Cara Memelihara Tanaman Jahe dengan Benar, Jangan Sampai Salah!

Tanaman jahe menjadi salah satu tanaman perkebunan yang layak dibudidayakan secara massal. Hal ini mengingat harga jualnya yang relatif stabil dan cenderung tinggi dibandingkan tanaman rempah-rempah yang lainnya. Kenyataannya adalah membudidayakan tanaman jahe tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Tumbuhan ini biasanya ditanam secara tumpang sari dengan tanaman sayur-mayur atau palawija. Dengan perawatan yang baik, tanaman jahe tersebut akan tumbuh subur.

Berikut ini merupakan kegiatan-kegiatan yang perlu Anda lakukan untuk memelihara tanaman jahe, di antaranya meliputi :

PENYULAMAN

Proses penyulaman sebaiknya dilakukan sekitar 2-3 minggu setelah tanam untuk mengganti rimpang jahe yang tak tumbuh atau mati. Upaya ini harus sesegera mungkin dilaksanakan agar pertumbuhan tanaman pengganti tetap seragam dengan tanaman-tanaman jahe yang lain. Kalau sampai tertinggal cukup jauh, maka perawatan tanaman ini akan semakin merepotkan. Sebaiknya Anda menggunakan bibit jahe sulaman yang sudah disiapkan sebelumnya di lahan khusus.

PENYIANGAN

Penyiangan bertujuan untuk membersihkan gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh di kebun sehingga pertumbuhan tanaman jahe bakal lebih optimal. Penyiangan pertama dilakukan ketika bibit jahe sudah berumur 2-4 minggu. Kemudian penyiangan ini terus dilanjutkan setiap 3-6 minggu sekali sampai tanaman berumur 6-7 bulan. Pada usia ini, kondisi rimpang jahe biasanya sudah cukup besar. Frekuensi penyiangan bisa disesuaikan dengan jenis gulma yang tumbuh.

PEMBUBUNAN

Pembubunan yaitu upaya untuk menggemburkan tekstur tanah. Tanaman jahe membutuhkan media tanah yang gembur dengan peredaran udara dan air yang lancar. Pembubunan juga berfungsi untuk menimbun rimpang jahe yang terkadang muncul di atas permukaan tanah supaya pertumbuhannya tetap bisa maksimum. Adapun cara melakukan pembubunan yakni Anda dapat mencangkul tanah di sekeliling tanaman sejauh 30 cm secara tipis saja, terutama bila tanaman masih muda.

Kemudian pada bulan-bulan berikutnya, area pembubunan ini dapat diperluas serta diperdalam lagi sehingga nantinya bakal terbentuk gubidan/gundukan sekaligus sistem pengairan yang bermanfaat untuk menyalurkan kelebihan air. Pembubunan ini pertama kali dilaksanakan di waktu tanaman jahe membentuk yang terdiri atas 3-4 batang semu. Selama masa budidaya jahe ini, umumnya dilakukan pembubunan sebanyak 2-3 kali tergantung kondisi tanah dan intensitas hujan.

PEMUPUKAN

Pada sistem pertanaman secara organik, pemberian pupuk organik seperti pupuk kandang maupun kompos mutlak dilakukan lebih sering dibandingkan sistem pertanaman secara konvensional. Pupuk organik diberikan di awal masa pertanaman yakni saat pembuatan guludan. Pupuk ini dimanfaatkan sebagai pupuk dasar dengan dosis sebanyak 60-80 ton/hektar yang diberikan dengan ditebar atau dicampur tanah olahan.

Anda juga boleh menerapkan trik untuk menghemat penggunaan pupuk organik ini. Caranya adalah pupuk diisikan di tiap-tiap lubang tanam di awal masa pertanaman sebanyak 0,5-1 kg per tanaman. Kemudian pupuk sisipan selanjutnya dapat diberikan pada usia 2-3 bulan, 4-6 bulan, dan 8-10 bulan dengan dosis sebanyak 2-3 kg/tanaman. Biasanya pupuk organik ini diberikan setelah penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembubunan tanah.

Selain pupuk dasar yang diberikan pada awal masa pertanaman, tanaman jahe juga perlu diberikan pupuk susulan secara berkala. Pemupukan tahap kedua ini biasanya memakai pupuk kandang serta pupuk anorganik berupa 20 gram Urea, 10 gram TSP, dan 10 gram ZA masing-masing per tanaman. Pada tanaman yang telah berumur lebih dari 4 bulan juga perlu diberikan K2O sebanyak 112 kg/ha. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg), P2O5 (50 kg), dan K2O (75 kg) masing-masing per hektar.

Anda perlu memberikan pupuk P di masa awal pertanaman saja. Sedangkan untuk pupuk N dan K diberikan 1/3 dosis pada awal tanam serta 2/3 dosis ketika tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pemberian pupuk-pupuk ini dilaksanakan dengan menebarkannya secara merata di sekitar tanaman atau membenamkannya ke dalam tanah di sela-sela tanaman. Lakukan pekerjaan pemupukan ini saat kondisi cuaca sedang cerah atau tidak mendung.

PENGAIRAN

Tanaman jahe pada dasarnya tidak membutuhkan air yang terlalu banyak untuk mendukung tumbuh kembangnya. Namun usahakan Anda mulai menanamnya di awal musim hujan karena tanaman jahe ini tetap memerlukan air yang cukup di awal masa pertumbuhannya. Struktur bedengan harus tetap dijaga dengan baik sebab tanaman jahe sangat sensitif terhadap air. Pastikan lahan tanam dilengkapi dengan saluran drainase yang lancar sehingga tidak ada genangan air yang terjadi.