5 Tips Mencangkok Tanaman untuk Pemula agar Berhasil

Pada dasarnya teknik cangkok digolongkan sebagai teknik perkembangbiakan tanaman secara vegetatif. Disebut demikian sebab proses cangkok tersebut terjadi secara buatan dengan bantuan manusia, bukan secara alami. Kegiatan mencangkok dilaksanakan dengan mengambil kambium yang tersimpan di dalam cabang tanaman untuk memicu tumbuhnya akar. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memastikan cabang yang akan dibungkus memakai media tanam ini sudah benar-benar bersih dari lapisan kambium. Sehingga proses cangkok tersebut dapat berhasil.

Ada banyak sekali petani yang lebih menyukai metode perbanyakan tanaman menggunakan cangkok ini. Kenapa? Alasannya karena bibit tanaman yang dihasilkan dari metode cangkok mempunyai karakteristik yang sama dengan pohon indukan. Waktu pemeliharaan tanaman hingga masa berbuah pun relatif lebih singkat. Dengan kelebihannya tersebut, maka wajar kalau petani sangat menyukai metode perbanyakan tanaman yang satu ini. Secara umum, semua tanaman dikotil yang mempunyai kambium bisa dicangkok. Kalau mau, Anda bisa mencobanya sendiri loh.

Berikut ini tips-tips untuk dapat mencangkok tanaman :

  1. Cabang tanaman yang akan dicangkok harus dibersihkan dari lapisan kambium terlebih dahulu. Lapisan ini berbentuk lendir yang ada di bawah lapisan kulit atau di atas lapisan kayu. Sebelum ditutup menggunakan media tanam, lapisan kambium harus dibuang sampai bersih. Kalau tidak, maka pertumbuhan akar tanaman akan terhambat.
  2. Kondisi kelembaban media tanam harus dipastikan terjaga dengan baik. Caranya dilakukan dengan memastikan bahwa ventilasi antara lingkungan luar dan media tanam sebanding. Anda bisa membuat beberapa lubang kecil pada plastik pembungkus tersebut menggunakan paku. Selain itu, penyiraman juga dapat menjaga kelembaban media tanam.
  3. Penyiraman pun dilaksanakan dengan tujuan untuk merangsang pertumbuhan akar pada cabang yang sedang dicangkok. Penyiraman dikerjakan secara teratur dengan memperhatikan kondisi kelembaban pada media tanam. Apabila kondisi media tanam sampai mengering, maka tingkat pertumbuhan akar pada cabang tersebut akan berlangsung sangat lambat.
  4. Gunakanlah tanah yang gembur sebagai salah satu campuran dari media tanam. Anda dapat menggunakan tanah berhumus dari kebun yang banyak mengandung unsur hara, kemudian mengayaknya sampai halus. Tanah yang telah diayak ini selanjutnya dicampur dengan pupuk kandang dari kotoran ayam dengan perbandingan 2:1. Hindari penggunaan tanah merah karena memiliki tekstur yang liat.
  5. Pilihlah cabang tanaman yang mempunyai diameter besar serta usianya sudah cukup tua untuk dijadikan sebagai bakal bibit cangkokan. Disarankan untuk memilih cabang yang mempunyai bentuk cenderung lurus dan panjangnya lebih dari 100 cm. Posisi cabang ini hendaknya berada di tempat yang terang dan tidak ternaungi sehingga dapat memperoleh sinar matahari secara langsung.