Anda dapat menyiapkan lahan yang bakalan ditanami bibit kelapa terlebih dahulu. Proses penyiapan lahan bisa dilakukan bersamaan dengan pekerjaan penyiapan bibit kelapa. Tahapan penyiapan lahan ini sendiri dipengaruhi oleh keadaan topografi dan vegetasi. Begitu pula dengan biaya penyiapannya sangat bergantung pada kedua kondisi tersebut. Di sinilah pentingnya proses perencanaan yang baik sebelum dilaksanakan pekerjaan penyiapan lahan ini.
Berdasarkan pada kondisi vegetasinya, terdapat 3 macam lahan hutan di antaranya hutan sekunder, lahan bersemak, dan lahan alang-alang. Adapun kegiatan penyiapan lahan untuk penanaman kelapa tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Pembukaan Hutan Sekunder
Di bawah ini adalah tahap-tahap yang mesti Anda kerjakan dalam proses pembukaan lahan sekunder dengan baik, yaitu :
- Lakukan pembabatan semak serendah mungkin.
- Pada penebangan pohon tahap pertama, Anda bisa menggunakan parang besar atau kapak.
- Pada penebangan pohon tahap kedua, Anda dapat memakai kapak atau chainsaw.
- Kayu bekas hasil penebangan bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan.
- Sisa-sisa daun dan ranting sebaiknya dibiarkan saja supaya melapuk menjadi kompos.
- Kayu yang tidak dipakai bisa dikumpulkan di tunggul kayu besar dan dilakukan pembakaran secara bertahap.
- Sebisa mungkin hindarilah usaha membakar lahan untuk mencegah kemerosotan lahan.
Pembukaan Lahan Bersemak
Khusus untuk lahan bersemak dan lahan yang dipenuhi oleh tumbuh-tumbuhan semak belukar maka Anda dapat melakukan pembukaan dengan metode berikut :
- Tumbuh-tumbuhan semak atau belukar dapat langsung Anda babat serendah mungkin atau hingga rata dengan permukaan tanah.
- Hasil dari pembabatan tanaman semak dan belukar tersebut selanjutnya dapat Anda biarkan agar melapuk menjadi kompos.
Pembukaan Lahan Alang-alang
Khusus untuk lahan yang ditumbuhi alang-alang biasanya cukup susah untuk membersihkannya jika harus dilakukan secara manual. Jadi proses pemberantasan alang-alangnya dapat dikerjakan dengan metode kimiawi yaitu menggunakan herbisida yang tepat. Anda bisa menggunakan herbisida dengan dosis 5 liter/hektar. Mengingat sulitnya membuka lahan alang-alang, maka Anda boleh melakukan pembakaran asalkan mampu mengawasinya dengan baik. Setelah pembakaran ini selesai, Anda bisa mengaplikasikan herbisida untuk mematikan akar alang-alang yang mungkin masih bisa tumbuh.
SISTEM DAN JARAK TANAM KELAPA
Anda harus tahu bahwa terdapat 4 macam sistem dan jarak tanam kelapa yang biasa digunakan oleh petani di Indonesia yang meliputi :
- Sistem tanam segitiga dengan jarak tanam 9 x 9 m. Pada umur tertentu, jenis tanaman sela yang bisa ditanam di antara pohon kelapa pada sistem dan jarak tanam ini lebih terbatas.
- Sistem tanam pagar dengan jarak tanam 6 x 16 m. Pada jarak dan sistem tanam ini, potensi untuk menanam tanaman sela begitu besar dan bisa dilakukan setiap waktu. Namun sistem dan jarak tanam ini dapat mengurangi populasi tanaman kelapa per hektar.
- Sistem tanam gergaji dengan jarak tanam (5/2 m x 3 m) x 16 m atau (6/2 m x 3 m) x 16 m. Pada sistem dan jarak tanam ini, peluang pemanfaatan lahan di antara pohon-pohon kelapa sama halnya seperti pada sistem tanam pagar.
- Sistem tanam segi empat dengan jarak tanam 8,5 x 8,5 m atau 9 x 9 m. Kendala penggunaan lahan dengan sistem ini sama halnya seperti pada sistem tanam segitiga.
Sistem Tanam | Jarak Tanam (m) | Populasi Tanaman (per ha) | Jumlah Lorong (per ha) | Luas Lorong (m) |
Segi empat | 9 x 9 | 123 | 9 | 4.500 |
Segi tiga | 9 x 9 | 143 | 10 | 3.800 |
Pagar | 6 x 16 | 106 | 6 | 7.200 |
Gergaji | (5 x 3) x 16 | 175 | 5 | 6.000 |
(6 x 3) x 16 | 155 | 5 | 6.000 |
Catatan : Luas lorong dihitung berdasarkan luas lahan efektif yang tersedia antar-baris (2 m dari pohon kelapa) per hektar.
