Cara Mematangkan Buah Pisang Secara Alami, Aman & Gak Cepat Busuk

Tujuan utama membudidayakan pohon pisang adalah mendapatkan buahnya. Di Indonesia sendiri, buah pisang tercatat sebagai buah nomor dua yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Buah pisang ini memang mempunyai penggemar yang sangat banyak. Karena selain bisa dimakan langsung, kita juga dapat mengolahnya menjadi berbagai hidangan seperti keripik, bubur, kolak, kue, jus, salad, dan masih banyak lagi. Pokoknya buah pisang ini merupakan buah yang serbaguna.

Karena peminatnya memang besar sekali, maka tidak heran buah pisang di pohon rawan dicuri maling. Oleh sebab itu, para petani biasanya memanen buah pisang sebelum buah tersebut benar-benar matang di pohonnya. Waktu terbaik untuk memanen buah pisang adalah saat buahnya sudah gemuk atau terisi penuh, tetapi kulitnya belum menguning. Selanjutnya kita dapat melakukan upaya-upaya tertentu untuk merangsang buah pisang tersebut supaya matang dan rasanya enak.

Kali ini kami ingin berbagi dengan Anda tentang proses mematangkan buah pisang yang dapat dilakukan secara alami. Maksudnya yaitu kita tidak menggunakan bahan-bahan kimia apa pun di sini. Karena alami maka buah pisang yang telah matang tersebut terjamin keamanannya, tidak mudah membusuk, dan tak cepat rontok dari tangkainya. Prosesnya juga mudah banget kok. Kurang apa lagi coba? Jadi silakan Anda dapat mencoba mengerjakannya sendiri serta memetik hasilnya.

Alat-alat yang digunakan :

  • Pisau
  • Plastik
  • Kain

Langkah-langkah pengerjaan :

  1. Kami anggap Anda sudah memanen buah pisang dari pohonnya. Kemudian buah yang masih ada di dalam satu tandan tersebut bisa Anda pisahkan per sisir. Pakailah pisau yang tajam dan bersih untuk memisahkan sisir-sisir buah pisang dari tandannya.
  2. Buah-buah pisang yang telah dipisah tiap sisir tadi lantas dapat dijemur di bawah sinar matahari secara langsung. Lamanya proses penjemuran ini ditentukan berdasarkan kondisi cuaca. Apabila cerah, maka penjemuran cukup 1,5 hari. Tapi jika berawan, Anda bisa menambah 1 hari lagi.
  3. Siapkan plastik yang berukuran cukup besar. Dianjurkan memakai plastik yang berwarna hitam daripada plastik bening. Pastikan kondisi plastik tersebut benar-benar kering ya. Kalau tidak ada plastik, Anda bisa menggantinya dengan karung beras atau karung goni.
  4. Saat tengah hari, Anda bisa mengambil buah pisang yang sedang dijemur untuk dimasukkan ke dalam plastik. Anda harus bekerja lebih cepat mumpung kondisi buah pisang masih cukup panas akibat terpapar oleh sinar matahari langsung.
  5. Usahakan semua buah pisang yang sebelumnya berada di tandan yang sama ditempatkan dalam plastik yang sama pula. Masukkan buah-buah pisang tersebut serta menatanya supaya rapi. Jika tidak muat, jangan dipaksakan. Anda bisa menaruhnya di plastik lain minimal 2-3 sisir.
  6. Plastik yang telah berisi buah pisang tadi lantas diikat dengan rapat. Pastikan tak ada celah yang dapat dimasuki oleh udara. Kemudian bungkus kembali plastik ini memakai kain yang berwarna hitam. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pematangan.
  7. Letakkan plastik ini di ruangan yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang lancar. Disarankan untuk menaruhnya di atas rak, meja, kursi, atau benda apa saja. Yang penting ialah Anda jangan meletakkan plastik berisi pisang ini secara langsung di atas permukaan lantai.
  8. Kini Anda tinggal menunggu waktu beberapa hari supaya buah pisang yang telah berada dalam plastik tersebut matang dengan sendirinya. Biasanya proses ini membutuhkan waktu sekitar 2-5 hari tergantung kondisi cuaca. Jadi Anda harus mengecek kondisi pisang setiap hari.
  9. Buah pisang yang telah matang ditandai dengan tekstur daging buahnya yang sudah tidak keras lagi alias melunak. Kulitnya pun akan menguning, walau beberapa jenis pisang akan tetap hijau. Ada pula pisang yang mengeluarkan aroma harum khasnya ketika sudah matang.
  10. Kami sarankan untuk mengecek satu buah pisang saja sebagai sampel. Jangan menekan semua buah pisang karena akan menyebabkan cepat membusuk. Metode ini biasanya menghasilkan buah yang matang merata kok. Jadi saat buah sampel telah matang, buah lainnya pun sama.