Lubang-lubang tanam ini dibuat dengan ukuran 20 x 20 x 20 cm pada jarak tanam sekitar 65-75 cm. Barulah kemudian bisa dilakukan penanaman umbi tanaman dahlia. Anda dapat menaruh umbi ini secara mendatar di dasar lubang, lalu tutup dengan tanah setebal 5 cm. Nantinya akan tumbuh beberapa tunas dari setiap umbi dahlia. Namun Anda hanya boleh memelihara 1-2 tunas saja agar tumbuhnya optimal. Sementara yang lain bisa dibinasakan.

PEMELIHARAAN TANAMAN DAHLIA

Selama 3 minggu awal, lakukan upaya penyulaman tanaman agar pertumbuhannya bisa seragam. Umbi yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya kurang baik harus segera diganti dengan umbi baru. Biasanya pertumbuhan bibit dahlia ini terhambat apabila kebutuhan airnya tak terpenuhi dengan baik, terutama ketika suhu panas. Oleh sebab itu, diperlukan pula sistem pengairan yang baik untuk menjamin suplai air ke tanaman dahlia ini dapat dilaksanakan secara tepat.

Upaya perawatan lainnya yang tidak boleh ketinggalan yaitu penjarangan bunga. Terutama kalau jumlah bunga terlalu banyak, penjarangan bunga ini penting dilaksanakan agar pertumbuhannya bisa maksimal sehingga ukurannya lebih besar serta warnanya pun lebih jelas. Pada dahlia kaktus (bunga warna putih), sebaiknya dibiarkan hanya satu bunga yang tetap hidup di setiap tangkai. Sedangkan pada dahlia jenis semi kaktus, Anda bisa membiarkan hingga 5-6 bunga per tangkai.

Berikutnya adalah Anda perlu melakukan penyiangan untuk memastikan tanaman dahlia yang ditanam mampu tumbuh dengan optimal. Upaya penyiangan ini mesti disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan gulma di saat pemupukan dan pembubunan. Bersihkan gulma tersebut memakai sabit dengan hati-hati. Sedangkan untuk pencegahannya, Anda bisa menghamparkan mulsa organik di antara tanaman. Ketika tinggi tanaman telah mencapai 1 m, Anda perlu menyangganya dengan 2 batang bambu agar tak rebah.

Guna mendukung pertumbuhan tanaman dahlia, Anda perlu memberi pupuk secara teratur. Pemupukan dilakukan setiap 10 hari menggunakan campuran Urea, SP-36, dan KCl masing-masing 2 gram atau dapat diganti dengan NPK sebanyak 5 gram. Pemberian pupuk yang pertama dilaksanakan pada 10 hari setelah pindah tanam. Pupuk ini diberikan dalam larikan sejauh 15 cm dari pangkal batang tanaman dahlia. Lalu tutuplah pupuk tersebut dengan tanah secukupnya.

Pengairan atau penyiraman mesti disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman dahlia. Terutama di awal pertumbuhannya, Anda harus mengupayakan agar kondisi tanah di sekitar pangkal batang sampai titik terluar tajuk tanaman tidak sampai mengering. Pasa masa-masa awal pertanaman, Anda bisa menyiram hingga 2-3 kali/hari tergantung kondisi cuaca. Lantas setelah kondisi tanaman sudah stabil, penyiraman cukup dilakukan setiap 3-5 hari. Setelah pemberian pupuk, tanaman dahlia juga perlu disiram.

Hama utama pada bunga dahlia adalah ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.). Ulat ini suka menyerang umbi dan batang dahlia. Ulat tanah akan memotong titik tumbuh atau pangkal batang sehingga menyebabkan tangkai daun atau batang tanaman menjadi rebah dan layu, terutama pada siang hari. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan membinasakan ulat tersebut saat penyiangan/pendangiran, pemberian furadan, serta penyemprotan Indofuran 3G atau Hostathion.

Anda juga harus waspada terhadap penyakit embun tepung (powdery mildew) yang ditimbulkan oleh Oidium tingitanium, Sphaetotheca mascularis, atau Uncinula necator. Jamur ini biasanya menyerang di perpindahan musim hujan ke kemarau. Bagian yang terserang oleh penyakit ini, terutama daun, bakalan tertutup oleh lapisan putih yang tipis menyerupai tepung. Lama-lama daun tersebut akan mengering dan akhirnya gugur. Cara pengendaliannya bisa memakai fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC.

Virus jenis CMV, TSV, TSMV, dan DMV juga mampu menyerang tanaman dahlia. Pertumbuhan tanaman yang terserang bakal abnormal sehingga tanaman pun menjadi kerdil. Metode pengendaliannya seperti mengendalikan perkembangan vektor serangga yaitu aphid dan thrips, merendam benih di dalam air panas, membinasakan tanaman terinfeksi, serta menyemprotkan insektisida yang tepat. Sedangkan cara yang lebih baik untuk mengeliminasi virus ini yaitu memakai bibit dari kultur jaringan atau mendeteksi keberadaan virus menggunakan ELISA test.