5 Ciri-ciri Bibit Jamur Merang yang Berkualitas Unggul

Anda bisa mencoba membudidayakan jamur merang untuk memperoleh keuntungan. Biasanya dalam setiap botol bibit jamur merang mampu menghasilkan jamur hingga mencapai 50 kg. kemudian Anda dapat menjualnya dengan harga sekitar Rp 20-30 ribu/kg. Bahkan kalau Anda dapat menembus pasar modern, harganya bisa mencapai Rp 50 ribu/kg. Harga ini mampu meningkat tajam untuk penjualan di level ekspor. Tentunya bisnis budidaya jamur merang ini menggiurkan sekali karena pengerjaannya yang dapat dilakukan dengan mudah, sedangkan risikonya tidak terlalu tinggi.

Proses budidaya jamur merang pada mulanya dimulai dari pengadaan bibit terlebih dahulu. Anda dapat menggunakan bibit yang siap pakai untuk mempermudah pekerjaan dan meminimalisir risiko kesalahan dalam pembuatan bibit. Jangan risau ya sebab Anda bisa membeli bibit jamur merang dengan gampang di www.tokotanaman.com ya. Kami menyediakan aneka bibit jamur untuk keperluan budidaya. Hati-hati ketika Anda membeli bibit di luar sana karena kini banyak beredar bibit jamur merang yang kualitasnya rendah sehingga tidak tumbuh. Anda harus bisa mengidentifikasinya dengan baik.

Berikut ini merupakan ciri-ciri dari bibit jamur merang yang berkualitas unggul, antara lain :

Ada Miselium yang Tumbuh

Tentunya bibit jamur yang kualitasnya unggul mempunyai tanda utama yaitu bibit tersebut tumbuh. Tapi apanya yang tumbuh? Bukan lain adalah miselium-nya. Miselium ini merupakan akar dari jamur. Penampakannya berupa benang-benang halus berwarna putih yang menyerupai jaring laba-laba. Saat miselium tumbuh, Anda akan melihat bahwa log wadah bibit jamur merang nampak berwarna putih dan diselubungi oleh benang-benang tipis. Ini merupakan tanda awal yang sangat bagus bagi bibit jamur. Sekarang Anda tinggal menanamkannya saja pada media tanam yang telah disediakan.

Berasal dari Keturunan Jelas

Tanda lain dari bibit jamur merang yang unggul ialah bibit tersebut berasal dari keturunan yang jelas. Bibit tersebut memang jamur merang dan urutan keturunannya pun mesti jelas. Apakah bibit tersebut termasuk golongan F1, F2, F3, atau F4? Ini semua harus jelas dan tidak boleh dimanipulasi. Mengapa? Sebab setiap golongan bibit tersebut membutuhkan bentuk penanganan yang berbeda karena tujuan penggunaannya pun berbeda. Bibit jamur merang untuk ditanam biasanya tergolong F3, atau maksimal F4 dan tidak boleh diturunkan lagi lebih dari itu karena kualitas dan produktivitasnya bakal menurun.

Bibit Belum Kedaluarsa Ya

Tidak sama seperti bibit tanaman, bibit jamur memang ada masa kadaluarsanya. Bibit yang telah lewat dari masa kadaluarsa tersebut tentunya tak bakal tumbuh sama sekali karena sudah mati. Anda harus teliti saat memeriksa masa kadaluarsa bibit jamur merang ya. Faktor yang perlu Anda perhatikan dengan baik adalah tanggal inokulasi. Selalu lihat tanggal inokulasi dari bibit jamur yang Anda beli. Sebaiknya sih gunakanlah bibit jamur merang yang belum melewati masa 15 hari sejak proses inokulasi dilakukan. Jika telah melewati masa tersebut, berarti bibit jamur tadi sudah kadaluarsa.

Disimpan di Tempat yang Baik

Bibit jamur membutuhkan penanganan yang serius dan hati-hati. Bibit ini tidak boleh diletakkan dalam sembarang tempat. Jika Anda belum berniat untuk menanamnya, maka bibit tersebut hendaknya Anda letakkan di tempat yang tidak terganggu. Bibit jamur merang wajib ditaruh di tempat yang terhindar dari pancaran sinar matahari secara langsung. Bibit ini juga sama sekali tak boleh diletakkan di ruangan yang terlalu lembab atau ruangan dengan suhu udara yang rendah. Ruangan yang mempunyai sirkulasi udara yang lancar merupakan tempat yang tepat untuk menyimpan bibit jamur merang.

Bibit Tidak Terkontaminasi

Bibit jamur merang yang baik merupakan bibit yang murni. Artinya yaitu bibit tersebut sama sekali tidak terkontaminasi oleh bahan-bahan apapun. Bibit jamur merang ini memang memerlukan penangangan yang serius sekali. Sebab kalau sampai terkontaminasi atau tercemar, bibit tersebut biasanya akan rusak dan tidak bakal tumbuh lagi. Tentunya Anda tidak menginginkan, kan? Selain dikarenakan penyimpanan yang buruk, tercemarnya bibit bisa juga terjadi lantaran wadahnya yang terbuka. Jadi setiap kali Anda membuka suatu botol/log bibit jamur merang, maka Anda harus menggunakan sluruhnya tanpa tersisa untuk menghindari kerusakan pada bibit yang disimpan secara tidak tepat.