Begini Penanganan Panen dan Pasca Panen Bunga Krisan yang Tepat!

Tahukah Anda, jenis tumbuhan krisan yang dibudidayakan di Indonesia pada umumnya merupakan tanaman hibrida yang berasal dari Jepang, Amerika Serikat, dan Belanda. Varietas tanaman krisan ini terdiri atas bunga krisan lokal, krisan introduksi, dan krisan produk Indonesia. Sebagai bunga potong yang penting di dunia, prospek budidaya bunga krisan ini begitu besar lantaran pasar potensial yang berdaya tinggi sudah ada. Biasanya bunga krisan akan diekspor ke luar negeri.

Kenyataannya adalah bunga krisan juga begitu populer di Indonesia, baik sebagai bunga pot maupun bunga potong. Hal ini tidak terlepas dari variasi warna yang dimiliki oleh bunga krisan dan kesegaran bunganya yang cukup lama sampai 10 hari. Tentu proses pemanenan bunga krisan serta penanganan pasca panen memberikan andil yang besar terhadap kualitas akhirnya. Oleh karena itulah, sebaiknya Anda mengetahui bagaimana melakukan pekerjaan ini dengan baik dan benar.

Penentuan stadium panen mesti dilakukan dengan tepat. Idealnya bunga krisan dipanen saat kondisi bunganya setengah mekar atau sekitar 3-4 hari sebelum bunga krisan ini mekar secara penuh. Tipe spray berkisar 75-80% dari seluruh tanaman. Biasanya sih tanaman krisan akan mencapai usia panen dalam waktu 3-4 bulan setelah tanam. Proses pemanenan ini sebaiknya dilaksanakan pada pagi hari sehingga bunga krisan yang dipanen tetap terjaga kondisi dan kesegarannya.

Yap, sama halnya seperti hasil pertanian lain yang membutuhkan kesegaran tinggi, bunga krisan pun wajib dipanen kala suhu udara tidak terlalu panas dan kondisi bunga krisan bertugor optimum. Anda dapat melakukan proses panen ini dengan dua metode yaitu memotong bagian tangkainya saja atau mencabut tanaman seutuhnya. Tentunya masing-masing metode ini mempunyai kelebihan dan juga kekurangannya tersendiri sehingga harus dipikirkan dengan bijaksana sebelumnya.

Adapun tata cara panen bunga krisan yang tepat adalah sebagai berikut :

  1. Tentukan tanaman krisan yang telah layak panen dengan memperhatikan kondisi bunganya apakah sudah siap dipanen atau belum.
  2. Siapkan gunting khusus yang sudah dibersihkan memakai cairan alkohol supaya benar-benar steril dan bebas dari hama/bibit penyakit.
  3. Potonglah bunga krisan dengan hati-hati dari bagian tangkainya sepanjang 60-80 cm dengan tetap menyisakan tunggal batang setinggi 20-30 cm.

Bunga-bunga krisan yang telah dipanen selanjutnya dapat dikumpulkan menjadi satu ikatan. Setiap ikatannya terdiri atas 50-1000 tangkai. Anda bisa menyimpannya di rak-rak yang terbuka dan kering. Kemudian pekerjaan dilanjutkan dengan menyortir dan menggolongkan bunga krisan. Caranya yaitu pisahkan bunga krisan berdasarkan tipe bunga, warna, dan varietasnya. Lalu bersihkan bunga krisan ini dari daun-daun kering atau bagian yang cacat. Buang juga daun-daun tua di pangkal tangkai.

Kriteria-kriteria utama yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan penyortiran dan penggolongan bunga krisan antara lain penampilannya yang bagus, pesonanya menarik, kondisinya sehat, serta bunga krisan tersebut bebas dari hama dan penyakit. Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, maka bunga krisan pun dapat dikelompokkan menjadi 3 kelas, antara lain :

  • Kelas I adalah bunga krisan yang mempunyai tangkai sepanjang 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunganya lebih dari 5 mm. Bunga krisan ini diperuntukkan ke konsumen di hotel dan florist (toko tanaman) yang besar.
  • Kelas II dan kelas III ialah bunga krisan yang memiliki tangkai kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 mm. Bunga krisan di kelas ini ditujukan buat konsumen rumah tangga, florist menengah, dan dekorasi massal.

Pengepakan bunga krisan juga mempengaruhi mutunya. Khususnya apabila Anda ingin memasarkan bunga krisan ini ke pasar internasional, maka cara pengepakannya harus sesuai dengan standar yang dimiliki oleh negara tujuan. Misalnya untuk aturan pengepakan bunga krisan di Negara Jepang yang  sesuai ketentuan adalah sebagai berikut :

  1. Varietas bunga krisan yang dikehendaki yaitu kiku berwarna putih atau kuning yang dipanen ketika bunga belum mekar secara penuh, panjang tangkai 70 cm, bentuk tangkai lurus, dan tunggal. Selain itu kondisi 2/3 daun masih lengkap, utuh, ukurannya seragam, dan tentunya bebas dari hama/penyakit.
  2. Setiap ikatan bunga krisan terdiri dari 20 tangkai bunga yang dibungkus menggunakan kertas sleeves. Sebaiknya bagian kuntum bunganya tidak tertutup oleh seludang. Sedangkan bagian pangkal bunga mesti diberi kapas basah untuk mempertahankan kesegarannya.
  3. Bekas potongan pada pangkal tangkai bunga krisan dimasukkan ke dalam wadah yang berisi cairan pengawet. Atau Anda bisa membungkusnya memakai kapas dan memasukkannya ke dalam kantung plastik berisi cairan pengawet.
  4. Proses pengepakan bunga krisan ini dilaksanakan di dalam kotak kardus yang mempunyai kapasitas mencapai 10 ikatan bunga/kotak.
  5. Pengangkutan juga mesti dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Jagalah suhu di dalam media pengangkut ini tetap berada di kisaran 7-8 oC dengan tingkat kelembapan udara 60-65%.