Cara Memanen Buah Rambutan dan Panduan Pelaksanaan Pasca-Panen

Tahukah Anda bahwa buah rambutan tercatat sebagai salah satu buah tropis yang paling terkenal di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia dan Malaysia. Buah ini bisa dikonsumsi secara langsung atau diolah terlebih dahulu menjadi manisan dan buah kaleng. Buah segar dan hasil olahan rambutan ini menjadi salah satu komoditi primadona karena mempunyai prospek yang cerah di Asia dan negara-negara lainnya. Baik pasar domestik maupun pasar internasional, masih menjadi lahan pemasaran yang menjanjikan. Jadi sangat tepat bila Anda membudidayakan tanaman ini.

Beberapa aspek mendasar yang perlu Anda ketahui tentang kegiatan membudidayakan tanaman rambutan dengan baik, di antaranya :

  • Bibit tanaman rambutan berasal dari cangkok atau okulasi. Anda dapat menanamnya dalam jarak 12 x 12 m sampai 14 x 14 m sehingga populasinya mencapai 1000 tanaman/hektar.
  • Sebaiknya Anda memili varietas tanaman rambutan yang memang disukai konsumen untuk dibudidayakan sehingga pemasaran hasilnya bakalan lebih mudah.
  • Lokasi penanaman pohon rambutan bisa dipilih area pertanaman yang dekat dengan sumber air dan mudah dijangkau oleh para pekerja.
  • Tenaga kerja dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu tenaga kerja pria dan wanita, di mana upah untuk tenaga kerja pria lebih tinggi. Durasi waktu kerja adalah 8 jam/hari.
  • Budidaya tanaman rambutan sebaiknya dimulai pada awal musim hujan sehingga kebutuhan air pada tanaman tersebut dapat terpenuhi dengan baik.

Masa panen pohon rambutan biasanya berlangsung selama November hingga Februari. Faktor yang mempengaruhi waktu panen ini adalah musim kemarau serta musim hujan. Ciri-ciri buah rambutan yang sudah matang dan siap dipanen mesti disesuaikan dengan jenisnya. Hal ini dikarenakan setiap buah rambutan memiliki kriteria matang tersendiri. Namun secara umum, buah rambutan yang telah layak dipanen ini mempunyai kulit yang memerah dan berbau harum. Anda juga bisa langsung coba mencicipi buah rambutan tersebut dan menilai rasanya.

Metode pemanenan buah rambutan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Cara pemanenan yang terbaik yaitu memetik buah tersebut beserta tangkainya. Petiklah hanya buah yang telah masak saja. Sembari melakukan pemanenan buah, Anda juga sekaligus bisa memangkas pohon tersebut agar tak rusak dan mampu menumbuhkan tunas lagi dengan cepat. Kalau posisi buah rambutan cukup tinggi  sehingga tidak bisa dijangkau memakai tangan, Anda dapat memanfaatkan alat bantu seperti galah bambu untuk mengait tangkai buah rambutan tersebut.

Periode pemanenan buah rambutan bisa dikerjakan pada waktu antara November sampai Februari, alias di musim hujan. Kami rekomendasikan supaya Anda hanya memanen buah yang memang telah matang saja dengan mencarinya secara teliti. Buah rambutan yang belum masak sebaiknya ditinggal dahulu agar level kematangannya meningkat sehingga dapat dipanen di waktu yang tepat. Prakiraan produksi tanaman rambutan yang dipelihara dengan baik sejak pembibitan sampai pemanenan yang sesuai ketentuan berkisar antara 10-175 kg per pohon.

Buah rambutan yang telah dipanen dengan baik selanjutnya bisa dikumpulkan di tempat yang teduh. Buah-buah tersebut lalu diikat dalam kelompok tertentu untuk mempermudah Anda membawanya. Barulah kemudian dilaksanakan penyortiran buah untuk menggolongkannya berdasarkan mutu dan ukurannya. Selanjutnya buah-buah rambutan tersebut dapat diikat dengan tetap mengusahakan jika dalam satu ikatan ini berisi buah rambutan yang sama besar dan sama baik mutunya. Anda juga tak boleh mencampurkan jenis rambutan yang satu dengan jenis lainnya.

Klasifikasi dan standar mutu buah rambutan segar untuk setiap kultivar dapat digolongkan ke dalam 2 jenis yaitu Mutu I dan Mutu II. Sedangkan klasifikasi buah rambutan menurut ukuran beratnya adalah sebagai berikut :

  • Binjai : besar maksimum 20 kg; kecil : > 20 kg
  • Lebak Bulus : besar maksimum 35 kg; kecil > 35 kg
  • Rapiah : besar maksimum 30 kg; kecil > 30 kg
  • Simacan : besar maksimum 40 kg; kecil > 40 kg

Sementara itu, persyaratan mutu untuk buah rambutan di antaranya :

  1. Keseragaman Kultivar : mutu I seragam; mutu II seragam
  2. Keseragaman Ukuran : mutu I seragam; mutu II kurang seragam
  3. Tingkat Kesatuan Buah : mutu I tepat; mutu II kurang Tepat
  4. Tingkat Kesegaran Buah : mutu I segar; mutu II kurang segar
  5. Buah cacat/busuk : mutu I 0%; mutu II 0%
  6. Bentuk ikatan : mutu I maksimum 10 cm; mutu II maksimum 10 cm
  7. Bentuk buah lepas : mutu I maksimum. 0,5 cm; mutu II maksimum 0,5 cm
  8. Kadar Kotoran : mutu I 0%; mutu II 0%
  9. Serangga hidup/mati : mutu I tidak ada; mutu II tidak ada

Tinggi rendahnya nilai jual buah rambutan tidak hanya tergantung pada rasanya semata, tetapi juga pada penampilan dan cara pengemasan/pengikatan. Jika buah tersebut akan dijual di lokasi yang tak terlalu jauh, maka pengemasannya cukup dilakukan dengan mengikat buah dan memasukkannya ke dalam karung. Sedangkan kalau akan dikirimkan ke luar kota atau luar pulau dengan waktu tempuh yang melebihi 2-3 hari, sebaiknya buah rambutan ini dikemas dalam peti. Tak hanya dibiarkan tetap dengan tangkainya, Anda juga bisa melepaskan buah ini untuk memaksimalkan daya tampung peti.

Anda bisa memulainya dengan memisahkan buah-buah rambutan dari tangkainya dahulu. Kemudian Anda bisa mencuci buah rambutan dengan air sabun, lalu dibilas sampai bersih dan dikeringkan. Jika ada buah yang terserang jamur, Anda bisa merendamnya dalam larutan soda 1,5% selama 3-5 menit, lalu disikat memakai sikat yang lunak. Masukkan lumut atau sabut kelapa ke dalam peti sebagai alas dan dilapisi kertas minyak di atasnya. Setelah itu, buah rambutan disusun berderet berbentuk sudut terhadap peti. Setelah penuh, bagian paling atas ditutup kertas minyak dan sabut kelapa lagi.