Penyebab Bunga Mudah Rontok Beserta Cara Mengatasinya

Apakah Anda menanam tanaman berbuah di pekarangan rumah? Contohnya seperti mangga, jambu, belimbing, jeruk, apel, atau yang lainnya. Tentunya Anda tidak sekadar menanam tumbuh-tumbuhan tersebut dong. Tetapi juga ingin merasakan buah yang dihasilkannya. Perlu Anda ketahui, tanaman akan menghasilkan buah setelah bunga yang ditumbuhkannya berhasil melakukan persarian, di mana benang sari akan melakukan penyerbukan ke putik. Hasilnya adalah bunga tadi pun akan berkembang menjadi buah. Kini Anda tinggal menunggu waktu saja sampai buah tersebut menjadi matang.

Tapi apa jadinya kalau bunga-bunga tersebut berguguran sendiri sebelum proses persarian berlangsung? Rontoknya bunga yang belum mengalami penyerbukan akan mengakibatkan tanaman mengalami gagal berbuah. Artinya yaitu Anda pun tak akan bisa menikmati buah-buahan hasil dari kebun sendiri. Namun tenang. Masalah ini sebenarnya bisa Anda atasi dengan mudah asalkan Anda mau mempelajari sumber masalahnya terlebih dahulu. Sehingga Anda dapat mencegah kerontokan bunga tersebut dengan tuntas. Bagaimanapun juga masalah ini benar-benar merugikan kita sebagai petani.

Kemarin kami sudah membahas seputar penyebab bunga/buah yang mudah rontok. Setidaknya adalah terdapat 3 faktor penyebab utamanya yaitu kondisi cuaca yang terlalu ekstrim, tanaman kekurangan unsur hara P dan K, serta gangguan hama dan penyakit. Tidak adanya agen penyerbuk bunga atau waktu pematangan antara benangsari dan putik yang tidak bersamaan juga bisa menjadi biang keroknya. Inilah mengapa di negara-negara industri seperti Amerika Serikat, para penggembala lebah akan dibayar untuk melepaskan lebah-lebahnya di suatu wilayah perkebunan dalam kurun waktu tertentu.

Faktor lainnya yang bisa pula mengakibatkan bunga rontok sebelum waktunya sehingga tanaman tidak berbuah adalah tanaman kekurangan fitohormon yang meliputi hormon giberelin dan hormon sitokinin. Kedua hormon tersebut mempunyai peranan yang sangat penting terhadap proses pembentukan bunga pada tanaman, menjaga turgor sel di daerah meristematik di organ bunga muda, serta meningkatkan kekuatan pada tangkai bunga supaya tidak gampang rontok. Apabila hormon-hormon ini tidak terpenuhi dengan baik, maka tanaman pun akan mengalami kasus kerontokan bunga.

Ada beberapa upaya yang dapat dilaksanakan untuk mengatasi kerontokan bunga pada tanaman, di antaranya :

Pemberian Pupuk

Anda bisa mencegah tanaman mengalami kerontokan bunga dengan memberikan pupuk organik dan pupuk anorganik yang banyak mengandung unsur nitrogen (N), magnesium (Mg), kalium (K), kalsium (Ca), dan seng (Zn). Pupuk-pupuk ini akan mencegah tanaman mengalami klorosis. Jika Anda kesulitan mendapatkannya, Anda bisa membeli pupuk tersebut secara online di www.tokotanaman.com. Kami menyediakan berbagai produk pupuk tanaman, baik pupuk organik maupun pupuk kimia, yang bisa Anda dapatkan dengan mudah. Silakan hubungi kami ya!

Menjaga Kelembaban

Tingkat kelembaban media tanam harus dijaga supaya tetap ideal bagi pertumbuhan tanaman. Apabila kondisi media tanam tersebut terlalu kering, akibatnya tanaman pun akan layu. Lama-kelamaan ranting menjadi rapuh sehingga tidak kuat menahan bunga yang dihasilkannya. Silakan lakukan penyiraman secara rutin setiap hari. Usahakan supaya media tanam jangan sampai tergenangi air sebab justru dapat mematikan akarnya. Patokan utama untuk menyirami tanaman terletak pada kondisi media tanamnya. Anda bisa melakukan penyiraman saat kondisi media tanam tersebut sudah nampak agak kering.

Melindungi Bakal Buah

Diperlukan ketelitian yang cukup tinggi untuk mengamati apakah bunga sudah mengalami proses persarian atau belum. Salah satu tanda bunga yang telah berhasil diserbuki oleh serangga atau angin yaitu munculnya bakal buah di dalamnya. Bakal buah ini tumbuh dari bagian dalam tangkai dan berbentuk bulat. Lindungi bakal buah dari cuaca ekstrim atau gangguan binatang liar dengan cara membungkusnya memakai plastik. Ini merupakan solusi yang sederhana namun terbukti sangat ampuh dalam menjaga kerontokan pada bakal buah tersebut.