Panduan Budidaya Bunga Aglaonema Hingga Perawatannya

Di Indonesia, tanaman aglaonema dikenal pula dengan sebutan tanaman sri rejeki. Julukan ini mungkin disematkan karena tanaman aglaonema mempunyai daun yang lebat dan cantik sehingga diyakini dapat mendatangkan rejeki kepada siapa pun yang memilikinya. Itulah sebabnya aglaonema juga biasa disebut sri rejeki. Sedangkan di kalangan pencinta tanaman hias, aglaonema ini sering disebut ratunya tanaman hias yang mempunyai daun yang menarik. Yap, aglaonema ini memang memiliki daun yang sangat indah dan beraneka ragam. Anda pasti juga langsung mencintainya deh.

Aglaonema adalah tanaman yang termasuk dalam famili Araceae. Jadi tumbuhan ini masih satu kerabat dengan talas bogor, suweg, kuping gajah, gelombang cinta, dan bunga bangkai. Aglaonema mempunyai habitat asli di lingkungan hutan hujan tropis. Tanaman ini menyukai daerah dengan tingkat kelembaban yang tinggi serta penyinaran rendah sebagai tempat tinggalnya. Batangnya tidak mengandung kambium. Sedangkan pembuluh angkutnya tersusun secara acak. Penghobi tanaman biasanya menanam tanaman aglaonema ini di dalam pot yang cantik.

Namun apabila Anda mau membudidayakan tanaman aglaonema, maka kami sarankan untuk menanam tumbuhan ini secara langsung di tanah. Prosesnya sendiri tidak terlalu sulit kok. Silakan Anda dapat ikuti panduan lengkapnya di bawah ini ya!

PERSYARATAN LAHAN

Lahan yang paling ideal untuk menjadi tempat budidaya tanaman aglaonema yaitu daerah yang terletak di ketinggian sekitar 300-400 meter dpl. Kelembaban udara yang sesuai yakni antara 50-70%. Tanaman aglaonema akan tumbuh subur saat ditanam di lingkungan yang banyak mengandung bahan organik dan cenderung lembab. Media tanam yang baik mempunyai unsur tanah liat yang cukup ya. Sebagian besar aglaonema kurang menyukai cahaya matahari. Tapi beberapa ada pula yang tumbuh subur saat ditanam di lingkungan terbuka. Jadi Anda harus mengenali dengan baik jenis aglaonema yang dipelihara. Dengan demikian, Anda dapat meletakkanya di tempat yang paling tepat,

CARA PENANAMAN

Tanaman glaonema umumnya diperbanyak lewat bonggol/anakan baru. Setiap tanaman biasanya akan menghasilkan sekitar 2-3 anakan. Anda sudah dapat memisahkan anakan aglaonema tersebut setelah 6 bulan sejak kemunculannya. Caranya dengan memotong anakan tadi sampai ke akar, lalu menanamnya di media yang telah disediakan. Metode perbanyakan aglaonema yang lain adalah merangsang tanaman indukan. Adapun caranya, potong bagian tunas tanaman aglaonema. Kemudian tanamkan bagian tunas ini ke dalam media tanam. Dalam setiap pucuk tanaman indukan ini, Anda bisa mengembangbiakkannya menjadi 2-3 anakan baru. Anakan aglaonema siap dipindahkan ke lahan apabila sudah mempunyai daun sebanyak 5-7 helai.

METODE PEMUPUKAN

Pupuk yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman aglaonema sebaiknya berupa pupuk organik seperti pupuk kandang ataupun pupuk kompos. Pupuk tersebut diberikan setiap sebulan sekali dengan menaburkannya ke lahan. Jangan lupa untuk menyiram lahan setiap kali selesai melakukan pekerjaan ini supaya pupuk ini lebih gampang terserap ke dalam lahan. Sesekali Anda juga bisa memakai pupuk untuk menyuburkan pertumbuhan daunnya. Pupuk daun sangat dibutuhkan oleh tanaman aglaonema ini guna membuat daunnya semakin tumbuh subur, lebat, dan permukaannya terlihat mengkilap. Berikan pupuk ini di dekat batang tanaman aglaonema, lalu siramilah secukupnya.

PENGGANTIAN MEDIA TANAM

Khusus untuk aglaonema yang dibudidayakan di dalam pot/polybag, Anda harus mengganti tempatnya secara berkala supaya kondisi media tanam tersebut tak jenuh. Proses penggantian media tanam ini bisa dilakukan setidaknya setiap 6 bulan sekali. Kami sarankan untuk mengganti media tanam ini pada waktu pagi atau sore hari agar tanaman tidak mengalami stres. Anda mesti menggunakan media tanaman yang sama seperti media tanam sebelumnya. Anda juga bisa memangkas sebagian akar tanaman aglaonema tersebut supaya pertumbuhannya nanti bisa semakin subur. Potonglah akar yang sudah terlalu panjang menggunakan gunting pangkas yang steril.