Langkah-langkah Tepat Budidaya Semangka Inul untuk Pemula

Semangkan inul adalah salah satu jenis kultivar semangka yang memiliki kekhasan pada bentuknya yang lonjong. Kulitnya berwarna hijau kelam atau lebih gelap ketimbang semangka biasa. Tanaman semangka inul paling cocok dipelihara di media yang gembur, kaya bahan organik, dengan pH sekitar 6-6,7. Apabila pH tanah kurang dari 5,5 maka perlu dilaksanakan upaya pengapuran menggunakan dolomit secukupnya untuk. Sementara itu, jenis tanah yang paling baik untuk ditanami semangka inul yaitu tanah porous dan subur. Tanah ini memungkinkan tanaman semangka mampu tumbuh secara optimal.

Budiddaya semangka idealnya dikerjakan di daerah yang terletak pada ketinggian sekitar 100-300 m di atas permukaan laut. Di tempat tersebut, kebutuhan air pada semangka dapat terpenuhi dengan baik karena adanya air tanah yang mengalir dengan lancar. Suhu udaranya yang berkisar antara 25-28 derajat celsius juga cocok sekali untuk mendukung pertumbuhan tanaman semangka inul ini. Jika Anda memiliki lahan yang terletak pada ketinggian tersebut, maka Anda bisa mencoba membudidayakan semangka inul.  Hasil budidaya tanaman semangka inul terbilang cukup besar jika dikelola dengan tepat.

Nah, khusus bagi Anda yang tertarik untuk menanam semangka inul dan membuktikannya, silakan Anda bisa mengikuti panduan di bawah ini ya!

Penyemaian Benih

Penyemaian benih meliputi perenggangan biji, perendaman biji, dan penyemaian di media semai. Cairan yang digunakan untuk merendam biji semangka terbuat dari campuran 1 liter air hangat, 1 sdt hormon (atornik/menedael/abitonik), 1 sdt fungisida (difoldhan 4t/dacosnil 75 wp/benlate 0.5), dan juga 1 sdt bakterisida (agrept 25 wp). Biji semangka inul direndam di dalam cairan tersebut selama 10-30 menit. Kemudian diangin-anginkan sampai kering ya. Silakan Anda bisa mendapatkan benih semangka inul yang kualiasnya unggul di www.tokotanaman.com dengan harga terjangkau.

Penyemaian benih semangka inul sebaiknya dilaksanakan menggunakan polybag sehingga pertumbuhan bibit tersebut akan lebih terkontrol. Masukkan media tanam untuk persemaian yang terdiri atas tanah, pasir, dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:2. Setiap polybag ini lalu ditanami 3 benih semangka inul sekaligus. Polybag-polybag ini lantas dipindahkan ke tempat yang bisa mendapatkan sinar matahari secara penuh. Setelah berusia 14 hari, benih ini telah tumbuh menjadi bibit semangka yang mempunyai daun sebanyak 2-3 helai. Bibit semangka pun kini telah siap ditanam di lahan budidaya.

Persiapan Lahan

Lahan yang akan ditanami bibit semangka inul harus dibersihkan terlebih dulu dari sampah, gulma, batu, dan sisa tanaman lain. Setelah itu, tanah dicangkul dengan tujuan untuk membalikkan strukturnya serta menghancurkan bongkahan-bongkahan tanah di sini sehingga diperoleh tanah yang kondisinya gembur dengan kontur permukaan yang lebih rata. Setelah itu, bangunlah bedengan yang mempunyai lebar 7-8 m sehingga kandungan air tanah di dalamnya pun akan tetap terjaga. Hal ini semata-mata dilaksanakan untuk mendukung pertumbuhan bibit semangka inul saat ditanam di lahan tersebut.

Tanah yang bersifat asam juga perlu diberikan kapur dolomit. Dosis dolomit untuk tanah dengan pH 4-5 yaitu 150-200 kg/1000 m2. Sementara itu untuk tanah ber-pH sekitar 5-6, maka dolomit yang diperlukan sebanyak 75-150 kg/1000 m2. Proses selanjutnya adalah pemupukan memakai pupuk kandang dengan cara menaburkan pupuk tersebut di sekeliling baris bedengan. Sesuaikan jumlah pupuk dengan tingkat kesuburan di lahan yang Anda miliki. Bagaimanapun juga semangka inul memerlukan tanah yang subur agar pertumbuhannya optimal dan mampu menghasilkan buah yang berukuran besar.

Penanaman dan Perawatan

Buat beberapa lubang tanam di dalam lahan tersebut. Kemudian lakukan penyiraman massal agar lahan menjadi basah supaya siap menerima bibit semangka. Sehingga proses adaptasinya pun mampu berjalan dengan baik. Sebelum bibit semangka inul dipindahkan, bibit ini perlu direndam terlebih dahulu di dalam campuran yang terdiri atas 1 sdt hormon, 1 sdt bakterisida, dan 1 sdt fungisida selama 5-10 menit. Lalu bibit semangka inul tadi pun siap untuk ditanam di lubang penanamannya. Lakukan proses penanaman bibit ini dengan benar dan hati-hati. Kemudian tutup kembali dengan tanah di sekitarnya dan disiram.

Beberapa perawatan dasar yang harus Anda berikan kepada tanaman semangka inul, di antaranya :

  • Pada hari ke-3 hingga ke-5 setelah penanaman, periksalah kondisi pertumbuhan bibit semangka. Bibit semangka yang telah mati harus segera disingkirkan dan diganti dengan bibit cadangan. Di sisi lain, jika pertumbuhan tanaman terlalu lebat sehingga menutupi sinar matahari dan sirkulasi udara di sekitarnya, maka perlu dilakukan penjarangan agar tidak memicu hama/penyakit.
  • Pada saat buah semangka sudah mulai tumbuh, lakukan penyiangan dengan memangkas bagian ranting tanaman yang tidak berguna. Caranya ialah potong ujung cabang sekunder dengan tetap menyisakan daun sejumlah dua helai. Cabang yang wajib dibuang adalah cabang sekunder yang tumbuh di ruas yang ada buahnya karena dapat menghambat perkembangan buah utama.
  • Sembari melakukan penyiangan, lakukan pula pekerjaan pembubuhan tanah. Tujuannya adalah untuk memperbaiki struktur tanah di lahan sehingga akar tanaman dapat memperoleh makanan sebanyak-banyaknya. Perlu dikerjakan juga pemupukan susulan serta pengurangan jumlah tunas muda yang kurang bermanfaat bagi pertumbuhan buah semangka inul tersebut.

Panen dan Pasca-Panen

Pada umumnya, pemanenan semangka inul dapat dilaksanakan setelah usia tanaman mencapai 70-100 hari. Ciri-ciri buah semangka inul yang sudah layak dipanen yaitu warna kulitnya berubah menjadi hijau gelap dan ukuran tangkai buahnya pun mengecil. Proses pemanenen buah ini bisa dilaksanakan dengan memotong pangkal buah semangka tersebut. Buah-buah semangka yang telah dipetik, lalu dikumpulkan di tempat yang teduh dan tak boleh ditumpuk untuk menjaga kualitasnya. Selanjutnya buah ini dikemas dalam wadah khusus untuk mempertahankan mutu, penampilan, aroma, dan rasa semangka.