Cara Membuat Media Tanam untuk Pot/Polybag yang Bermutu Tinggi

Bercocok tanam memang dapat menjadi hobi yang sangat menyenangkan. Hobi ini pula mempunyai manfaat yang besar, khususnya untuk melestarikan alam. Bagaimanapun juga tanaman memiliki peran yang sangat penting bagi kelestarian bumi yang menjadi tempat tinggal kita. Tanaman akan tumbuh di media tanam yang ideal baginya. Walaupun sejumlah tanaman mampu tumbuh di air, tapi kebanyakan tumbuhnya di media tanam berupa daratan. Media inilah yang menjadi sarana pertumbuhannya.

Para penghobi tanaman biasanya lebih suka menanam tumbuh-tumbuhan di pot dibandingkan di tanah langsung. Selain untuk menghemat lahan, penanaman tanaman di pot ini memiliki maksud tersendiri yaitu memperindah tampilannya. Desain pot yang menarik ini memang secara otomatis bisa turut juga untuk meningkatkan pesona tanaman yang ditanam di dalamnya. Nantinya pot ini bakalan diisi dengan media tanam secukupnya untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Membuat media tanam yang bagus sebenarnya tidak terlalu susah kok. Silakan Anda dapat mengikuti panduan di bawah ini untuk pedoman selengkapnya ya!

Siapkan Semua Bahan Dasarnya Terlebih Dahulu

Anda bisa menggunakan berbagai macam bahan untuk membuat media tanam. Sebenarnya tidak harus memakai tanah kok, cuma memang kebanyakan penghobi tanaman menggunakan tanah sebagai bahan utamanya. Kalau tidak memakai tanah rasanya seperti ada yang kurang. Kemudian Anda juga bisa pakai bahan-bahan lain seperti pupuk organik untuk menyuburkan media tanam, pasir untuk meningkatkan porositas, sekam padi, arang bakar, cocopeat, kerikil, dan serbuk gergaji. Namun kami sendiri biasanya menggunakan tanah, pupuk kandang, dan sekam padi sebagai bahan utamanya.

Pastikan Kondisi Bahan Sudah Bersih dan Steril

Wajib hukumnya bagi Anda untuk memastikan kondisi semua bahan yang akan dipakai sebagai media tanam dalam kondisi yang bersih dan steril. Hal ini penting sekali untuk menjamin tanaman yang bakal ditanam di dalamnya dapat terhindar dari serangan hama ataupun penyakit. Bahan yang kotor biasanya membawa kuman, bakteri, jamur, atau cendawan penyebab masalah pada tanaman. Sehingga kita harus membasmi semua mikroorganisme tersebut terlebih dahulu. Caranya dilakukan dengan mengukus atau menyangrai bahan-bahan yang akan digunakan. Meski aneh, langkah ini mutlak dilaksanakan ya.

Aduklah Sampai Tercampur Secara Merata Yuk!

Bahan-bahan yang sudah disterilkan tadi selanjutnya bisa Anda campur menjadi satu. Komposisi bahan-bahan yang digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik tanaman yang akan menggunakannya ya. Tanaman pada umumnya membutuhkan tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Namun bila tanaman tersebut lebih suka kondisi media tanam yang kering, Anda bisa mengurangi penggunaan tanahnya serta menambahkan pasir sebanyak 1 bagian. Lain halnya bila tanaman lebih suka kondisi yang lembap, Anda bisa menggunakan tanah yang mengandung tanah liat.

Biarkan Tetap di Dalam Pot atau Polybag Dahulu

Setelah bahan-bahan pembentuk media tanam dimasukkan ke dalam ember dengan perbandingan yang tepat, Anda bisa mengaduknya sampai tercampur merata. Kemudian Anda dapat memindahkan media tanam tadi ke pot atau polybag sampai terisi penuh ya. Media tanam yang baru selesai dibuat sebaiknya tak langsung dipakai untuk menanam benih maupun bibit tanaman. Anda bisa membiarkannya terlebih dahulu selama 5-7 hari. Tujuannya adalah menormalkan kembali kondisi media tanam tersebut. Karena biasanya media tanam yang baru dibuat masih bersifat panas sehingga bisa membahayakan tanaman.

Untuk mempermudah Anda dalam membuat media tanam yang bagus bagi tanaman, kami akan berikan contoh proses pembuatannya secara langsung. Silakan Anda dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini dengan baik ya!

Alat dan Bahan :

  • Tanah
  • Sekam bakar
  • Pupuk kandang
  • Pot
  • Ember
  • Cetok

Langkah-langkah :

  1. Masing-masing bahan pembuat media tanam (tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang) dapat Anda sterilkan terlebih dahulu melalui proses pengukusan atau sangrai dengan api sedang.
  2. Takarlah bahan-bahan sesuai ketentuan. Perbandingan dasarnya yaitu tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang memakai perbandingan 2:1:1 atau 3:2:1 kalau tanahnya sudah cukup subur.
  3. Semua bahan tadi kemudian dimasukkan ke dalam ember. Lalu Anda bisa mengaduknya dengan cetok sampai benar-benar tercampur secara merata. Buanglah kotoran yang terlihat.
  4. Ambil pot atau polybag yang akan digunakan. Masukkan media tanam ke dalam pot/polybag tadi sampai terisi penuh. Jangan lupa untuk memadatkannya memakai tenaga yang kuat.
  5. Pot/polybag yang telah berisi media tanam tadi lantas bisa Anda letakkan di tempat teduh. Anda bisa membiarkannya selama 5-7 hari. Jangan lupa untuk menyiraminya setiap hari ya.