Banyak yang Salah, Bunga Bangkai dan Bunga Rafflesia Arnoldii itu Berbeda

Ada banyak orang yang masih menganggap kalau nama lain bunga bangkai adalah bunga rafflesia arnoldii. Opini ini sendiri timbul lantaran kedua bunga ini sama-sama mengeluarkan bau yang busuk. Perlu diketahui, aroma busuk tersebut biasanya digunakan oleh tanaman-tanaman ini untuk menarik perhatian serangga yang dapat membantu terjadinya proses penyerbukan. Jadi memang aroma ini memiliki kegunaan tersendiri.

Tetapi faktanya, anggapan bahwa bunga bangkai sama dengan tumbuhan rafflesia ini sangatlah keliru. Bunga bangkai bukanlah tanaman rafflesia, begitu pula sebaliknya. Rafflesia arnoldii juga bukan merupakan nama latin dari bunga bangkai. Perbedaan antara kedua spesies tumbuhan ini terletak pada bentuk, struktur, habitat, dan asal muasalnya. Biar lebih paham, yuk kenali terlebih dahulu karakteristik dari keduanya!

Bunga Bangkai (Amorphophallus)

Bunga bangkai adalah tanaman dari genus Amorphophallus yang tergolong dalam suku talas-talasan (Araceae). Ini merupakan tanaman endemik dari dataran rendah yang hidup di daerah yang beriklim tropis hingga subtropis seperti Afrika Barat dan Kepulauan Pasifik. Tanaman bunga bangkai memiliki bunga majemuk yang berukuran sangat besar dengan rupa umbi yang bervariasi.

Dalam siklus kehidupannya, bunga bangkai mengalami dua fase kehidupan yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif, batang tanaman ini tumbuh di atas umbi dan daunnya tampak menyerupai daun pepaya. Kemudian batang dan daun tanaman ini akan menjadi layu hingga menyisakan umbi di dalam tanah. Jika kondisinya memungkinkan, siklus ini akan berlanjut ke fase generatif yaitu tumbuhnya bunga majemuk sebagai pengganti batang dan daun yang telah layu.

Pada waktu bagian bunga tanaman ini mekar sempurna, bunga bangkai akan mengeluarkan aroma yang sangat menyengat. Tujuannya adalah untuk memikat perhatian lalat, kumbang, dan serangga lainnya yang dapat berperan sebagai agen penyerbukan tanaman. Jika proses penyerbukan ini berjalan sempurna, maka tanaman pun akan menghasilkan buah berwarna merah yang mengandung biji di bagian pangkal bunganya.

Bunga Rafflesia Arnoldii

Bunga rafflesia merupakan tanaman asli Sumatera Selatan, tepatnya di daerah Bengkulu. Bunga rafflesia mempunyai bunga yang berbentuk melebar dan berwarna merah. Bahkan ukuran diameter bunga rafflesia ketika mekar bisa mencapai 1 m dengan tinggi sekitar 50 cm. Tahukah Anda, bunga rafflesia tidak mempunyai akar, tangkai, dan daun.

Bunga rafflesia memiliki 5 buah mahkota bunga. Pada bagian dasar bunga yang berbentuk gentong terkandung putik atau benang sari, tergantung jenis kelamin tanaman tersebut. Bunga tanaman ini memiliki masa pertumbuhan sampai 9 bulan dan masa mekarnya hanya berkisar antara 5-7 hari. Rafflesia adalah tanaman parasit obligat yang tumbuh secara merambat (tetrasigma) dan tinggal di dalam akar tersebut seperti tali.

PERBEDAAN

Adapun perbedaan-perbedaan antara bunga bangkai dan bunga rafflesia adalah sebagai berikut :

  • Bunga bangkai adalah tanaman yang berasal dari suku talas-talasan (Araceae). Sedangkan bunga rafflesia merupakan tanaman parasit dari famili Vitaceae.
  • Bunga bangkai mempunyai batang dan daun pada masa vegetatif, serta bunga pada masa generatif. Berbeda dengan bunga rafflesia yang sama sekali tidak memiliki batang, daun, dan akar.
  • Rata-rata bunga bangkai memiliki diameter 50-70 cm dan tingginya mencapai 6 m. Sementara itu, bunga rafflesia mempunyai diameter 100 cm dengan tinggi hingga 50 cm.
  • Bunga bangkai dinobatkan sebagai tanaman dengan bunga majemuk terbesar di dunia. Dan bunga rafflesia ditetapkan sebagai tanaman yang memiliki bunga tunggal terbesar di dunia.