Cara Menanam Bambu Rejeki dengan Stek Batang

Drasaena (Dracaena sanderiana) adalah tanaman hias yang termasuk anggota dari famili Dracaenaceae. Jadi tanaman ini masih berkerabat dekat dengan suji (Dracaena angustifolia). Di Indonesia, bambu rejeki biasanya dibuat dari spesies Dracaena sanderiana ini. Spesies tadi mempunyai daun yang berwarna hijau dan bergaris putih. Pada umumnya, drasaena dikembangbiakkan dengan cara stek batang. Sama seperti anggota suku Dracaenaceae yang lain, drasaena juga termasuk tumbuhan yang mempunyai daya tahan yang sangat bagus dan mudah beradaptasi dengan kondisi di sekitarnya.

Tanaman drasaena ini pun akan tumbuh dengan sempurna di lingkungan yang banyak memperoleh sinar matahari hingga ruang yang minim cahaya. Asalkan kebutuhan airnya tercukupi maka tanaman ini bakal tumbuh subur karena tanaman drasaena ini memang sangat membutuhkan air. Bagi Anda yang tertarik untuk menanam drasaena sebagai bambu rejeki, ikutilah panduan di bawah ini!

ALAT DAN BAHAN :

  • Tanaman drasaena
  • Cutter
  • Pot
  • Zat perangsang tumbuh (ZPT)
  • Tanah
  • Pasir
  • Pupuk kandang
  • Cetok

LANGKAH KERJA :

  1. Siapkan tanaman drasaena yang akan dijadikan sebagai pohon indukan. Anda bisa membeli bibit drasaena di TokoTanaman.com sehingga kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Pilih bagian pucuk tanaman yang akan dipotong. Usahakan pucuk tersebut dalam kondisi sehat, segar, dan batangnya lurus.
  3. Gunakan cutter untuk memotong cabang tanaman dengan ukuran 15-20 cm dari bagian pucuk. Usahakan arah potongannya miring ya.
  4. Campurkanlah tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Setelah tercampur secara merata, Anda bisa menggunakannya sebagai media tanam.
  5. Masukkan beberapa pecahan genteng ke dalam pot. Kemudian masukkan media tanam ke pot tersebut sampai penuh.
  6. Tanamkan cabang drasaena yang sudah Anda potong tadi ke dalam media tanam dengan cara menancapkannya hingga sedalam 2-3 ruas. Kalau bisa, rendam cabang ini di ZPT (Zat Perangsang Tumbuh) selama 30 menit terlebih dahulu agar potensi hidupnya lebih besar.
  7. Seminggu setelah proses penanaman, tanaman drasaena ini telah mempunyai sistem perakaran yang sempurna. Tandanya yaitu tanaman telah mampu menghasilkan tunas yang baru.
  8. Siramlah tanaman drasaena di pot ini setiap hari atau tergantung kondisi cuaca. Daun drasaena akan tumbuh lebih rimbun apabila diletakkan di tempat yang bisa mendapatkan sinar matahari langsung.
  9. Tanaman drasaena mempunyai tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, Anda harus rajin memperhatikan kesesuaian antara pot dengan ukuran tanaman. Tanaman drasaena yang terus dipelihara di pot yang ukurannya terlalu kecil akan mengakibatkan pertumbuhannya terganggu. Akibatnya daun tanaman pun akan menguning karena mengalami kekeringan hingga mati.
  10. Tanaman drasaena biasanya dianyam untuk dijadikan sebagai bambu rejeki ya. Anda bisa mulai membentuk batang tanaman ini tepat ketika tanaman sudah hidup subur. Cara menganyamnya adalah dengan menyusun batang tanaman sedemikian rupa sesuai dengan pola yang diinginkan. Lalu Anda bisa menahan bentuk tersebut menggunakan tali rafia atau kawat.