PEMBUATAN LUBANG TANAM
Sebelumnya dilaksanakan pemasangan ajir terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan di atas. Diketahui kemampuan pekerja dalam membuat lubang tanam berkisar antara 15-25 lubang per hari. Barulah kemudian Anda bisa memulai membuat lubang tanamnya seperti langkah-langkah berikut :
- Buatlah rangka/bingkai yang berukuran 60 x 60 cm dengan titik ajir penanaman bibit kelapa berada di bagian tengah.
- Lakukan penggalian tanah. Letakkan tanah bagian atas (top soil) di sebalah kiri. Sedangkan lapisan tanah di bawahnya ditaruh di sisi yang berlawanan.
- Ukuran lubang tanam di tanah berat seperti dominan liat, bercadas, atau berbatu sebaiknya diperbesar hingga 80 x 80 cm atau lebih.
PENANAMAN BENIH KE LAPANGAN
Penyiapan Bibit yang Menggunakan Polybag
Bibit tanaman kelapa di polybag siap ditanam ke lapangan setelah berumur 6-8 bulan. Beberapa hari sebelum dilakukan pemindahan bibit tersebut, Anda perlu melaksanakan pekerjaan persiapan yang meliputi :
- Sekitar 2 minggu sebelum penanaman dilakukan, Anda perlu memotong akar bibit tanaman yang menembus ke polybag namun tetap mengupayakan agar dasar polybag tidak robek.
- Berikanlah tanda di batang semu (girth) bibit kelapa menggunakan cat berwarna putih pada ketinggian 6 cm di atas permukaan tanah.
- Pelaksanaan proses pengangkutan atau distribusi bibit kelapa ke lapangan dapat memakai gerobak atau kendaraan khusus. Kerjakan dengan hati-hati.
- Sehari sebelum pengangkutan bibit ke lapangan, Anda bisa menyirami bibit tersebut hingga jenuh, terutama bila kondisi calon kebun agak kering.
- Pemindahan bibit ke lapangan wajib memerhatikan ketersediaan air/hujan yang cukup. Jadi kegiatan ini bisa dilakukan di awal musim hujan atau 2-3 bulan sebelum hujan berhenti.
Adapun cara menanam bibit kelapa yang masih di polybag yaitu Anda bisa memotong bagian bawah dahulu menggunakan pisau tajam. Lantas keluarkan bagian irisan dasar polybag tersebut. Masukkan polybag ke dalam bagian tengah lubang tanam lalu aturlah agar posisi bibit tadi dapat berdiri dengan tegak. Sambil menahan bibit, Anda bisa mengisi lagi lubang tanam tadi dengan tanah atas yang telah dicampur pupuk kandang hingga penuh. Barulah kemudian polybag yang sebelumnya telah dipotong secara vertikal di salah satunya dapat ditarik keluar secara perlahan-lahan.
Penyiapan Bibit Tanpa Memakai Polybag
Proses penyiapan bibit kelapa yang tidak menggunakan polybag bisa dilakukan dengan memberikan tanda kedalaman penanaman dahulu pada pangkal bibit memakai cat putih yakni pada ketinggian 6 cm di atas permukaan serabut beberapa hari sebelumnya. Bibit kelapa ini baru boleh dicabut pada waktu hendak ditanam pada waktu itu juga dengan sebelumnya memotong akarnya dahulu sampai batas 5 cm dari permukaan serabut bagian bawah.
Kemudian untuk proses distribusi atau pembagian bibit kelapa ke kebun bisa dilaksanakan memakai alat angkut yang memadai guna mempermudah pekerjaan ini. Namun apabila lokasi penanaman tak bisa dijangkau menggunakan gerobak atau kendaraan angkut, Anda terpaksa harus mengangkutnya secara manual dengan memikulnya. Bibit-bibit kelapa ini dapat diikat menjadi satu kesatuan dalam beberapa kelompok yang terdiri atas 10-15 bibit kelapa sekaligus.
Di bawah ini merupakan tata cara menanam bibit kelapa yang telah disemai tanpa polybag :
- Mulailah dengan mengukur kedalaman penanaman dari dasar bibit kelapa sampai tanda cat putih. Lalu ukurlah lubang tanam sesuai hasil ini. Saat penanaman usahakan tanda pada bibit terletak di atas permukaan tanah timbunan.
- Aturlah dengan sebaik mungkin posisi bibit tanaman kelapa agar dapat berdiri dengan tegak dan tampak lurus saat dilihat dari segala arah sesuai dengan jarak dan sistem tanam.
- Tutuplah lubang tanam tadi serta padatkan pula tanah di sekitar bibit. Usahakan permukaan tanah di sekitar bibit tersebut agak cembung supaya tidak mudah tergenang air.